Jakarta – Fusilatnews – Hasil survei terbaru dari tiga lembaga survei—Charta Politika, Poltracking, dan LSI—menunjukkan bahwa tren elektabilitas pasangan calon gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno mengalami kenaikan signifikan, bahkan mulai mendekati pasangan unggulan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO).
Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Charta Politika Indonesia pada 19-25 September 2024, pasangan Ridwan Kamil-Suswono masih memimpin elektabilitas dengan angka 48,30 persen. Namun, pasangan Pramono Anung-Rano Karno mencatatkan peningkatan elektabilitas yang signifikan, mencapai 36,50 persen. Pasangan independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) berada di posisi ketiga dengan 5,60 persen.
Ketua Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno, Lies Hartono alias Cak Lontong, menyatakan bahwa kenaikan elektabilitas Pramono-Rano merupakan modal yang luar biasa dalam persaingan ini. “Ini tren yang sangat positif, tetapi kami tidak boleh terlena. Perlu ada kerja nyata di masyarakat agar tren ini terus meningkat,” ujar Cak Lontong dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Juru Bicara Tim Sukses (Timses) Pramono-Rano, Chico Hakim, juga menambahkan bahwa hasil survei dari LSI dan Poltracking mengonfirmasi tren positif tersebut. Survei LSI yang dilakukan pada 6-12 September 2024 menunjukkan elektabilitas Pramono-Rano di angka 28,40 persen, sementara Poltracking yang melakukan survei pada 9-15 September mencatat kenaikan elektabilitas pasangan ini menjadi 31,50 persen.
Chico menyebutkan bahwa meskipun tingkat pengenalan Pramono Anung di masyarakat masih di bawah 50 persen, 70 persen dari yang mengenal Pramono menyatakan menyukainya. Sebaliknya, meskipun tingkat pengenalan Ridwan Kamil mencapai 98 persen, tingkat kesukaan terhadapnya justru menurun.
Dalam simulasi pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta berdasarkan hasil survei tiga lembaga tersebut, terlihat jelas adanya tren kenaikan elektabilitas pasangan Pramono-Rano sepanjang bulan September 2024. Survei LSI menunjukkan Ridwan Kamil-Suswono berada di angka 51,80 persen pada awal September, namun angka ini turun menjadi 47,50 persen pada survei Poltracking. Di sisi lain, Pramono-Rano terus mengalami kenaikan elektabilitas dari 28,40 persen di survei LSI menjadi 31,50 persen di survei Poltracking, dan akhirnya mencapai 36,50 persen menurut survei Charta Politika.
Ketua Harian Tim Pemenangan Pramono-Rano, Prasetyo Edi Marsudi, menjelaskan bahwa kenaikan elektabilitas ini berkat program-program kampanye yang tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jakarta. “Masalah utama Jakarta itu macet, banjir, dan pendidikan. Alhamdulillah, program-program kami nyambung dengan kebutuhan warga,” ujarnya. Prasetyo menambahkan bahwa pengalaman Pramono Anung sebagai mantan Sekjen PDIP dan Sekretaris Kabinet dua periode, serta Rano Karno sebagai mantan gubernur, memberikan kekuatan tambahan bagi pasangan ini.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan tiga pasangan calon yang maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. Pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO); pasangan independen nomor urut 2, Dharma Pongrekun-Kun Wardana; dan pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel). Hari pencoblosan dijadwalkan pada 27 November 2024, dan tim Pramono-Rano optimistis dapat menang dalam satu putaran.





















