FusilatNews– Berbagai organisasi relawan Jokowi akan menggelar musyawarah rakyat (musra) di seluruh provinsi di Indonesia untuk menentukan calon presiden (capres) yang didukung pada Pilpres 2024.
Ketua Panitia Nasional Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra Indonesia) Panel Barus mengatakan musyawarah berawal di Bandung, Jawa Barat, pada 27 Agustus dan berakhir di Jakarta pada Maret 2023.
“Untuk Musra pertama akan dilaksanakan di Jawa Barat, yaitu di Bandung, 27 Agustus 2022. Sedangkan Musra di Jawa Tengah yang rencananya digelar di Kota Solo, dllaksanakan setelah event besar G20 selesai, yakni sekitar akhir November atau awal Desember 2022,” ujar Ketua Panitia Nasional Musra Indonesia, Panel Barus, saat menggelar konferensi pers di Kota Solo, dikutip tempo.co Sabtu, 16 Juli 2022.
Panel mengungkapkan, Musra Indonesia merupakan wadah untuk masyarakat terlibat aktif dalam menentukan kepemimpinan nasional ke depan. Mereka juga ikut menentukan program-program atau aspirasi ke depan dan merumuskan agenda-agenda kebangsaan dan kerakyatan.
Menurutnya, musra ini muncul berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Projo di Magelang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, yang bertujuan agar agenda nasional dan kerakyatan yang dilangsungkan selama masa pemerintahan Jokowi dapat dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya.
“Musra ini akan menjadi wadah atau tempat bagi rakyat agar bisa terlibat lebih aktif dalam menentukan kepemimpinan nasional ke depan dan ikut menentukan harapan-harapan rakyat,” ungkap Panel.
Lebih lanjut Musra Indonesia bukan hanya dikerjakan oleh Projo, melainkan kerja sama dengan 15 gugus relawan Jokowi lainnya. Setidaknya ada 16 gugus relawan Jokowi yang saat ini telah bergabung dalam penyelenggaraan Musra tersebut, di antaranya Projo, Relawan Buruh Sahabat Jokowi, Seknas Jokowi, Bara JP, Almisbat, RKIH, GK, Duta Jokowi, Gapura, Kornas Jokowi, KIB, Jaman, Indeks, RPJB, dan KAPT.
Penyelenggaraan Musra di setiap provinsi nantinya ditarget dapat melibatkan minimal 3 ribu peserta dari semua elemen masyarakat di masing-masing provinsi. Namun menurutnya, jumlah peserta yang dapat dilibatkan untuk setiap provinsi bisa bervariasi.























