• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Tak Mengakui Tentara Bayaran. Panglima TNI Bantah Ada Prajurit TNI Bertempur di Ukraina Berstatus Bayaran

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
March 22, 2024
in News
0
Tak Mengakui Tentara Bayaran. Panglima TNI Bantah Ada Prajurit TNI Bertempur di Ukraina Berstatus Bayaran

Foto Tangkapan layar YouTube

Share on FacebookShare on Twitter

Menurut KSAD bahwa kabar yang menyatakan ada WNI menjadi tentara bayaran Ukraina untuk melawan Rusia tidaklah benar. Yang pasti, tidak ada TNI yang terlibat.

Jakarta – Fusilatnews – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) membantah ada prajurit TNI bertenpur di pihak Ukraina

“Kita kan nggak menganut tentara bayaran, tidak ada. Itu hanya, kita sudah cek ke Kedutaan Rusia, juga tidak ada, hoaks itu,” ujar Agus usai rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2024).

Menurut Agus, TNI tidak mengenal konsep tentara bayaran. Sehingga jika ada kabar WNI bergabung menjadi tentara bayaran Ukraina maka hal itu pasti bukan TNI.

“Kita kan di Indonesia tidak menganut tentara bayaran, karena kita tentara sukarela atau militer wajib yang direkrut melalui perekrutan yang ada di wilayah-wilayah, tamtama, bintara, perwira, ada Akmil, dan seperti yang saya sampaikan tadi militer wajib,” ucap mantan komandan Paspampres tersebut.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak juga menegaskan, tak ada prajurit TNI yang menjadi tentara bayaran di Ukraina. karena sangat mustahil terjadi.

Karena pada internal TNI, selalu memantau semua pergerakan prajuritnya. “Kalau kita nggak mungkin (jadi tentara bayaran), pulang kampung saja ketahuan, apalagi ke sana (Ukraina),” ujar Maruli di lokasi yang sama.

Menurut KSAD bahwa kabar yang menyatakan ada WNI menjadi tentara bayaran Ukraina untuk melawan Rusia tidaklah benar. Yang pasti, tidak ada TNI yang terlibat.

“Tidak mungkin kalau dari TNI sudah terorganisir pakai tiket kan pasti ketahuan,” ujar eks panglima Kostrad tersebut.

Bantahan Panglima TNI bersama KSAD TNI dilakukan setelah adanya informasi yang dirilis Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia yang menyebut, ada 10 warga negara Indonesia (WNI) tergabung menjadi tentara bayaran (foreign mercenaries) di Ukraina. Mereka berperang membela Ukraina untuk melawan Rusia.

Kabar tentara bayaran itu berawal dari data Kemenhan Rusia yang dirilis Kedutaan Besar Federasi Rusia di Indonesia sejak 24 Februari 2022. Dalam daftar tersebut, terdapat sekitar 13.387 tentara bayaran asing telah memasuki Ukraina.

Informasi yang sedang dibantah oleh Panglima TNI ini bersumber dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia merilis daftar tentara bayaran asing (foreign mercenaries) yang akan berperang melawan mereka. Tentara bayaran yang membela neo-Nazi, julukan Rusia untuk Ukraina itu merupakan kombatan.

Dikutip dari akun X @mfa_russia di Jakarta, Ahad (17/3/2024), yang mengejutkan adalah, ada daftar negara Indonesia di dalamnya. Tercatat ada 10 warga negara Indonesia yang berperang membela Ukraina melawan Rusia, yang empat orang di antaranya sudah tewas.

Secara total, Kemenhan Rusia mencatat dari 13.387 tentara bayaran asing, sekitar 5.962 orang tewas dalam perang. Tentu saja, para tentara bayaran tercatat dari berbagai negara Eropa, yang selama ini memusuhi Rusia.

Terhitung “Mulai 24 Februari 2022, total 13.387 tentara bayaran asing telah tiba di Ukraina untuk berperang demi neo-Nazi. Dari jumlah tersebut, 5.962 orang telah tereliminasi,” begitu pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia.Menurut KSAD bahwa kabar yang menyatakan ada WNI menjadi tentara bayaran Ukraina untuk melawan Rusia tidaklah benar. Yang pasti, tidak ada TNI yang terlibat.

Jakarta – Fusilatnews – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) membantah ada prajurit TNI bertenpur di pihak Ukraina

“Kita kan nggak menganut tentara bayaran, tidak ada. Itu hanya, kita sudah cek ke Kedutaan Rusia, juga tidak ada, hoaks itu,” ujar Agus usai rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2024).

Menurut Agus, TNI tidak mengenal konsep tentara bayaran. Sehingga jika ada kabar WNI bergabung menjadi tentara bayaran Ukraina maka hal itu pasti bukan TNI.

“Kita kan di Indonesia tidak menganut tentara bayaran, karena kita tentara sukarela atau militer wajib yang direkrut melalui perekrutan yang ada di wilayah-wilayah, tamtama, bintara, perwira, ada Akmil, dan seperti yang saya sampaikan tadi militer wajib,” ucap mantan komandan Paspampres tersebut.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak juga menegaskan, tak ada prajurit TNI yang menjadi tentara bayaran di Ukraina. karena sangat mustahil terjadi.

Karena pada internal TNI, selalu memantau semua pergerakan prajuritnya. “Kalau kita nggak mungkin (jadi tentara bayaran), pulang kampung saja ketahuan, apalagi ke sana (Ukraina),” ujar Maruli di lokasi yang sama.

Menurut KSAD bahwa kabar yang menyatakan ada WNI menjadi tentara bayaran Ukraina untuk melawan Rusia tidaklah benar. Yang pasti, tidak ada TNI yang terlibat.

“Tidak mungkin kalau dari TNI sudah terorganisir pakai tiket kan pasti ketahuan,” ujar eks panglima Kostrad tersebut.

Bantahan Panglima TNI bersama KSAD TNI dilakukan setelah adanya informasi yang dirilis Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia yang menyebut, ada 10 warga negara Indonesia (WNI) tergabung menjadi tentara bayaran (foreign mercenaries) di Ukraina. Mereka berperang membela Ukraina untuk melawan Rusia.

Kabar tentara bayaran itu berawal dari data Kemenhan Rusia yang dirilis Kedutaan Besar Federasi Rusia di Indonesia sejak 24 Februari 2022. Dalam daftar tersebut, terdapat sekitar 13.387 tentara bayaran asing telah memasuki Ukraina.

Informasi yang sedang dibantah oleh Panglima TNI ini bersumber dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia merilis daftar tentara bayaran asing (foreign mercenaries) yang akan berperang melawan mereka. Tentara bayaran yang membela neo-Nazi, julukan Rusia untuk Ukraina itu merupakan kombatan.

Dikutip dari akun X @mfa_russia di Jakarta, Ahad (17/3/2024), yang mengejutkan adalah, ada daftar negara Indonesia di dalamnya. Tercatat ada 10 warga negara Indonesia yang berperang membela Ukraina melawan Rusia, yang empat orang di antaranya sudah tewas.

Secara total, Kemenhan Rusia mencatat dari 13.387 tentara bayaran asing, sekitar 5.962 orang tewas dalam perang. Tentu saja, para tentara bayaran tercatat dari berbagai negara Eropa, yang selama ini memusuhi Rusia.

Terhitung “Mulai 24 Februari 2022, total 13.387 tentara bayaran asing telah tiba di Ukraina untuk berperang demi neo-Nazi. Dari jumlah tersebut, 5.962 orang telah tereliminasi,” begitu pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Masuk dalam Daftar Negara Paling Tidak Bahagia di Asia Tenggara

Next Post

PDIP Pilih Rangkulan Rakyat Ketimbang Tawaran Gibran

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka
Crime

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Next Post
Hasto Pertanyakan Sikap Arogan Kubu 02 Terkait Laporan PHBD  Ke Bawaslu

PDIP Pilih Rangkulan Rakyat Ketimbang Tawaran Gibran

KPK Periksa Bendum NasDem Sahroni Dalam Kasus TPPU

KPK Periksa Bendum NasDem Sahroni Dalam Kasus TPPU

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist