• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Tips Belanja Ala Orang Jepang: “Membeli Barang Murah Justru Membuat Kehilangan Uang”

Ali Syarief by Ali Syarief
July 16, 2026
in Economy, Feature, Japanese Supesharu
0
Harga Konsumen Utama Jepang Naik 3,3% di Bulan Juni Tahun ini
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Orang Jepang memiliki sebuah pepatah yang terdengar paradoks, tetapi sarat kebijaksanaan:

「安物買いの銭失い」
Yasumono-gai no zeni ushinai.

Secara harfiah berarti, “Membeli barang murah justru membuat kehilangan uang.”

Bagi sebagian orang, pepatah ini terdengar aneh. Bukankah membeli barang murah berarti menghemat? Mengapa justru dianggap sebagai kerugian?

Jawabannya terletak pada cara orang Jepang memandang nilai sebuah barang. Mereka tidak hanya melihat angka pada label harga, tetapi menghitung seluruh biaya yang harus dikeluarkan sepanjang umur barang tersebut.

Sebuah sepatu seharga Rp250.000 mungkin terlihat murah. Namun jika rusak dalam enam bulan dan harus membeli lagi, lalu membeli lagi setahun berikutnya, total pengeluarannya bisa melampaui harga sepatu berkualitas yang bertahan lima atau bahkan sepuluh tahun.

Yang mahal belum tentu boros. Yang murah belum tentu hemat.

Dalam pandangan orang Jepang, harga bukanlah ukuran utama. Nilai (value) jauh lebih penting daripada sekadar murah (price).

Mereka lebih suka bertanya:

“Berapa lama barang ini akan saya gunakan?”

daripada,

“Berapa diskonnya?”

Inilah yang membedakan budaya konsumsi Jepang dengan budaya konsumsi yang berkembang di banyak negara, termasuk Indonesia.

Di era marketplace dan media sosial, konsumen setiap hari dibombardir dengan berbagai godaan: Flash Sale, Big Payday, Cashback, Gratis Ongkir, Beli 2 Gratis 1, hingga hitungan mundur yang menciptakan rasa panik agar segera membeli.

Padahal, potongan harga sering kali hanya mengalihkan perhatian dari pertanyaan yang paling penting:

Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?

Orang Jepang tidak anti-diskon. Mereka juga senang membeli makanan yang diberi stiker potongan harga menjelang toko tutup. Namun mereka membeli karena barang itu memang akan digunakan atau dikonsumsi, bukan semata-mata karena murah.

Mereka tidak membiarkan diskon mengubah kebutuhan menjadi keinginan.

Ada pelajaran psikologis yang menarik di balik kebiasaan ini. Manusia cenderung merasa senang ketika berhasil mendapatkan harga murah. Otak melepaskan dopamin, hormon yang memberi rasa puas. Namun rasa puas itu sering kali hanya berlangsung sesaat.

Beberapa hari kemudian, barang tersebut tersimpan di lemari tanpa pernah digunakan.

Yang hilang bukan hanya uang, tetapi juga ruang, waktu, dan kesempatan menggunakan uang itu untuk sesuatu yang lebih bernilai.

Orang Jepang menyebut pemborosan sebagai sesuatu yang mottainai—sayang jika sesuatu disia-siakan. Filosofi ini bukan hanya berlaku pada makanan, tetapi juga pada pakaian, peralatan rumah tangga, bahkan uang.

Karena itu, mereka lebih memilih membeli satu barang berkualitas tinggi yang dapat digunakan bertahun-tahun daripada lima barang murah yang cepat rusak.

Cara berpikir seperti ini sebenarnya adalah investasi, bukan penghematan semata.

Belanja cerdas bukan berarti membeli yang termurah.

Belanja cerdas adalah membeli yang paling memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Mereka juga memiliki kebiasaan yang patut ditiru: sebelum membeli sesuatu, mereka mempertimbangkan apakah barang itu benar-benar akan memperbaiki kualitas hidup mereka.

Jika jawabannya tidak jelas, mereka tidak merasa rugi karena tidak membeli.

Sebaliknya, mereka justru merasa beruntung karena berhasil menyimpan uang untuk kebutuhan yang lebih penting.

Di tengah budaya konsumtif saat ini, pepatah Jepang tersebut menjadi semakin relevan. Banyak orang mengejar harga murah, tetapi lupa menghitung biaya tersembunyi: barang cepat rusak, harus diganti, membutuhkan perawatan lebih mahal, atau bahkan hanya menjadi penghuni gudang.

Sesungguhnya, keputusan belanja yang paling menguntungkan bukanlah ketika kita mendapatkan diskon terbesar.

Melainkan ketika kita mampu berkata dengan tenang,

“Saya tidak membutuhkannya.”

Karena kekayaan seseorang bukan ditentukan oleh seberapa banyak barang yang dimilikinya, melainkan oleh seberapa bijaksana ia menggunakan setiap rupiah yang diperolehnya.

Pepatah Jepang itu mengajarkan sebuah prinsip sederhana namun mendalam: hemat bukan berarti membeli yang murah, melainkan membeli yang benar.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Belanja Cerdas (Smart Shopping): Jangan Sampai Otak Kita Dikelabui oleh Selera Emosi

Next Post

Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa
Feature

Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa

July 16, 2026
Belanja Cerdas (Smart Shopping): Jangan Sampai Otak Kita Dikelabui oleh Selera Emosi
Economy

Belanja Cerdas (Smart Shopping): Jangan Sampai Otak Kita Dikelabui oleh Selera Emosi

July 16, 2026
Penyelesaian Adat Perseteruan Kejaksaan versus Polri: Semua Aman
Birokrasi

Penyelesaian Adat Perseteruan Kejaksaan versus Polri: Semua Aman

July 16, 2026
Next Post
Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa

Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa

Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa

July 16, 2026
Harga Konsumen Utama Jepang Naik 3,3% di Bulan Juni Tahun ini

Tips Belanja Ala Orang Jepang: “Membeli Barang Murah Justru Membuat Kehilangan Uang”

July 16, 2026
Belanja Cerdas (Smart Shopping): Jangan Sampai Otak Kita Dikelabui oleh Selera Emosi

Belanja Cerdas (Smart Shopping): Jangan Sampai Otak Kita Dikelabui oleh Selera Emosi

July 16, 2026
Penyelesaian Adat Perseteruan Kejaksaan versus Polri: Semua Aman

Penyelesaian Adat Perseteruan Kejaksaan versus Polri: Semua Aman

July 16, 2026
Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural

Prabowo Takut kepada Temannya Sendiri

July 16, 2026
Bongkar Krisis Literasi dari Desa: Mahasiswa KKN Unhas Siapkan Gerakan Membaca untuk Lahirkan Generasi Cerdas

Bongkar Krisis Literasi dari Desa: Mahasiswa KKN Unhas Siapkan Gerakan Membaca untuk Lahirkan Generasi Cerdas

July 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa

Demagogi: Ketika Politik Memainkan Ketakutan dan Kebencian Massa

July 16, 2026
Harga Konsumen Utama Jepang Naik 3,3% di Bulan Juni Tahun ini

Tips Belanja Ala Orang Jepang: “Membeli Barang Murah Justru Membuat Kehilangan Uang”

July 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...