Jakarta, Fusilatnews.–Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi, memberikan sinyal bahwa partainya siap untuk bergabung dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming untuk lima tahun ke depan. Pernyataan ini datang sebagai upaya PKS untuk berkontribusi bagi bangsa Indonesia, setelah dua periode berada di luar pemerintahan.
Aboe menyatakan, memilih antara koalisi atau oposisi bukanlah hal sulit bagi PKS, karena mereka telah memiliki pengalaman berada di kedua posisi tersebut. Namun, PKS ingin memberikan kontribusi yang lebih maksimal bagi negara.
“Kita juga ingin berbuat lebih maksimal dan kita siap menyiapkan kader-kader PKS yang maksimal, yang positif, baik, dan profesional, untuk berkontribusi,” kata Aboe di Kantor DPP PKS, Jakarta, pada Sabtu (27/4/2024).
Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara PKS dan Prabowo telah baik selama bertahun-tahun, sehingga kemungkinan untuk bersatu kembali tidaklah sulit. PKS sebelumnya telah mendukung Prabowo dalam Pilpres 2014 dan 2019.
Meskipun begitu, Aboe mengakui bahwa PKS perlu berdialog lebih lanjut untuk dapat masuk ke dalam pemerintahan Prabowo. Dia juga memberikan sinyal bahwa pertemuan antara PKS dan Prabowo akan terjadi dalam waktu dekat.
Namun, hal ini tampaknya tidak sepenuhnya disambut oleh Prabowo. Pada acara halalbihalal di Kantor DPP PKS pada Sabtu pagi, Prabowo tidak hadir karena ada kegiatan lain yang harus dihadiri. Absennya Prabowo kemungkinan akan diwakili oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani.
“Pak Prabowo sudah menyatakan ada acara seperti ini juga di rumahnya dari keluarga besarnya jadi dia minta izin. Kemungkinan, kata Pak Dasco, kemungkinan, yang dikirim wakilnya Pak Muzani,” ujar Aboe.
Dengan demikian, meskipun PKS menyatakan kesiapannya untuk bergabung dengan pemerintahan Prabowo, tampaknya masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan sebelum kolaborasi tersebut dapat terwujud sepenuhnya.

























