• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tamparan Untuk Jokowi: Disertasi Hasto Mengguncang Politik di Ujung Lengsernya Jokowi

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
October 21, 2024
in Feature, Politik
0
Tamparan Untuk Jokowi: Disertasi Hasto Mengguncang Politik di Ujung Lengsernya Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis, Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212

Masa lengsernya Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia ditandai oleh sebuah tamparan keras dari media, yang ramai menyoroti disertasi Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP, dalam sidang terbuka promosi doktoral di Universitas Indonesia pada Jumat, 18 Oktober 2024. Dalam sebuah momen yang bertepatan dengan hari-hari terakhir Jokowi di Istana, pidato akademik Hasto tidak hanya menjadi sorotan akademis, tetapi juga menciptakan sebuah narasi yang menyentil sejarah politik Jokowi. Tamparan ini seakan menjadi pukulan terakhir sebelum Jokowi meninggalkan panggung politik formal Indonesia.

Simbol Politik dalam Kajian Akademik

Disertasi Hasto, yang digadang-gadang sebagai karya besar ilmiah, memuat kritik tajam terhadap mantan rekan separtainya. Dalam kajiannya, Hasto menggunakan pendekatan ilmiah untuk menyoroti kebijakan dan tindakan yang dinilai mengkhianati partai dan bangsa. Istilah “anak haram” yang Hasto sematkan kepada sosok yang pernah dibesarkan oleh partainya, menggambarkan bagaimana Jokowi, sebagai mantan kader PDIP, dinilai meninggalkan partainya dengan cara yang tidak etis.

Tamparan ini, meski berbalut dalam narasi akademis, terasa pedas dan menohok. Bukan hanya ditujukan kepada sosok Jokowi secara pribadi, tetapi juga menyingkap isu-isu moralitas politik yang melingkupi kepemimpinannya selama dua periode. Bagaimana seorang presiden yang pernah berada di puncak kekuasaan kini berhadapan dengan disertasi yang mengurai sisi gelap sejarah politiknya?

Satire Akademis di Ujung Kekuasaan

Pidato Hasto muncul pada saat yang tepat, di saat Jokowi bersiap meninggalkan Istana Merdeka dan Istana Bogor—simbol kekuasaan yang pernah ia tempati dengan penuh percaya diri. Jokowi pernah menyebut tinggal di istana sebagai sesuatu yang “serasa zaman kolonial”, tetapi publik menggambarkan Istana IKN yang ia bangun sebagai “istana hantu”, dengan segala misterinya, apakah bangunan ini akan berfungsi atau menjadi monumen kosong.

Disertasi ini juga muncul bersamaan dengan serah terima kekuasaan di Senayan, yang semakin memperkuat kesan bahwa apa yang terjadi bukan sekadar kritikan biasa, melainkan sebuah serangan yang direncanakan dengan matang. Jokowi yang tengah melengser dari jabatan, diserang secara intelektual melalui disertasi yang dipresentasikan dengan penuh ketelitian di hadapan para akademisi.

Disertasi: Kritik dengan Landasan Ilmiah

Disertasi Hasto menonjol karena pendekatannya yang metodologis, menggunakan data dan fakta sejarah untuk memaparkan bagaimana Jokowi, yang pernah dianggap sebagai simbol perubahan, justru berakhir dengan narasi yang mengkhianati janji-janji reformasi. Dengan pendekatan akademis yang ketat, Hasto memastikan bahwa kritiknya tidak terjebak dalam fitnah atau spekulasi, melainkan menjadi sebuah produk ilmiah yang sulit disangkal.

Di balik kritik ini, Hasto menunjukkan bahwa disertasi bukan sekadar karya tulis, melainkan sebuah bentuk klarifikasi sejarah politik. Jokowi, yang pernah dipuja sebagai “anak emas” partai, kini dikaji dengan teliti dari sudut pandang akademis, mengungkapkan sisi-sisi yang mungkin selama ini tertutupi oleh pencitraan publik.

Moralitas di Balik Kritik

Dari perspektif moralitas, pertanyaan yang diajukan adalah: apakah pantas seorang mantan presiden dikritik melalui disertasi akademis? Dalam konteks sejarah politik, kritik ini penting dan pantas, mengingat bagaimana Jokowi pernah memimpin selama dua periode, tetapi meninggalkan berbagai kontroversi dan pertanyaan soal kepemimpinannya. Disertasi Hasto mengingatkan bahwa sejarah politik bukanlah milik individu, melainkan milik publik yang berhak mengetahui kenyataan di balik layar politik.

Sebuah Kritik Ilmiah yang Mengesankan

Sebagai sebuah kritik yang didasarkan pada data dan fakta, disertasi Hasto Kristiyanto layak diapresiasi. Dengan menyajikan narasi yang mendalam tentang pengkhianatan politik dan kesalahan-kesalahan strategis Jokowi, Hasto berhasil menciptakan sebuah karya ilmiah yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga memiliki dampak politik yang besar.

Disertasi ini juga menjadi pengingat bahwa sejarah politik tidak bisa disamarkan dengan narasi populis semata. Dengan metodologi akademik yang tepat, Hasto berhasil membongkar sisi-sisi yang selama ini terabaikan dari kepemimpinan Jokowi, mengingatkan publik bahwa realitas sejarah tidak bisa diabaikan begitu saja.

Kesimpulan

Tamparan keras dari disertasi Hasto Kristiyanto di ujung lengsernya Jokowi menunjukkan bahwa masa jabatan seorang pemimpin, betapapun panjangnya, tidak kebal dari kritik dan evaluasi. Disertasi ini tidak hanya menjadi simbol kritik yang cerdas dan ilmiah, tetapi juga menandai babak baru dalam perjalanan politik Indonesia, di mana akuntabilitas pemimpin dihadapkan pada pertanggungjawaban intelektual.

Hasto, melalui karyanya, mengajak publik untuk tidak melupakan sejarah, dan untuk terus mengamati dengan kritis setiap langkah pemimpin, baik yang masih berkuasa maupun yang telah lengser. “Bravo Hasto” mungkin menjadi seruan yang layak, mengingat keberaniannya untuk berbicara melalui karya akademis yang memberikan tamparan terakhir kepada Jokowi di akhir masa jabatannya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Saripati Pidato Presiden Prabowo : Komitmen pada Kepentingan Bangsa dan Tantangan Kepemimpinan Indonesia

Next Post

Putra Presiden Jokowi Diteriaki Anggota MPR di Hadapan Orang Tuanya Sendiri: Momen Menyakitkan yang Menghebohkan Pelantikan Presiden

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Putra Presiden Jokowi Diteriaki Anggota MPR di Hadapan Orang Tuanya Sendiri: Momen Menyakitkan yang Menghebohkan Pelantikan Presiden

Putra Presiden Jokowi Diteriaki Anggota MPR di Hadapan Orang Tuanya Sendiri: Momen Menyakitkan yang Menghebohkan Pelantikan Presiden

18 Jurus Ketahanan Pangan Presiden Prabowo untuk Kemandirian Indonesia

18 Jurus Ketahanan Pangan Presiden Prabowo untuk Kemandirian Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...