• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ke Solo Menemui Jokowi: Jalan Sunyi, Keputusan Elit, dan Harga Sebuah Kepatuhan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
February 4, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)


Pendahuluan: Kunjungan yang Seharusnya Diam, Tapi Terlanjur Riuh

Sebelum menyentuh pokok pertanyaan dalam judul, perlu ditegaskan sejak awal bahwa kunjungan saya bersama Eggi Sudjana ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo sejatinya adalah misi terbatas, tertutup, dan tidak dirancang untuk konsumsi publik. Bahkan kepada internal TPUA sekalipun, agenda ini pada awalnya tidak patut disampaikan.

Alasannya sederhana namun serius: situasi hukum dan psikologis. Eggi Sudjana pada 15 April 2025 bertepatan dipanggil oleh penyidik Mabes Polri. Potensi chaos—baik politis maupun keamanan—sangat terbuka jika ia tetap hadir dalam agenda TPUA 15–16 April 2025 di UGM dan Surakarta. Maka, keputusan tidak hadir bukanlah bentuk ketakutan, melainkan langkah taktis dalam membaca situasi hukum dan politik kekuasaan.

Namun, qadarullah berkata lain. Sejak malam 8 Januari 2026, pasca kunjungan tersebut terpublikasi di media sosial, ruang sunyi itu runtuh. Saya “dipaksa keadaan” untuk menjelaskan misi dan situasi pertemuan, termasuk saat tampil di sejumlah stasiun televisi nasional, salah satunya dalam forum ILC bersama Karni Ilyas—sebuah pertemuan kedua setelah belasan tahun sejak saya menjadi narasumber pada peluncuran Kompolnas (2008), dalam perkara pembakaran PLTU Lontar yang berakhir dengan vonis bebas murni (vrijspraak) bagi klien saya.


Misi ke Solo: Antara Hujatan, Surat At-Toha, dan Nurani

Sebagian tujuan kunjungan ke Solo telah Eggi Sudjana sampaikan ke publik dan menjadi viral, terutama terkait pencabutan cekal yang justru berbuah SP3 oleh penyidik, setelah Jokowi mengawali pertemuan dengan satu kata kunci: “understanding”.

Adapun alasan lain Eggi mengajak saya, yang telah saya sampaikan secara terbuka, adalah:

  1. Hujatan internal TPUA yang menuduh Eggi sebagai pemimpin penakut, meskipun secara organisatoris telah diwakili oleh saya selaku Koordinator Pengacara TPUA dan anggota terlama;

  2. Niat menasihati Jokowi melalui pendekatan etik dan spiritual dengan Surat At-Toha.

Syarat saya tegas dan jelas:
tidak ada permintaan maaf dan tidak dipublikasikan ke media.

Namun, di atas seluruh kalkulasi politik, ada faktor yang tidak bisa dinegosiasikan: hati nurani. Saya memahami kondisi kesehatan Eggi Sudjana. Sebagai sahabat, senior, sekaligus guru, saya teringat prinsip dalam KUHAP tentang pembantaran, serta fakta bahwa Eggi tidak sedang dalam status tahanan dan telah mematuhi seruan cooling down. Dalam pandangan hukum saya, perjuangan Eggi tetap dapat berjalan dalam koridor sistem hukum, diskresi penyidik, dan—yang terpenting—doa keluarga serta para ulama sholeh.


Pengalaman Panjang Berhadapan dengan Kekuasaan

Saya bukan orang baru dalam konflik dengan kekuasaan. Sebagai Ketua KORLABI, AAB, eks anggota GNPF Ulama, dan anggota aktif TPUA, sejak 2016 hingga 2024 saya telah melaporkan puluhan tokoh—jumlahnya bisa mencapai 70 orang—mulai dari aktivis pro-Jokowi, artis, buzzer anonim, hingga pejabat tinggi negara.

Nama-nama itu bukan figur kecil:
Budi Djarot, Guntur Romli, Megawati, Ridwan Kamil, Sukmawati, Luhut Binsar Pandjaitan (2023), Anwar Usman (2024), hingga Jokowi sendiri (9 Desember 2024).

Fakta pahitnya jelas: tak satu pun berlanjut, kecuali kasus Ahok—itu pun baru bergerak setelah tekanan jutaan massa Aksi 212. Maka, ketika laporan terhadap Jokowi justru diproses (meski akhirnya dihentikan dengan SP3D alasan “ijazah identik”), pertanyaan besar politik pun muncul: siapa sebenarnya yang mengatur arah hukum?


TPUA, Desersi, dan Pecahnya Barisan

Pasca penetapan TSK terhadap sejumlah anggota TPUA, terlihat dengan gamblang adanya gangguan internal—sosok-sosok yang sejak awal tidak disiplin, mengabaikan seruan cooling down, namun paling lantang di media. Mereka tidak mengikuti nasihat tokoh yang mereka mintai petunjuk, tapi justru membangun narasi sendiri yang miskin kualitas hukum dan sarat sensasi.

Akhirnya, barisan menyempit. Praktis, tinggal Eggi Sudjana dan saya yang konsisten mengikuti garis perjuangan dan menghormati The Great Leader yang kami jadikan panutan. Maka, keputusan strategis pun diambil: memutus mata rantai dengan para desertir.

Karena itu pula, dalam perlawanan hukum terhadap status TSK di Polda Metro Jaya, hanya kami berdua yang mengajukan nota keberatan. Yang lain—yang merasa paling berani—dipersilakan membuktikan sendiri keberaniannya.


Penutup: Mengapa Saya Ikut ke Solo?

Jawabannya kini terang benderang.

Saya ikut Eggi Sudjana menemui Jokowi di Solo karena persahabatan, penghormatan, hati nurani, dan prinsip kepatuhan pada kepemimpinan sebagaimana firman Allah tentang ulil amri dan hadis Nabi tentang kepemimpinan dalam perjalanan.

Ditambah lagi, pembacaan saya atas status quo politik kekuasaan selama satu dekade, dinamika internal TPUA, serta kebutuhan untuk mengambil keputusan tegas tanpa harus meminta restu mereka yang telah desersi.

Maka, seluruh kegaduhan, protes, dan curhat politik di layar kaca itu sesungguhnya telah terjawab dengan sendirinya. Judul tulisan ini bukan sekadar pertanyaan, melainkan penanda pilihan jalan—jalan sunyi yang tidak populer, tapi saya anggap paling bertanggung jawab secara hukum, moral, dan sejarah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi Sehat-Waras di Depan Kader PSI: Akhirnya Kita Akui, Tertipu

Next Post

Tarik Ulur di Antara Kawan dan Musuh Baru Ambang Batas Parlemen: Partai Mana Yg Harus Di Jegal Pemilu 2029?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post
DPR dan Enam Poin Basa-Basi: Saat Rakyat Bicara 17+8, Parlemen Hanya Menjawab dengan Potongan Fasilitas

Tarik Ulur di Antara Kawan dan Musuh Baru Ambang Batas Parlemen: Partai Mana Yg Harus Di Jegal Pemilu 2029?

Terkait Pertemuan Tokoh Muda NU Dengan Presiden Israel, Yahya Staquf Tuding Organisasi Rahim Catut PB NU

Mengapa Karl Marx Membenci Pendeta: Karena Mereka Selalu Berdiri di Sisi Penguasa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...