• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Karl Marx Membenci Pendeta: Karena Mereka Selalu Berdiri di Sisi Penguasa

Ali Syarief by Ali Syarief
February 4, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Terkait Pertemuan Tokoh Muda NU Dengan Presiden Israel, Yahya Staquf Tuding Organisasi Rahim Catut PB NU
Share on FacebookShare on Twitter

Karl Marx tidak membenci pendeta karena iman. Ia membenci fungsi sosial pendeta yang berkhianat pada penderitaan manusia. Dalam Critique of Hegel’s Philosophy of Right, Marx menelanjangi peran agama sebagai candu—bukan karena doa dan ritusnya, tetapi karena agama dijadikan alat legitimasi kekuasaan. Pendeta, dalam kacamata Marx, bukan penjaga moral, melainkan penjaga status quo.

Pendeta hadir bukan untuk menggugat ketidakadilan, melainkan untuk menjinakkan kemarahan rakyat. Ketika buruh lapar, pendeta berkata: bersabarlah. Ketika tanah dirampas, pendeta berkata: ini ujian iman. Ketika penguasa menindas, pendeta berkata: taatlah pada pemimpin. Di situlah Marx muak: iman diperas, penderitaan dinormalkan, kekuasaan disucikan.

Dan sejarah berulang—dengan wajah baru, nama baru, dan konteks geopolitik yang lebih brutal.

Hari ini, kita menyaksikan pola yang persis sama dalam sikap Yahya Cholil Staquf ketika mendukung Prabowo Subianto bergabung dengan Board of Peace (Dewan Perdamaian) bentukan Donald Trump—sebuah forum yang lahir dari rahim politik Amerika Serikat yang selama puluhan tahun menjadi sponsor utama pendudukan Israel atas Palestina.

Prinsip Dasar Islam: Ulama Penjaga Kebenaran, Bukan Pelayan KekuasaanDalam Islam, ulama adalah waratsatul anbiya (pewaris para nabi). Sementara nabi, dalam sejarahnya, selalu berjarak—bahkan berhadap-hadapan—dengan penguasa zalim. Al-Qur’an mengingatkan:“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang zalim, nanti kamu disentuh api neraka.”(QS. Hud: 113) Kata “cenderung” di sini bukan ikut menindas, cukup condong, membenarkan, atau memberi legitimasi moral. Ini dasar etis yang sangat keras.

Mari kita luruskan dengan jujur:
Donald Trump bukan simbol perdamaian.
Ia adalah presiden yang:

  • Mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,
  • Memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem,
  • Menelanjangi hukum internasional demi kepentingan Israel,
  • Melahirkan “Abraham Accords” yang meminggirkan Palestina.

Lalu, di titik ini, pendeta zaman modern tampil—bukan membawa protes, bukan membawa keberpihakan pada korban, tetapi membawa legitimasi moral. Dengan bahasa halus, Yahya Staquf menyebutnya “strategis”, “realistis”, “jalan dialog”. Inilah kosakata klasik yang selalu dipakai ketika kekuasaan ingin terlihat bermoral tanpa harus adil.

Karl Marx akan langsung mengenali polanya.

Pendeta tidak lagi berdiri di antara rakyat dan kekuasaan sebagai penyeimbang. Ia berdiri di samping kekuasaan, menjadi penerjemah kebijakan penguasa agar terdengar bijak di telinga umat. Bukan kebenaran yang didekatkan ke istana, tetapi istana yang dibaptis agar tampak benar.

Apa yang dilakukan Yahya Staquf bukan sekadar dukungan politik. Ini adalah pengkhianatan moral terhadap sejarah penderitaan Palestina. Sebab:

  • Palestina tidak kekurangan forum,
  • Palestina tidak kekurangan dialog,
  • Palestina kekurangan keberanian dunia untuk menyebut penjajahan sebagai kejahatan.

Board of Peace ala Trump tidak lahir dari keadilan, tetapi dari rekayasa geopolitik pemenang perang. Bergabung ke dalamnya tanpa sikap kritis yang tegas bukan “masuk untuk mengubah dari dalam”, melainkan masuk untuk menormalkan ketidakadilan dari dalam.

Di sinilah relevansi kebencian Marx terhadap pendeta menjadi telanjang. Pendeta selalu mengklaim netral, padahal netralitas di hadapan kejahatan adalah keberpihakan pada penindas. Pendeta selalu bicara damai, tapi damai tanpa keadilan adalah kekerasan yang dipermanis.

Ketika Yahya Staquf berdiri mendukung Prabowo—yang memilih panggung Trump—ia tidak sedang membela Palestina. Ia sedang membantu kekuasaan global mencuci tangan dengan sabun agama. Persis seperti yang dibenci Marx: agama dijadikan kosmetik politik.

Marx tidak anti-Tuhan.
Ia anti Tuhan yang dipaksa menjadi humas penguasa.

Dan hari ini, kritik Marx menemukan relevansinya kembali:
setiap kali pendeta lebih sibuk merapikan citra kekuasaan ketimbang memekikkan jeritan korban, di situlah agama berubah menjadi candu—dan pendeta berubah menjadi pelayan istana.

Palestina tidak butuh doa yang jinak.
Palestina butuh keberpihakan yang berani.

Jika agama memilih berdamai dengan penindas, maka jangan heran bila sejarah akan mencatatnya bukan sebagai cahaya, melainkan sebagai alat legitimasi kegelapan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tarik Ulur di Antara Kawan dan Musuh Baru Ambang Batas Parlemen: Partai Mana Yg Harus Di Jegal Pemilu 2029?

Next Post

Ubi Ungu sebagai Pangan Fungsional: Potensi Antikanker dan Perannya dalam Pencegahan Penyakit Kronis

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post
Ubi Ungu sebagai Pangan Fungsional: Potensi Antikanker dan Perannya dalam Pencegahan Penyakit Kronis

Ubi Ungu sebagai Pangan Fungsional: Potensi Antikanker dan Perannya dalam Pencegahan Penyakit Kronis

Dari Pendeta ke Tuhan: Riwayat Panjang Komunisme yang Makin Lama Makin Nekat

Dari Pendeta ke Tuhan: Riwayat Panjang Komunisme yang Makin Lama Makin Nekat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Fenomena Langka Abad Ini: Gerhana Matahari Terpanjang Akan Mengubah Siang Menjadi Malam

Fenomena Langka Abad Ini: Gerhana Matahari Terpanjang Akan Mengubah Siang Menjadi Malam

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...