Jakarta, Fusilatnews.— Halal bil Halal Alumni dan HMI MPO (Majelis Penyelamat Organisasi) yang diadakan di Gedong Juang 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta, beberapa hari berselang mengangkat tema “Kemerdekaan Palestina, Amanah UUD 45 dan Khitah Perjuangan HMI MPO”. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk pengacara Prof. DR. H. Eggi Sudjana, yang dikenal karena kritikannya terhadap Presiden Jokowi.
Eggi Sudjana, dalam sambutannya, menanggapi pernyataan Ketua Umum PB HMI MPO, Mahfut Khanafi. Menurut Eggi, HMI MPO seharusnya memproklamasikan perang terhadap Israel, yang didukung oleh pemerintahan Barat dan Amerika Serikat, sementara masyarakatnya banyak yang mendukung Palestina.
Acara Halal bil Halal ini menyoroti situasi di Palestina, yang telah mengalami penindasan sejak akhir Perang Dunia II. Mahfut Khanafi, alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), menyatakan bahwa dunia telah mendesak Israel untuk menghentikan genosida dan pemboman terhadap anak-anak Palestina. Dalam delapan bulan terakhir sejak 7 Oktober 2023, konflik ini telah menewaskan sekitar 36.000 jiwa.
“Kemerdekaan Palestina adalah amanah UUD 45 dan Khitah perjuangan HMI MPO,” ujar Mahfut. Ia juga menambahkan bahwa pada Mei 2024, Palestina telah diakui sebagai negara berdaulat oleh 143 dari 193 negara anggota PBB, terutama berkat dukungan dari negara-negara seperti Irlandia, Norwegia, dan Spanyol.
Protes dari HMI MPO juga menuntut beberapa hal:
- PBB agar mengadili Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang dianggap sebagai pelaku genosida setara dengan penjahat perang seperti Hitler dan Slobodan Milosevic.
- Menghimbau masyarakat dunia untuk memboikot produk-produk Israel, termasuk pada acara KAHMI (Korps Alumni HMI) yang tidak menyajikan produk dari Israel.
- Pemerintah Indonesia, sesuai amanah UUD 45 dan Pancasila, untuk meningkatkan dukungan terhadap Palestina, tidak hanya melalui diplomasi tetapi juga dengan tindakan nyata.
- Mendorong masyarakat untuk memberikan bantuan berupa makanan, obat-obatan, air bersih, dan pendidikan bagi masyarakat Gaza, Palestina.
Acara Halal bil Halal ini juga dihadiri oleh beberapa mantan Ketua Umum HMI MPO yang umumnya bergelar doktor dan profesor, seperti Yusuf Hidayat, Syafiinudin Al Mandarin, M Chozin, Juhat Aji, Afandi Ismail, dan M Fauzi. Namun, acara ini tidak dihadiri oleh calon presiden, Prof. DR. H. Anies Rasyid Baswedan.
Sebelumnya, juga diadakan Halal bil Halal Alumni HMI dan Kohati IAIN Ciputat di markas HMI UIN di Jalan Situkuru, yang dihadiri oleh berbagai tokoh seperti Prof. Tatang Ibrahim, Ahmad Sadikin, Prof. Asep Usman Ismail, Amsal Bahtiar, dan Mariana. Dalam acara tersebut, beberapa alumni menceritakan pengalaman mereka selama di HMI, termasuk cerita lucu dari Yusra Kilun yang gagal dalam pertukaran pemuda ke Jepang.
Meskipun acara-acara seperti ini sering diselenggarakan, kondisi markas HMI dan asrama mahasiswa sering kali memprihatinkan dengan inventaris yang berantakan dan kondisi kebersihan yang kurang terjaga. Hal ini menjadi perhatian para alumni untuk terus memperbaiki fasilitas dan lingkungan demi kenyamanan bersama.
Dengan semangat solidaritas dan perjuangan, Halal bil Halal Alumni dan HMI MPO tahun ini menegaskan dukungan penuh mereka terhadap kemerdekaan Palestina dan menyatakan perang terhadap penindasan yang dilakukan oleh Israel.
























