Jakartaa-Fusilatnews.–Dinegera-negara maju, isu lingkungan bak isu agama di Indonesia. Betapa pentingnya setiap kandidat presiden mengangkat konsep isu lingkungan yang innovative dan yang sedang urgent diperlukan, seperti diantaranya global warming. Partai yang tidak memiliki idiologi lingkungan, tidak akan dilirik masyarakatnya.
Tim Pemenangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) menilai, dua calon presiden (capres) lain khawatir elektoralnya turun sehingga absen dari acara yang digelar Konferensi Orang Muda di Wahana Lingkungan Hidup (Walhi).
Jazilul Fawaid, dua capres lain tidak siap sehingga takut menghadiri acara tersebut. “Mereka takut nanti kalau ada di forum, ternyata enggak siap gagasan, elektoralnya turun gitu tuh. Memang miskin gagasan, tapi mau tanding gagasan, saya heran itu di situ,” ucap Jazilul saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (26/11/2023).
Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB itu turut menyindir dua pasangan capres-cawapres lainnya. “Memang yang lain hanya bilang adu gagasan, ada gagasan. Begitu ada meja gagasan dia enggak ikut. Apanya yang mau diadu? Kertas kosong kali,” ucap Jazilul.
Sebelumnya, calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, juga menyindir calon presiden lain yang tak hadir secara langsung dalam acara Konferensi Orang Muda yang digelar Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (25/11/2023). Anies mengaku senang saat menerima undangan dari Walhi. Dia merasa anak-anak muda aktivis lingkungan tersebut membawa beragam masalah terkait krisis iklim global dan isu lingkungan lainnya. “Saya begitu dengar, saya sedang belanja masalah, saya datanglah ke sini supaya bisa ketemu,” ucap Anies.
Anies tak ingin mengirimkan utusan untuk hadir dalam acara Walhi. Ia merasa, untuk sebuah masalah ketidakadilan, harus ditanyakan langsung kepada orang-orang yang merasakan hal tersebut. “Tadi saya sampaikan, saya tidak ingin kirim utusan, saya ingin terima langsung dari teman-teman semua di sini,” ujarnya. “Saya ingin sampaikan kepada semua bahwa ketika kita berbicara tentang keadilan, maka kita harus mendengar kepada pihak yang tidak merasakan keadilan,” tutur dia. Hal itu disampaikan Anies di hadapan perwakilan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto. Sedangkan calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo tak mengirimkan utusannya.
Sebab itu, dia ingin berdialog langsung dengan para peserta Konferensi Orang Muda dan meminta kajian bersama terkait masalah yang dirasakan. “Karena kalau kita bicara dengan mereka yang sudah mendapatkan banyak bicara keadilan, barangkali mereka enggak bisa bercerita,” ucap Anies. “Tapi bagi mereka yang tidak merasakan keadilan, yang namanya keadilan itu menjadi penting sekali, menjadi dasar sekali, dan saya rasa suara-suara di sini adalah suara-suara mereka yang mementingkan agar kita kembali kepada jalur Indonesia yang awal, yaitu menghadirkan keadilan sosial,” tandasnya.


























