• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tantangan Pemilu 2024

fusilat by fusilat
November 29, 2022
in Feature
0
Bila Pilpres 2024 Digelar 2 Putaran, Seperti Ini Skenarionya

ILUSTRASI PEMILU

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Fathullah Syahrul

TULISAN ini saya dedikasikan untuk para pendekar demokrasi yang telah meninggal dunia pada Pemilu tahun 2019 yang silam. Berdasarkan rilis kompas.com (22/01/2020), pada Pemilu 2019 sebanyak 894 orang petugas KPPS yang meninggal dunia dan 5.175 orang yang sakit.

Tentu ini masih banyak menyisakan kejanggalan, pasalnya Pemilu yang seharus menjadi ajang untuk mencari calon pemimpin berubah menjadi tragedi duka dengan hilangnya nyawa ratusan orang.

Pemilu yang seharusnya menjadi ajang pesta demokrasi lima tahunan berubah menjadi luka bagi keluarga korban. Pemilu yang seharusnya menjadi bentuk dedikasi kecintaan terhadap demokrasi berubah menjadi kesedihan yang amat mendalam. Pemilu yang seharusnya menjadi momentum riang gembira, berubah menjadi pilu. Pilu pemilu, pilu keluarga dan pilu rakyat Indonesia.

Sungguh pilu, tentu kita tidak ingin fenomena ini kembali terulang di Pemilu tahun 2024 mendatang. Sebab diketahui, lembaga penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu tengah mempersiapkan tahapannya. Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi membuka tahapan Pemilu 2024 sejak 14 Juni 2022.

Segala tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 tertuang dalam Peraturan Komisi Pemiihan Umum (PKPU) 3/2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024.

Begitu pula dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di berbagai daerah, tahapan-tahapan rekrutmen Panwascam untuk Pemilu tahun 2024 telah dilalui. Tentu rekrutmen bukan sekadar rekrutmen, namun yang terpenting adalah bagaimana melahirkan para pendekar Pemilu yang berkompeten, produktif. Selain itu, memiliki dedikasi yang tinggi untuk kepentingan demokrasi kita. Karena Pemilu yang baik adalah Pemilu yang tak Pilu, yang mampu melahirkan pemimpin tanpa temuan kecurangan dalam bentuk apapun. Apakah ini bisa dilakukan? mari kita lihat.

Untuk menekan upaya kecurangan tersebut, diperlukan sinergitas antara masyarakat, pegiat Pemilu, lembaga adhoc, serta struktural KPU dan Bawaslu di semua tingkatan. Sebab, bagi penulis demokrasi kita masih berada pada tahap demokrasi prosedural dan partisipatif. Sehingga tugas lembaga penyelenggara Pemilu tidak hanya berfokus pada peningkatan partisipasi pemilih saja, tetapi bagaimana mendorong Pemilu tahun 2024 sebagai momentum demokrasi yang produktif.

Produktifitas itu dapat ditemukan pada tingkat kepercayaan (trust) masyarakat pada Pemilu 2024 mendatang. Keterlibatan aktif masyarakat tidak hanya memberikan haknya dibilik suara, tetapi keterlibatan yang dimaksud adalah masyarakat memiliki sudut pandang dan gerak yang baik terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024, sehingga skenario Pemilu 2024 perlu didesain ulang.

Skenario Pemilu yang penulis maksud ialah dengan melalui 3 tahapan yaitu; prosedural, responsif dan substantif. Sebab, Pemilu sebenarnya tidak hanya bertumpu pada pada proses-proses prosedural saja, tetapi substantif dalam rangka menuju konsolidasi demokrasi yang substansial. Namun, akhir-akhir ini instrumen demokrasi dalam pentas pertarungan kepemimpinan mulai dari level daerah sampai pusat hanya berakhir secara prosedural saja. Setelah pemilihan selesai lantas bagaimana?

Kita tidak ingin, Pemilu malah menjadi tempat matinya demokrasi, mengapa? coba kita saksikan bagaimana kekuatan-kekuatan dan bayang-bayang neo-kapitalisme, pembajakan demokrasi oleh aktor-aktor tertentu nyata terjadi. Kekhawatiran Ini bisa saja datang bukan hanya dari unsur luar, tetapi dari lembaga demokrasi itu sendiri.

Tokoh Intelektual NU, Zubchan Z.E pernah berkata “demokrasi bisa terbunuh oleh lembaga demokratis lewat prosedur demokratis”. Pernyataan Zucbhan ini menjadi pemantik bagi kita tentang bagaimana melihat demokrasi yang substansial.

Bahwa Pemilu bisa saja menjadi tempat matinya demokrasi. Di dalam Pemilu, hak-hak bisa dikebiri, di dalam Pemilu kebebasan dipakai untuk saling menghujat, dan di dalam Pemilu nyawa manusia bisa melayang. Ini pilu, sungguh pilu. Pilu Pemilu tak boleh terjadi di momentum tahun 2024 mendatang sebab bangsa Indonesia tidak bisa hanya dibeli dibilik suara, namun yang terpenting dari itu semua ialah bagaimana menjadikan Pemilu sebagai ajang konsolidasi demokrasi. Sehingga, Indonesia akan dicatat sebagai negara yang menjadikan demokrasi sebagai centrum berpikir dan bergerak.

Fenomena yang diungkap oleh penulis di atas menjadi rumusan masalah untuk menjawab beberapa tantangan-tantangan Pemilu tahun 2024 mendatang. Tentu tulisan ini tidak sepenuhnya menawarkan solusi yang tepat, tetapi ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai sentrum demokrasi.

Sebagai warga negara yang hidup dalam sistem demokrasi, penting bagi mereka untuk memahami sistem tersebut, Pemilu merupakan salah satu momentum demokrasi, sehingga penting untuk mendorong masyarakat agar memiliki soft skill, inovasi dan kreatifitas dalam Pemilu, jawaban itu dapat ditemukan dalam pendidikan politik dan pendidikan pemilih sehingga gerakan ini penting untuk diwadahi dan dimaksimalkan.

Selain itu, momentum rekrutmen Komisioner KPU dan Bawaslu hingga lembaga stakeholder dan lembaga adhoc tidak hanya menjadikan proses rekrutmen tersebut sebagai momentum memilih dan dipilih, tetapi disana ada kompetisi yang dibekali dengan kompetensi.

Dengan demikian, mereka menjadi agen demokrasi yang mampu menjadi agen intelektual, dan masyarakat mengetahui betul mereka harus bersikap seperti apa terhadap pilihan pemimpinnya. Memahami betul bahwa pilihannya dibilik suara bukan sekadar menggugurkan haknya, tetapi faham bahwa gerak dan laju demokrasi ada di tangan seluruh rakyat Indonesia.
Sebab, perlu disadari bahwa Pemilihan Umum itu seperti kereta api, ia tidak akan menanti siapapun, tak peduli siapa kita, tak memandang kaya atau miskin, semuanya memiliki hak yang sama. Seperti kereta api, ia tak butuh ditunggu dan menunggu. Selamat menyambut Pemilu tahun 2024!

Fathullah Syahrul Direktur Eksekutif Forum Strategis Pembangunan Sosial

Dikutip Rmol.id Minggu, 27 November 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Permasalahan Hukum Gubernur Lukas Enembe di Mata Masyarakat Asli Papua

Next Post

Jepang Kritis; Tingkat Kelahiran Terendah Baru, Disebabkan Populasi Menyusut dan Menua

fusilat

fusilat

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
“Ojigi”, Budaya Membungkuk di Jepang

Jepang Kritis; Tingkat Kelahiran Terendah Baru, Disebabkan Populasi Menyusut dan Menua

Akhirnya Jumpa Jua Ketua KPK Firli Bahuri Dengan Lukas Enembe di Jayapura

Gubernur Lukas Enembe Minta Izin Berobat Ke Singapore

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist