• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Tingkat Konsumsi Daging dan Susu Indonesia Masih Tertinggal dari Vietnam dan Malaysia

Ali Syarief by Ali Syarief
May 30, 2024
in Economy, Feature
0
Tingkat Konsumsi Daging dan Susu Indonesia Masih Tertinggal dari Vietnam dan Malaysia

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia, yang telah lama mendeklarasikan dirinya sebagai negara agraris, menghadapi tantangan signifikan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi daging dan susu masyarakat. Berdasarkan data terkini, tingkat konsumsi daging dan susu per kapita di Indonesia masih berada di bawah Vietnam dan Malaysia. Fenomena ini mengundang perhatian serius, mengingat potensi agraris yang dimiliki Indonesia.

Salah satu kendala utama dalam meningkatkan konsumsi daging dan susu adalah ketergantungan Indonesia pada impor pakan ternak. Pakan ternak merupakan komponen vital dalam industri peternakan, yang secara langsung mempengaruhi produksi daging dan susu. Ketergantungan pada impor pakan ini menyebabkan biaya produksi yang tinggi, sehingga harga daging dan susu di pasar domestik menjadi relatif mahal. Akibatnya, daya beli masyarakat terhadap produk-produk tersebut menurun, dan konsumsi per kapita tetap rendah.

Selain itu, infrastruktur dan teknologi peternakan di Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Teknologi yang canggih dan infrastruktur yang memadai sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan. Namun, banyak peternak di Indonesia masih menggunakan metode tradisional yang kurang efisien dan menghasilkan output yang rendah.

Di sisi lain, sebagai negara agraris, Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi pakan ternak secara mandiri. Dengan luas lahan yang tersedia dan beragamnya sumber daya alam, Indonesia seharusnya mampu mengurangi ketergantungan pada impor pakan ternak. Pemanfaatan sumber daya lokal seperti jagung, kedelai, dan berbagai jenis tanaman hijauan bisa menjadi solusi alternatif untuk mengatasi masalah ini.

Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kebijakan yang tepat dari pemerintah. Peningkatan investasi dalam penelitian dan pengembangan (R&D) di sektor peternakan dan pakan ternak harus menjadi prioritas. Selain itu, pemerintah perlu menyediakan insentif bagi para peternak dan pengusaha untuk beralih ke teknologi yang lebih modern dan efisien. Pendidikan dan pelatihan bagi peternak juga sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengelola peternakan.

Selain pakan ternak, masalah lainnya adalah distribusi dan logistik. Infrastruktur transportasi yang kurang memadai menyebabkan distribusi daging dan susu dari daerah produsen ke konsumen menjadi tidak efisien. Ini tidak hanya menyebabkan kenaikan biaya tetapi juga mengurangi kualitas produk yang sampai di tangan konsumen.

Pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan dan regulasi terhadap impor daging dan susu. Selama ini, pasar domestik sering kali dibanjiri produk impor yang lebih murah namun dengan kualitas yang tidak terjamin. Peningkatan pengawasan dan regulasi dapat melindungi peternak lokal serta memastikan bahwa produk yang beredar di pasar domestik memenuhi standar kualitas yang baik.

Secara keseluruhan, untuk meningkatkan tingkat konsumsi daging dan susu di Indonesia hingga mencapai atau bahkan melampaui Vietnam dan Malaysia, diperlukan upaya terpadu dari berbagai pihak. Pemerintah, peternak, pengusaha, dan masyarakat harus bekerja sama dalam mengatasi berbagai kendala yang ada. Dengan memanfaatkan potensi agraris yang dimiliki, Indonesia dapat meningkatkan produksi daging dan susu secara mandiri, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

ALUMNI DAN HMI MPO NYATAKAN PERANG PADA ISRAEL

Next Post

Ini 120 Anggota DPRD Jateng Terpilih 2024-2029, Salah Satunya Ayuning Sekar Suci

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Ini 120 Anggota DPRD Jateng Terpilih 2024-2029, Salah Satunya Ayuning Sekar Suci

Ini 120 Anggota DPRD Jateng Terpilih 2024-2029, Salah Satunya Ayuning Sekar Suci

Tokoh Pers Indonesia yang Menjadi Tokoh Nasional

Tokoh Pers Indonesia yang Menjadi Tokoh Nasional

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist