PKS mengajak Partai – partai politik untuk berlomba melayani rakyat dan berlomba membangun kesejahteraan rakya bukan membangun ideologi
Jakarta – Fusilatnews – Menanggapi keterangan Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra sebagai pihak terkait dalam sidang uji materi tentang gugatan sistem pemilihan terbuka di Mahkamah Konstitusi
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai, hendaknya tidak ada partai politik yang seolah menjadikan nilai-nilai, termasuk ideologi sebagai ajang kontestasi. Karena semua partai politik memiliki nilai yang diperjuangkan masing-masing.
“Baik bagi kita untuk tidak berlomba dalam nilai atau ideologi,” kata Mardani Kamis (9/3).
Mardani meminta partai politik agar berlomba dalam memberikan pelayanan dan kebaikan kepada publik yang nanti akan memilihnya.
“Kita fokus bangun sistem dan melayani,” ucap dia. Meski demikian, anggota Komisi II DPR ini menegaskan bahwa asas PKS dalam berpolitik adalah agama Islam.
PKS tak bisa sendirian dan hanya berpegang pada asas tersebut. Menurut Mardani, butuh kolaborasi semua pihak, termasuk partai politik lain untuk memberikan kebaikan bagi bangsa dan negara.
“PKS jelas menyatakan asas partai adalah Islam, tetapi kita bangun kolaborasi dengan semua unsur,” kata dia.
Perlu diketahui, sikap Yusril dalam sidang di MK adalah mendukung proporsional tertutup dan menolak proporsional terbuka., Menurut Yusril, saat ini hanya PDIP dan PBB yang merupakan partai idideologis
Sedangkan, partai politik lainnya merupakan partai pragmatis dan tidak punya akar ideologi.
Yusril menegaskan kebutuhan untuk membentuk parpol berangkat dari asumsi bahwa dalam masyarakat majemuk setiap orang punya pemikiran yang berbeda.
Bagi orang-orang yang punya pikiran sama, dipersilakan bersatu membentuk parpol. Parpol yang terbentuk itulah yang akan ikut dalam pemilu.
“Jadi, partai itu mewakili orang yang mempunyai pikiran dan ideologi tertentu,” kata Yusril.
Masalahnya saat ini hanya segelintir parpol yang bergerak berdasarkan sebuah ideologi.
“Sekarang partai ideologis ini kan cuma tinggal dua, PDIP sama PBB. Partai yang lain-lain kan partai pragmatis semua, bukan partai ideologis. Tidak ada akar ideologisnya,” kata Yusril.

























