Pengamat komunikasi politik, Hendri Satrio turut menanggapi tugas baru untuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengurus minyak goring yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, penugasan Luhut terkait minyak goreng adalah vonis ketidakmampuan kinerja Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
“Tugas penanganan minyak goreng dari Pak Jokowi ke Pak Luhut ini sebetulnya vonis kepada Menteri Lutfi dan Menko Airlangga atas kapasitas dan ketidakmampuan mereka dalam bekerja memenuhi tugas Presiden. Bila begini, aneh rasanya bila sejoli ini tidak mundur dari Kabinet. tulis Hendri Satrio di akun Twitter @satriohendri pada Rabu, 25 Mei 2022.”
Hendri Satrio menilai penunjukan Luhut untuk mengurusi minyak goreng oleh Jokowi sebetulnya sebagai vonis terhadap Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto.
Pasalnya, Hendri Satrio menjelaskan Mendag Lutfi dan Menko Airlangga dinilai tak tidak memiliki kapasitas dan kemampuan dalam bekerja memenuhi tugas dari presiden.
Sebelumnya, Jokowi meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan untuk ikut membantu pendistribusian minyak goreng.
Disampaikan Luhut dalam sambutannya secara virtual pada acara Perayaan Puncak Dies Natalis ke-60 Gamki pada Sabtu, Luhut mengatakan awalnya dirinya ingin hadir langsung pada acara tersebut, tapi karena ada tugas dari Presiden Jokowi, maka dirinya hanya bisa hadir secara virtual.

























