• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Target Pertumbuhan 8 Persen Prabowo, Mungkinkah Tanpa Industrialisasi?

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
September 23, 2024
in Economy, Layanan Publik, News
0
Target Pertumbuhan 8 Persen Prabowo, Mungkinkah Tanpa Industrialisasi?
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Fusilatnews – Indonesia hingga saat ini belum pernah berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen, sebuah target yang dinilai sangat ambisius, terlebih tanpa adanya dorongan signifikan dari sektor industrialisasi. Ibarat sebuah pesawat jumbo yang ditenagai oleh empat mesin, pertumbuhan ekonomi suatu negara juga ditopang oleh empat sektor utama: industri, pariwisata, pertanian, serta perdagangan dan jasa. Layaknya pesawat yang membutuhkan semua mesinnya beroperasi secara optimal, keempat sektor ini harus bergerak bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Namun, dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar di angka lima persen. Rata-rata pertumbuhan selama dua dekade terakhir bahkan menunjukkan tren penurunan dibandingkan era Orde Baru, di mana pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai delapan persen.

Direktur Program INDEF, Eisha Maghfiruha Rachbini, dalam diskusi bertajuk “Prospek Kebijakan Ekonomi Prabowo: Mustahil Tumbuh 8 Persen Tanpa Industrialisasi” di Jakarta, Ahad (22/9/2024), mengungkapkan bahwa mencapai pertumbuhan delapan persen di era saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Selain faktor geopolitik yang tidak menentu, ketidakpastian ekonomi global juga menjadi hambatan besar.

Eisha menegaskan, sektor industri manufaktur yang dulu menjadi motor penggerak ekonomi, kini terus merosot kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada periode 1989 hingga 1996, industri manufaktur menjadi tumpuan utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, pada semester I tahun 2024, pertumbuhan industri manufaktur hanya 4,04 persen, sedangkan ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,08 persen.

“Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen, industri manufaktur harus tumbuh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” ujar Eisha. Ia mendorong pemerintahan Prabowo untuk fokus pada peningkatan kinerja ekspor produk-produk bernilai tambah dari sektor industri pengolahan, karena hanya dengan itu Indonesia dapat keluar dari stagnasi pertumbuhan lima persen.

Eisha juga menyoroti pentingnya menciptakan ekosistem industri yang kondusif dengan memperkuat rantai pasok bahan baku, energi, tenaga kerja terampil, infrastruktur, serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal yang tepat sasaran. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan besar dalam mewujudkan transformasi industri adalah rendahnya produktivitas dan daya saing produk industri pengolahan, terutama di sektor teknologi menengah dan tinggi (medium-high-tech). Selain itu, keterbatasan tenaga kerja terampil serta kebutuhan investasi besar untuk mendukung revolusi industri 4.0 dan digitalisasi menjadi hambatan yang signifikan.

Eisha juga mengkritisi fokus pemerintah yang lebih mengutamakan pengembangan industri jasa dibandingkan industri manufaktur. “Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB terus menurun dan digantikan oleh sektor jasa. Sayangnya, ini belum cukup untuk membawa Indonesia ke level pendapatan per kapita setara dengan negara maju. Kita sedang mengalami deindustrialisasi dini,” katanya.

Tantangan ini menjadi semakin relevan bagi pemerintahan Prabowo Subianto yang akan segera memimpin. Target pertumbuhan delapan persen memang terlihat bombastis dan ambisius, namun tanpa dukungan industrialisasi yang kuat, pertumbuhan tersebut bisa menjadi sekadar angan-angan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Belajar Dari Pembebasan Pilot Susi Air Konflik Papua Butuh Pendekatan HAM.

Next Post

DPR Menuju Tukang Stempel ala Orde Baru

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Birokrasi

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Next Post
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

DPR Menuju Tukang Stempel ala Orde Baru

Akibat Kinerja Buruk Regime Jokowi Pertumbuhan Ekonomi Harus Tinggi

Akibat Kinerja Buruk Regime Jokowi Pertumbuhan Ekonomi Harus Tinggi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah: Antara Emansipasi dan Politik Kolonial

April 24, 2026

Genosida oleh Israel serta Konsekuensi Balasannya Menurut Al-Qur’an & Hadits

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist