LUWU – FusilatNews.– Operasi penertiban aktivitas pertambangan emas yang diduga ilegal di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, memicu ketegangan antara aparat kepolisian dan warga di lokasi tambang, Minggu (2/8/2026). Sejumlah warga dilaporkan melakukan penolakan setelah aparat diduga membakar fasilitas pengolahan material tambang berupa talang yang digunakan para penambang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi penertiban tersebut berlangsung di area pertambangan yang diduga beroperasi tanpa izin. Dalam pelaksanaannya, aparat kepolisian disebut melakukan tindakan pemusnahan terhadap sejumlah talang pengolahan material tambang. Aksi tersebut memicu reaksi keras dari warga yang menganggap peralatan tersebut merupakan sumber mata pencaharian mereka.
Sejumlah saksi di lokasi menyebutkan situasi sempat memanas ketika warga berusaha mempertahankan peralatan tambang yang akan dimusnahkan. Adu argumentasi dan aksi saling bertahan antara warga dan aparat dilaporkan sempat terjadi sebelum kondisi akhirnya dapat dikendalikan.
Warga yang berada di lokasi mengaku kecewa atas tindakan tersebut. Mereka menilai pembakaran alat pengolahan tambang berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas pertambangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat informasi resmi mengenai adanya korban jiwa maupun jumlah warga yang diamankan dalam operasi tersebut. Aparat kepolisian juga belum menyampaikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap operasi maupun dasar tindakan pemusnahan peralatan tambang yang menjadi sorotan masyarakat.
Masyarakat berharap penyelesaian persoalan pertambangan di wilayah tersebut dilakukan melalui pendekatan yang mengedepankan dialog, kepastian hukum, serta tetap memperhatikan aspek sosial dan ekonomi warga.
Sementara itu, publik masih menantikan penjelasan resmi dari Polres Luwu mengenai pelaksanaan operasi penertiban tersebut, termasuk klarifikasi atas informasi yang beredar terkait dugaan pembakaran fasilitas pengolahan tambang.
FusilatNews masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Polres Luwu dan instansi terkait lainnya. Pemberitaan ini akan diperbarui seiring diperolehnya informasi resmi yang telah terverifikasi, sesuai prinsip keberimbangan dan akurasi jurnalistik.
























