• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Swasembada Itu Harga Mati: Tanpa Produksi Sendiri, Ketahanan Pangan Hanya Ilusi

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
June 27, 2025
in Economy, Feature
0
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastaatmadja – (Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pembangunan Pangan di Tanah Merdeka, seorang peserta dari LSM Petani Center mengajukan pertanyaan yang menggelitik: Mengapa Presiden Prabowo menempatkan Swasembada Pangan sebagai prioritas, sementara Presiden Jokowi lebih menekankan Kedaulatan Pangan dan Presiden SBY memilih mengedepankan Ketahanan atau Kemandirian Pangan?

Tentu akan lebih afdal bila masing-masing presiden menjelaskan sendiri alasannya. Namun, tulisan ini akan memusatkan perhatian pada pendekatan Presiden Prabowo yang secara tegas mengembalikan Swasembada Pangan ke panggung utama pembangunan nasional.

Swasembada: Dari Lagu Lama Menjadi Simfoni Baru

Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan memang lebih banyak menyoroti tiga pilar utama—Ketahanan, Kemandirian, dan Kedaulatan Pangan—tanpa banyak menyebut Swasembada. Konsep swasembada kerap dianggap “lagu lawas” yang hanya cocok dinikmati sebagai kenangan kejayaan masa lalu. Namun kini, di tangan Presiden Prabowo, lagu itu tidak sekadar diputar ulang—melainkan diaransemen ulang menjadi simfoni masa depan.

Langkah awal Presiden Prabowo tak main-main. Dalam hitungan hari, Kabinet Merah Putih melahirkan berbagai terobosan yang langsung menyentuh akar persoalan pangan, bukan sekadar membangun wacana apalagi berhenti pada jargon.

Bulog: Dari Pedagang Menjadi Alat Negara

Salah satu gebrakan penting adalah transformasi Bulog dari BUMN menjadi lembaga otonom di bawah Presiden. Tujuannya jelas: menjadikan Bulog sebagai instrumen negara, bukan entitas bisnis. Bulog kini ditugaskan menjadi offtaker sejati, membeli gabah dan beras petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tanpa permainan harga oleh mafia pangan.

Pemerintah pun menetapkan kenaikan HPP Gabah dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram. Kenaikan ini memang tidak sebesar sebelumnya, tetapi menunjukkan komitmen untuk melindungi harga di tingkat petani.

Pupuk Tak Lagi Berbelit

Pemerintah juga memangkas rantai distribusi pupuk bersubsidi. Kini hanya ada tiga lembaga yang terlibat: Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, dan jaringan distribusi (Distributor/Kios/Gapoktan). Surat rekomendasi kepala daerah dihapuskan, memangkas birokrasi yang kerap menjadi ladang pungli dan penyalahgunaan.

Tak hanya itu, alokasi pupuk bersubsidi juga meningkat drastis dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton pada tahun 2024. Ini menandakan dukungan konkret terhadap produktivitas petani, bukan sekadar janji di atas kertas.

Sinergi Antar-Lembaga: Irigasi, TNI, dan Infrastruktur

Pemerintah juga menggandeng Kementerian PU dan TNI AD dalam merevitalisasi saluran irigasi yang selama ini terbengkalai. Pendekatan whole of government ini menunjukkan bahwa pencapaian swasembada bukan sekadar tugas Kementerian Pertanian, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif lintas sektor.

Swasembada: Pilar Kedaulatan Bangsa

Swasembada pangan bukan sekadar retorika nasionalisme. Ia adalah kebutuhan strategis untuk memastikan bahwa rakyat Indonesia tidak tergantung pada pangan impor. Selama ini, kita masih mengimpor beras, jagung, kedelai, daging sapi, gula, bawang putih, dan lainnya. Ini bukti bahwa kita belum mandiri, apalagi berdaulat.

Swasembada artinya produksi berlimpah di dalam negeri, yang menopang Ketahanan Pangan sejati. Tanpa produksi, tidak ada stok. Tanpa stok, tidak ada kekuatan. Maka, swasembada bukan sekadar pilihan kebijakan, tapi syarat mutlak.

Penutup

Ketahanan pangan sejati hanya bisa dibangun di atas fondasi swasembada. Tanpa kemampuan memproduksi sendiri kebutuhan pangan rakyatnya, negara akan menjadi pengemis pangan di meja dunia. Ketahanan, Kemandirian, dan Kedaulatan Pangan hanyalah slogan tanpa arti jika tidak ditopang oleh Swasembada. Itulah sebabnya, dalam konteks hari ini, Swasembada Pangan bukanlah romantisme masa lalu—melainkan keniscayaan masa depan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Billboard Bertuliskan “The Abraham Alliance, New Middle East” Muncul di Tel Aviv, Picu Spekulasi Politik Kawasan

Next Post

PM Spanyol Kecam Keras Israel, Desak UE Tangguhkan Kerja Sama atas Dugaan Genosida di Gaza

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Next Post
PM Spanyol Kecam Keras Israel, Desak UE Tangguhkan Kerja Sama atas Dugaan Genosida di Gaza

PM Spanyol Kecam Keras Israel, Desak UE Tangguhkan Kerja Sama atas Dugaan Genosida di Gaza

Dugaan Korupsi Khofifah dan Yakut Mengemuka, Publik Desak Penegakan Hukum Tegas

Dugaan Korupsi Khofifah dan Yakut Mengemuka, Publik Desak Penegakan Hukum Tegas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Semoga Menjadi Hijrah Tahun Yang Lebih Baik

June 16, 2026
DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

DPR Revisi Dua UU, LBH Keadilan Khawatirkan Ganggu Kerja Pers

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...