• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tapak Tilas Riwayat Kombinatorika

fusilat by fusilat
September 11, 2022
in Feature
0
Pesona Keajaiban Surat Wasiat Semar

Jaya Suprana (kompas)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Jaya Suprana | Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

SAYA yang bukan hanya awam, namun bahkan sebenarnya buta matematika ini atas belas kasihan DR. Kiki Ariyanti Sugeng, Prof Eddy Baskoro dan Prof Slamin memperoleh anugerah diangkat menjadi anggota kehormatan Himpunan Masyarakat Kombinatorika Indonesia. Demi agak bertanggung jawab atas kehormatan besar tersebut saya memaksakan diri untuk berusaha mempelajari satu di antara cabang misterius matematika yang disebut kombinatorika itu. Tentu saja apa yang saya pelajari tentang kombinatorika acak bahkan kacau balau sehingga jauh dari ketertiban sistematis maka hasilnya jauh panggang dari api.

Istilah kombinatorika yang saya gunakan juga saya paksakan sebagai indonesiasi istilah bahasa Inggris yang aslinya adalah combinatorics. Saya juga tidak berani masuk ke dalam wilayah rumusan dan teoritis kombinatorika namun sekadar berkeliaran sambil meraba-raba pada wilayah apa kata orang tentang asal muasal alias sejarah kombinarotika. Maka wajar dalam napak tilas riwayat kombinatorika, saya melakukan banyak kekeliruan. Konon menurut kata para arkeomatematikawan/wati pendayagunaan teknik kombinatorika pertama kali tersurat pada sebuah dokumen papirus yang ditemukan di Yunani yang sementara ini disepakati berasal dari abad XVI bukan setelah namun sebelum Masehi.

Gagasan kombinatorikal yang dibahas pada dokumen papirus tersebut adalah tentang serial geometrik mirip pemikiran kalkulasi angkamologis Fibonacci tentang angka 1 dan 2 yang dijumlah-jumlahkan secara sekuensal. Plutarch menengarai bahwa Xenokratres dari Chalcedon (397-314 sebelum Masehi) sudah mampu menghitung jumlah kemungkinan beragam sylabel di dalam bahasa Yunani dengan menggunakan teknik kombinatorika yang pada hakikatnya merupakan upaya awal untuk memecahkan problema rumit permutasi dan kombinasi. Namun hasil hitungan kombinatorika yang ditemukan, yaitu 1.002 x 10 pangkat 12 terkesan agak dipaksakan secara sekedar hipotesis ketimbang kalkulasi akurat.

Kemudian perdebatan antara Chrysippus dan Hipparchus pada sekitar abad III dan II sebelum Masehi secara cenderung berkisar pada problem numeratif rapuh yang kemudian dianggap mirip sukma angkamologi Scroeder-Hipoarchus. Kemudian ditemukan bukti bahwa Archimedes gemar bermain dengan teka-teki tiling, sementara pemikiran kombinatorika juga menyelinap hadir pada karya-karya matematikal Apollonius. Di India, teks di dalam Bhagavari Sutra pertama kali menyebut sebuah masalah kombinatorikal berupa pertanyaan tentang berapa banyak kombinasi antara satu, dua, tiga dan seterusnya sampai enam citarasa yang beda satu dengan lainnya seperti manis, asin, asam, pedas, pahit, getir, Bhagavari Suta juga membahas tentang fungsi.

Pada abad II sebelum masehi, Pingala memuat problematika angkamologis di dalam Chandra Sutra yang mempermasalahkan berapa jumlah cara sebuah metrik enam silabel dapat dibuat dari catatan panjang dan pendek di mana n catatan panjang dan k catatan pendek merupakan ekuivalen untuk menemukan koefisien binomial. Gagasan Bhagavati Sutra kemudian digali lalu dirangkum pada tahun 850 oleh mahamatematikawan India, Mahavira. Demikian pula pemikiran Lingsis dikembangkan oleb Bhaskara para tahun 1100 Masehi sebagai generalisasi fungsi piligan yang sebenarnya sudah dikedepankan sebelumnya oleh Brahmagupta. Di dalam buku I Ching tampil sebuah heksagram sebagai pernutasi dengan repetisi terhadap enam baris di mana setiap baris bisa bersifat solid atau bersifat tidak solid (dashed) yang serupa tapi tak sama dengan sistem binarial komputer.

Menurut perhitungan I Ching jumlah kemungkinan heksagram seperti ini adalah 2 pangkat 6, yaitu 64. Pada sekitar abad 1 Masehi para matematikawan China berhasil memecahkan problem Lu Hsu selaras jurus enumerativ kombinatorika. Magic Square digemari para matematikawan China terutama dengan pengembangan 3X3 square pada kurun waktu di antara abad IX sampai dengan XIII Masehi. Para matematikawan Arab terinsiprasi matematika India tentang binomial koefisien serta menemukan hubungan ke ekspansi polinomial. Sementara Ab? Bakr ibn Mu?ammad ibn al ?usayn Al-Karaji (c.953-1029) menulis teori binomial dan segitiga Pascal serta memperkenalkan argumentasi induksi matematikal sebagai landasan kombinatorika. Insan pertama yang menggunakan istilah kombinatorika adalah pemikir dan matematikawan Jerman, Gottfried Wilhelm Leibniz di dalam naskah “Dissertatio de Arte Combinatoria “ yang dipublikasikan pada tahun 1666.

Segenap fakta terkait riwayat kombinatorika membuktikan bahwa masyarakat Yunani, Jerman, India, China dan Arab memiliki matematika bangsa mereka masing-masing yang membuat saya makin yakin bahwa masyarakat Indonesia yang dahulu disebut Nusantara juga pasti memiliki matematika Indonesia. Tanpa matematika mustahil bangsa Indonesia mampu membangun candi Borobudur, Prambanan, irigasi sawah, perahu phinisi, Gunung Padang, pura Tanah Lot, layang-layang Khagati, arsitektur Pagar Ruyung, pantun, tari Bedaya dan mahakarya kebudayaan Nusantara lain-lainnya. Insya Allah, dengan gelora semangat kebanggaan nasional, bangsa Indonesia akan menggali, meneliti dan mengembangkan matematika termasuk kombinatorika Indonesia sebagai warisan kebudayaan Indonesia berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan warisan kebudayaan bangsa-bangsa mana pun di marcapada ini. MERDEKA!

Dikutip Kompas.com Sabtu, 10 Agustus 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Siapa Charles III? Raja Inggris Menggantikan Ratu Elizabeth II

Next Post

Berita Lucu dari Polda Metro Jaya Setelah Zaman Sambo

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
Berita Lucu dari Polda Metro Jaya Setelah Zaman Sambo

Berita Lucu dari Polda Metro Jaya Setelah Zaman Sambo

Akui Penembak Pertama Brigadir J, Bharada E: Saya Penembak Pertama, Ferdy Sambo Terakhir

Akui Penembak Pertama Brigadir J, Bharada E: Saya Penembak Pertama, Ferdy Sambo Terakhir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist