• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

SWASEMBADA KEJAHATAN KORUPSI

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
April 5, 2024
in Feature, Law
0
SWASEMBADA KEJAHATAN KORUPSI
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh M Yamin Nasution-Pemerhati Hukum

Setidaknya, empat penulis besar yaitu, Sir Stamford Rafles, 1817 “History of Java”, Julien Wolbers, 1867 “Java moet rechtvaardig  bestuurd worden”, Ir. Soekarno, 1963 “Dibawah Bendera Revolusi”, dan  Prof.Dr. Soepomo, 1975 “Bab-Bab Hukum Adat” menyebutkan bahwa persoalan besar Indonesia sejak dahulu kala adalah penjajahan politik dan penjajahan ekonomi.

Muhammad Yamin Nasution

Subur dan kayanya bumi Indonesia, tidak diimbangi dengan kesejahteraan rakyatnya. Bumi, air dan kekayaan alam lainnya dikuasai oleh swasta cina dan kekuasaan negara seutuhnya untuk kepentingan keluarga.

Hal tersebut diatas menjadi salah satu penyebab korupsi merajalela, dan menjadi penyebab utama tingginya ketimpangan sosial.

Setidaknya, empat penulis besar yaitu, Sir Stamford Rafles, 1817 “History of Java”, Julien Wolbers, 1867 “Java moet rechtvaardig  bestuurd worden”, Ir. Soekarno, 1963 “Dibawah Bendera Revolusi”, dan  Prof.Dr. Soepomo, 1975 “Bab-Bab Hukum Adat” menyebutkan bahwa persoalan besar Indonesia sejak dahulu kala adalah penjajahan politik dan penjajahan ekonomi.

Soepomo dengan tegas menyatakan bahwa kemerdekaan 17 Agustus 1945 hanya kemerdekaan politik, persoalan yang tak kalah pentingnya dari penjajahan tersebut adalah membebaskan masyarakat Indonesia dari penguasaan ekonomi asing.

Sedangkan Julien Wolbers mengatakan bahwa masyarakat Java seperti mengikuti awan dilangit, awan yang dimaksud yaitu orang-orang asing yang menguasai isi bumi/kekayaan alamnya, dan masyarakat Java hanya mampu berdiri diatas tanah semata dan tidak menguasai isinya.

“Aan dit strand verdrongen zich de volken, En daagden nieuwe meesters over ‘t meer,Zij volgden zich, gelijk in ‘t zwerk de wolken, De telg des gronds alleen was nooit zijn Heer.”

Di Pantai ini orang-orang berkerumun, Dan tuan-tuan baru muncul diseberang danau, mereka mengikuti seperti awan dilangit, Batang atas bumi saja tidak pernah menjadi tuannya.

Bahkan sejarawan yang pernah dimintai pendapatnya oleh Hindia Belanda tentang bagaimana konsep partai-partai dan hukum Java harus dibuat, menyeru masyarakat Java dan mengatakan “Hi masyarakat Java bangunlah, Ibu Pertiwi memanggilmu”.

Stamford Rafles mengatakan bahwa masyarakat Java adalah orang-orang yang mudah puas dan nerima yang terjadi. Wolbers lebih lanjut menyebut masyarakat Java tidak dipanggil untuk menjadi penguasa dunia, orang Java adalah anak-anak yang membutuhkan bimbingan orang tua.

Coba kita renungkan pernyataan diatas, suatu bahasa yang penuh dengan satire, yang dapat diartikan bahwa masyarakat ini adalah orang-orang bodoh, yang mudah puas seperti budak sehingga mereka tak pernah menyadari dan berontak dari penguasaan ekonomi asing atas dirinya.

Sedangkan, seorang budak Bilal bin Rabbah dipilih Rasulullah SAW sebagaai sahabat dan merdeka karena keteguhannya, tidak hanya karena keyakinannya akan suatu kebenaran Allah SWT, namun menyadari bahwa penguasaan sumber daya pribadi atas orang lain tak dapat diterima.

 Pemerintah & Hukum Waralaba

Disebutkan oleh Kementrian Pertahanan Amerika Serikat dalam “Corporation and Privatization of the Government, 2020” bahwa sejak tahun 1906 pihak swasta telah secara Terstruktur Sistematis dan Masif (TSM) masuk kedalam pemerintahan.

Ketika swasta masuk kedalam pemerintahan dan menguasai pemerintah, maka pemerintahan berubah menjadi waralaba, semua system menjadi waralaba pula.

Konsep dan prinsip pemerintah negara yang seharusnya melayani rakyat berubah menjadikan rakyat sebagai karyawan, sehingga rakyatlah yang harus melayani.

Pemerintah negara yang semestinya mengutamakan rakyat, berubah pula mengutamakan bos swasta sebagai pemegang saham.

Demikian juga dengan hukum dan penegakan hukum, akan menganut system waralaba, dapatkah kita dibayangkan bila hukum menjadi waralaba? Penegakan hukum memiliki harga “price tag”, semua bisa dibeli.

Maka jangan pernah berharap akan adanya keadilan bagi rakyat miskin yang tak memiliki uang untuk membeli keadilan.

Tidak hanya penegakan hukum, semua kebijakan yang dilahirkan berdasarkan aturan hukum yang akan terus menerus menguntungkan pegang saham swasta, hal ini dapat terlihat dari konsep omnibuslaw. Dan dalam system waralaba tentunya ada mediator disetiap aktivitas kebijakan pemerintahan.

Maka akibat system  waralaba ini, yang di untungkan hanya pemegang saham swasta dan pengurus-pengurus perseroan.

Siapa saja pengurus tersebut? Dari presiden, mentri-mentri, kepala-kepala penegak hukum, hakim, dan seterusnya. Konsep ini akan melahirkan privatisasi kekayaan alam dan pemerintahan yang korup seperti dijelaskan oleh Sovereignty Education Defense Minister (Selanjutnya disebut SEDM).

Korupsi di Indonesia

Masih terlalu segar bahwa korupsi gila-gilaan terus menerus terjadi di Indonesia, dari dugaan anak-anak presiden, penangkapan mentri-mentri, dan terakhir korupsi dengan nilai 271 Triliun. Tak ada kata yang lebih baik dalam Bahasa Inggris untuk mengatakan sesuatu yang luar biasa kecuali “WOW”. Kejahatan korupsi di Indonesia benar-benar “WOW” dalam arti kebiadaban yang luar biasa.

Namun adakah korelasinya dengan apa yang disebutkan diatas, merujuk ke SEDM? Jusuf Kala menyebutkan bahwa aset kekayaan alam Indonesia 51% dikuasai oleh Asing.

Bila demikian, dapat dipastikan bahwa semua system telah menjadi waralaba, termasuk hukum. Privatisasi dan Pemerintahan korup saat ini sedang swasembada.

George Washington pernah menyinggung tentang pemerintahan yang korup, ia mengatakan korupsi ibarat kanker yang terus menerus akan menggerogoti tubuh manusia.

Bila pemerintahan korup maka dapat dipastikan tubuh pemerintahan telah terkena kanker, kanker tersebut akan terus menerus merusak tubuh negara. Ketaatan terhadap hukum terus menerus terjadi diakibatkan oleh kanker tersebut.

Indonesia telah memasuki kanker stadium empat, sehingga butuh Tindakan serius menangani hal tersebut, bila tidak akan menjalar keseluruh tubuh generasi bangsa.

Jutaan ton biji besi yang diketahui dibawa keluarnegri secara illegal, dapatkah kita membayangkan hal ini, seolah-olah menunjukkan negara tanpa ada kemananan dilaut, udara dan darat.

Banyak TESIS dan DISERTASI HUKUM yang menulis tentang korupsi dan penanggulangannya, namun sejauh ini kami belum menemukan identifikasi utuh penyebab korupsi.

Professor Ekonomi Universitas Brussels Khalid Sekkat, 2014 “Is Corruption Curable?” menerangkan bahwa korupsi dan sifatnya terbagi atas dua macam, yaitu: 1). Korupsi Birokrasi, korupsi ini memiliki sifat terbatas.

Model korupsi diatas dapat di berantas bila dibuat system hukum yang memiliki Antropologi hukum yang baik. Mungkin Indonesia dapat belajar dari kejayaan pemerintah Napoleon, bagaimana ia melahirkan hukum yang mumpuni sehingga banyak menangkap ASN korup kala itu, walaupun berkuasa tidak terlalu lama, namun system hukumnya dipakai hingga ke Jepang (Code of Napoléon, Code Civil des Francais, 1804).

Jenis Korupsi ke kedua yang disebutkan oleh Khalid Sekkat adalah 2). Korupsi Politik, korupsi ini terbagi dua, yaitu pra pemilu dan paska pemilu, jenis korupsi ini tak terbatas.

Siapa mendukung siapa, pihak-pihak swasta yang mendukung, sumber dana biaya politik harus diketahui dan diatur dengan tegas oleh hukum, seperti yang disebutkan oleh Julien Wolbers, buatlah hukum uyang tegas bagi Java.

Sebab semua akan berdampak pada paska pemilu setelah seorang terpilih menjabat. Dengan alasan yang sama pula PBB menetapkan bahwa salah satu kejahatan terbesar bernegara dari enam kejahatan negara yaitu biaya politik ilegal.

 

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menko Airlangga : Anggaran Perlinsos Tertinggi Subsidi BBM, Bukan Bansos

Next Post

Mudah-Mudahan Hamdan-Mahfud Tokoh Pemenang di MK “Versus Pemilu Curang”

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Mudah-Mudahan Hamdan-Mahfud Tokoh Pemenang di MK “Versus Pemilu Curang”

Mudah-Mudahan Hamdan-Mahfud Tokoh Pemenang di MK "Versus Pemilu Curang"

“Ribuan Pengacara FAMI Siap Bantu Masyarakat: Buka Puasa Spesial di Cafe Kotjil”

"Ribuan Pengacara FAMI Siap Bantu Masyarakat: Buka Puasa Spesial di Cafe Kotjil"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...