• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tarik Ulur di Antara Kawan dan Musuh Baru Ambang Batas Parlemen: Partai Mana Yg Harus Di Jegal Pemilu 2029?

Ali Syarief by Ali Syarief
February 4, 2026
in Feature, Politik
0
DPR dan Enam Poin Basa-Basi: Saat Rakyat Bicara 17+8, Parlemen Hanya Menjawab dengan Potongan Fasilitas
Share on FacebookShare on Twitter

Penentuan ambang batas parlemen kembali dibahas DPR, dan seperti deja vu politik yang menjengkelkan, publik kembali disuguhi sandiwara lama dengan pemain yang itu-itu saja. Dalihnya klasik: demi efektivitas, stabilitas, dan kelancaran pemerintahan. Padahal substansinya telanjang: melanggengkan kekuasaan partai besar dan menyingkirkan suara rakyat yang tak sempat “cukup besar.”

Parliamentary threshold sejak awal bukan instrumen demokrasi, melainkan alat eksklusi politik. Ia bukan pagar pengaman demokrasi, melainkan saringan oligarki. Ia tidak memperbaiki kualitas parlemen, hanya memperkecil jumlah pemain agar pembagian kue kekuasaan lebih sederhana dan minim gangguan.

Putusan Mahkamah Konstitusi 2023 yang menghapus ambang batas 4 persen sejatinya membuka kembali ruang keadilan elektoral. Fakta bahwa 17 juta suara rakyat hangus begitu saja pada Pemilu 2024 adalah skandal demokrasi yang tak pernah sungguh-sungguh dipertanggungjawabkan. Suara rakyat dihapus secara administratif, lalu dikubur rapi atas nama “efisiensi politik.”

Namun seperti biasa, DPR tak belajar apa pun.

Alih-alih melakukan refleksi sistemik, Komisi II DPR justru sibuk membahas berapa persen suara rakyat yang layak dibuang pada Pemilu 2029. Bukan bagaimana memperkuat fungsi pengawasan, bukan bagaimana membuat DPR lebih representatif, melainkan bagaimana memastikan hanya mereka yang “berhak” tetap bercokol di Senayan.

Ironinya, partai yang paling getol mendorong kenaikan ambang batas adalah mereka yang paling diuntungkan oleh sistem ini. PDI Perjuangan—pengumpul suara terbanyak Pemilu 2024—mengusung narasi efektivitas pengambilan keputusan. Narasi ini terdengar rasional, tapi kosong. Sebab faktanya, DPR yang “efektif” versi mereka adalah DPR yang patuh, jinak, dan kompak membenarkan kehendak eksekutif.

Dalam sistem presidensial seperti Indonesia, argumen ambang batas parlemen nyaris tak relevan. Presiden dan DPR dipilih langsung oleh rakyat. Tidak ada kebutuhan untuk “menyederhanakan” parlemen demi stabilitas pemerintahan. Yang terjadi justru sebaliknya: penyederhanaan parlemen menghasilkan pembusukan fungsi pengawasan.

Dan kita sudah melihat buktinya.

Di era Joko Widodo, hampir seluruh partai politik dirangkul masuk ke dalam koalisi. DPR berubah dari lembaga pengawas menjadi ruang tunggu proyek dan jabatan. Undang-undang lahir secara kilat, prosedur dilanggar, etika ditabrak, dan DPR nyaris tak bersuara. Musuh politik dijadikan kawan, kritik diredam dengan kursi.

Prabowo Subianto tidak mengoreksi pola ini—ia mewarisi dan menyempurnakannya. Hampir semua partai kembali masuk pemerintahan. DPR kembali kehilangan nyali. Anggaran diboroskan lewat program prioritas populis seperti makan bergizi gratis tanpa debat publik yang serius. Tak ada audit politik yang keras. Tak ada perlawanan konseptual.

Bahkan ketika DPR memilih keponakan presiden sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, alarm etika tak berbunyi. Demokrasi prosedural berjalan, tapi demokrasi substantif mati pelan-pelan.

Di titik ini, ambang batas parlemen bukan sekadar kebijakan teknis pemilu. Ia adalah arsitektur kekuasaan yang sengaja dirancang untuk mematikan oposisi. Ia memastikan parlemen diisi oleh partai-partai yang mudah diajak kompromi, mudah disatukan dalam koalisi gemuk, dan enggan menggigit tangan yang memberi makan.

Jika ambang batas dihapus, partai-partai kecil memang akan masuk DPR. Tapi justru di situlah demokrasi bekerja. Mereka bisa membentuk poros alternatif, mengganggu kenyamanan mayoritas, memaksa debat, dan membuka ruang perbedaan. Demokrasi bukan tentang kenyamanan elite, tapi tentang kegaduhan gagasan.

Keberagaman suara di parlemen bukan ancaman. Ancaman sesungguhnya adalah parlemen yang seragam, patuh, dan sunyi dari kritik.

Maka tarik ulur soal ambang batas parlemen ini sejatinya bukan pertarungan antara sistem dan rakyat, melainkan pertarungan di antara kawan lama dan musuh baru dalam satu lingkaran kekuasaan yang sama. Mereka berdebat di permukaan, tapi sepakat di bawah meja: rakyat cukup memilih, tak perlu diwakili sepenuhnya.

Selama sistem ini tak diubah, ambang batas berapa pun hanyalah angka. Dan demokrasi Indonesia akan terus berjalan pincang—resmi, sah, tapi kehilangan jiwa. ●

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ke Solo Menemui Jokowi: Jalan Sunyi, Keputusan Elit, dan Harga Sebuah Kepatuhan

Next Post

Mengapa Karl Marx Membenci Pendeta: Karena Mereka Selalu Berdiri di Sisi Penguasa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Terkait Pertemuan Tokoh Muda NU Dengan Presiden Israel, Yahya Staquf Tuding Organisasi Rahim Catut PB NU

Mengapa Karl Marx Membenci Pendeta: Karena Mereka Selalu Berdiri di Sisi Penguasa

Ubi Ungu sebagai Pangan Fungsional: Potensi Antikanker dan Perannya dalam Pencegahan Penyakit Kronis

Ubi Ungu sebagai Pangan Fungsional: Potensi Antikanker dan Perannya dalam Pencegahan Penyakit Kronis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...