Jakarta, Fusilatnews.—Usai purna bhakti sebagai Panglima RI, nama Andika Perkasa, mulai dimunculkan dan digadang-gadang sebagai Cawapresnya Anies Baswedan. Sinyalemen fenomena ini, dinilai bahwa Nadem lebih meju selangkah dibandingkan dengan Partai lain seperti PDIP yang memenuhi syarat bisa maju sendiri dalam mengusung Capres dan Cawapresnya. Begitu juga, kedekatan historis dengan Golkar, Andika lebih memiliki darah sejarah. Tetapi justru, nama Andika Perkasa, diwacanakan menjadi Cawapresnya Anies Baswedan, dengan berbagai alasan.
Sementara menurut Dedi, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinio, mengatakan “Andika miliki peluang cukup baik, latar militer yang ia miliki, termasuk karakter dan kebijakannya selama memimpin militer cukup ramah dan populis bagi publik, dengan situasi itu Andika mudah menggaet pemilih,” ujar Dedi kepada wartawan
Berdasarkan hasil survei, Andika juga memiliki tingkat kesukaan publik yang cukup tinggi, anjut Dedi. Bila berminat menjadi calon presiden atau calon wakil presiden, Andika disarankan tidak perlu gabung partai. Peluangnya lebih besar jika tidak terafiliasi dengan partai politik manapun.
“Peluang Andika akan jauh lebih besar jika ia tetap tanpa partai, meskipun dalam Pilpres ia perlu partai yang merekomendasikan,” katanya.
Andika punya peluang direstui sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan.
“Keyakinan ini setidaknya merujuk pada hubungan keluarga Andika dengan SBY, di mana Demokrat masih tetap didominasi SBY, soal AHY rasanya bukan tipe pemuda yang ambisius harus Cawapres, sepanjang untuk kebaikan Demokrat, besar kemungkinan AHY ikut merestui,” jelas Dedi.
Sementara Ahmad Khoirul Umam, Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), menilai wacana memasangkan Andika Perkasa sebagai calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan pada Pemilu 2024 bakal disambut baik oleh Partai Nasdem. Namun demikian, akan terkendala bahwa upaya tersebut bakal terganjal oleh restu Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Partai Demokrat dan PKS tentu tidak mau dipaksa oleh Nasdem untuk menyerahkan ‘cek kosong’ dalam pembentukan koalisi,” dikutip dari Kompas.com, Senin (26/12/2022).
Nama Andika Perkasa sempat masuk dalam bursa calon presiden (capres) Partai Nasdem, bersanding dengan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Meski pada akhirnya Nasdem memilih mengusung Anies sebagai capres, menurut Umam, peluang Andika menjadi calon RI-2 terbuka lebar. Namun demikian, wacana tersebut kemungkinan bakal dimentahkan Demokrat dan Nasdem. Sebabnya, Demokrat masih bersikukuh mengusung ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres. Sementara, PKS ingin supaya mantan Gubernur Jawa Barat yang juga Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Ahmad Heryawan alias Aher, jadi pendamping Anies.
Keinginan ini tak lepas dari upaya Demokrat dan PKS mendulang limpahan elektoral atau efek ekor jas seandainya kader mereka turut berkontestasi di panggung pilpres.
“Sebab Demokrat dan PKS sendiri juga sangat concern terhadap agenda penyelamatan elektabilitas partainya di pileg (pemilu legislatif), setelah dua periode pemerintahan berada di barisan oposisi,” ujar Umam. Seandainya Nasdem bersikukuh memasangkan Andika sebagai cawapres Anies, lanjut Umam, partai pimpinan Surya Paloh itu harus memikirkan kompensasi untuk Demokrat dan PKS. Jika tidak ada kompensasi yang sepadan, baik dalam bentuk logistik atau skema alokasi portofolio pemerintahan, maka ada kemungkinan Demokrat dan PKS memilih hengkang dari rencana koalisi.
“Sekali lagi, tidak ada ‘transaksi cek kosong” dalam negosiasi koalisi politik partai,” kata Umam. Umam menambahkan, sosok Andika sedianya bisa menjadi komplementer tepat buat Anies. Andika yang berasal dari kalangan militer dengan rekam jejak sebagai Panglima TNI dicitrakan sebagai figur nasionalis. Citra ini mampu menutupi kekurangan Anies yang kerap direpresentasikan sebagai kalangan yang lebih dekat dengan kelompok Islam konservatif.
“Jika Andika didorong Nasdem untuk menjadi cawapres Anies, besar kemungkinan karena alasan ideologis,” tutur dosen Universitas Paramadina itu. Adapun wacana pasangan Anies Baswedan-Andika Perkasa untuk Pemilu Presiden 2024 mencuat pasca Andika lengser dari kursi Panglima TNI. Nasdem menyatakan membuka pintu bagi Andika jika hendak bergabung usai purnatugas.
Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya bahkan menyebut, Andika punya tempat spesial di partai besutan Surya Paloh itu. Demokrat Nilai AHY Lebih Mumpuni “Pak Andika punya tempat spesial bagi kita dan tentu untuk berjuang di politik, karena Pak Andika sudah purna tugas dan itu lebih terbuka,” kata Willy saat dihubungi, Selasa (20/12/2022).
Menanggapi kabar tersebut, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, partainya tetap mendorong pencawapresan AHY sebagai pasangan Anies. “Keinginan kader dan konstituen kami, nama Anies-AHY yang paling sering disebut-sebut,” kata Herzaky dalam keterangannya, Kamis (22/12/2022).
PKS pun mengaku menghormati wacana ini. Namun, Juru Bicara PKS M Kholid mengingatkan, sejauh ini, nama kandidat cawapres yang muncul di forum Koalisi Perubahan hanya ada dua, yakni AHY dan Aher. “Sejauh ini di meja perundingan masih dua nama: Ahmad Heryawan dari PKS dan Mas Agus Harimurti Yudhohono dari PD (Partai Demokrat). Kalau Nasdem ajukan Jenderal Andika, kami hormati,” kata Kholid saat dikonfirmasi, Kamis (22/12/2022).


























