• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Prabowo Takut kepada Temannya Sendiri

Ali Syarief by Ali Syarief
July 16, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Menjatuhkan sebagai Sikap Politik: Membongkar Kemunafikan Demokrasi Prosedural
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Salah satu paradoks terbesar dalam politik Indonesia hari ini adalah ketika seorang presiden yang menguasai hampir seluruh instrumen kekuasaan justru terdengar seperti pemimpin yang sedang dikepung. Dalam berbagai pidatonya, Presiden Prabowo Subianto kerap tampil menggebu-gebu, bahkan tidak jarang melontarkan kalimat yang terdengar sebagai olok-olok kepada rakyat yang berbeda pandangan.

Ucapan seperti “silakan keluar dari Indonesia” atau pernyataan bernada ancaman bahwa ia akan “mengejar” para pengkritiknya lebih menyerupai ekspresi kekesalan daripada argumentasi seorang negarawan. Kritik dibalas dengan retorika emosional, bukan dengan data, dialog, atau penjelasan yang meyakinkan.

Padahal, jika dilihat dari konfigurasi politik, hampir tidak ada alasan bagi Prabowo untuk merasa terancam oleh kritik masyarakat. Koalisi pemerintah begitu gemuk. Di DPR RI, partai-partai pendukung menguasai mayoritas kursi sehingga hampir semua agenda pemerintah dapat berjalan relatif mulus. Di ranah eksekutif, pembagian jabatan juga memperlihatkan bahwa kekuasaan tersebar hampir seluruhnya kepada partai-partai koalisi dan kelompok-kelompok yang berada di lingkaran pendukung pemerintah.

Secara matematis, kekuasaan itu nyaris sempurna.

Namun justru di situlah letak persoalannya. Ketika hampir semua kekuatan politik telah dirangkul, yang tersisa sebagai penyeimbang hanyalah suara rakyat dan masyarakat sipil. Kritik publik kemudian dipersepsikan sebagai ancaman, padahal dalam demokrasi, kritik adalah mekanisme koreksi agar kekuasaan tidak kehilangan arah.

Ironisnya, pidato-pidato yang berapi-api sering kali tidak diikuti dengan penjelasan yang memadai mengenai capaian konkret. Retorika yang keras memang mampu membangkitkan emosi pendukung, tetapi tidak otomatis menyelesaikan persoalan bangsa. Publik pada akhirnya akan menilai pemerintah bukan dari seberapa lantang pidatonya, melainkan dari seberapa nyata hasil kerjanya.

Di sisi lain, gaya komunikasi yang merendahkan pihak yang berbeda pendapat juga berisiko mengejek sebagian rakyatnya sendiri. Dalam negara demokrasi, presiden bukan hanya pemimpin bagi mereka yang memilihnya, tetapi juga bagi warga yang tidak memberikan suara kepadanya. Karena itu, setiap kritik seharusnya dipandang sebagai bagian dari hak konstitusional warga negara, bukan sebagai bentuk permusuhan.

Paradoks lain muncul ketika pemerintah terlihat sangat percaya diri menghadapi oposisi yang lemah, tetapi tampak sensitif terhadap kritik yang datang dari akademisi, jurnalis, aktivis, maupun masyarakat biasa. Hal ini memunculkan pertanyaan: sebenarnya siapa yang ditakuti?

Boleh jadi, yang paling ditakuti bukanlah lawan politik di luar pemerintahan, melainkan potensi retaknya solidaritas di dalam koalisi sendiri. Koalisi yang terlalu besar memang menciptakan stabilitas jangka pendek, tetapi juga menyimpan kompetisi kepentingan yang tidak kecil. Semakin banyak pihak yang harus diakomodasi, semakin besar pula energi politik yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan internal.

Dalam situasi seperti itu, kritik dari luar menjadi mudah dijadikan kambing hitam untuk mempersatukan barisan pendukung. Retorika keras pun menjadi alat untuk menunjukkan ketegasan, meski substansinya sering kali tidak menjawab persoalan yang dipertanyakan publik.

Demokrasi tidak membutuhkan pemimpin yang paling keras suaranya. Demokrasi membutuhkan pemimpin yang paling siap mendengar. Keberanian seorang presiden bukan diukur dari kemampuannya membungkam kritik, melainkan dari kesediaannya menjawab kritik dengan argumentasi, kebijakan yang baik, dan hasil yang dapat dirasakan rakyat.

Pada akhirnya, sejarah tidak akan mengingat seberapa lantang seorang pemimpin berpidato. Sejarah akan mengingat apakah kekuasaan yang begitu besar digunakan untuk memperkuat demokrasi atau justru mempersempit ruang kebebasan berpendapat. Di situlah kualitas kepemimpinan akan diuji.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bongkar Krisis Literasi dari Desa: Mahasiswa KKN Unhas Siapkan Gerakan Membaca untuk Lahirkan Generasi Cerdas

Next Post

Penyelesaian Adat Perseteruan Kejaksaan versus Polri: Semua Aman

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

MALING TERIAK MALING

July 17, 2026
Habib Umar Alhamid: Presiden Prabowo Tak Pernah Lelah Bangun Indonesia, Justru Terus Dorong Reformasi
News

Habib Umar Alhamid: Presiden Prabowo Tak Pernah Lelah Bangun Indonesia, Justru Terus Dorong Reformasi

July 17, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima
Feature

Raja Juli dan Raja Jawa

July 17, 2026
Next Post
Penyelesaian Adat Perseteruan Kejaksaan versus Polri: Semua Aman

Penyelesaian Adat Perseteruan Kejaksaan versus Polri: Semua Aman

Belanja Cerdas (Smart Shopping): Jangan Sampai Otak Kita Dikelabui oleh Selera Emosi

Belanja Cerdas (Smart Shopping): Jangan Sampai Otak Kita Dikelabui oleh Selera Emosi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

July 17, 2026

MALING TERIAK MALING

July 17, 2026
Habib Umar Alhamid: Presiden Prabowo Tak Pernah Lelah Bangun Indonesia, Justru Terus Dorong Reformasi

Habib Umar Alhamid: Presiden Prabowo Tak Pernah Lelah Bangun Indonesia, Justru Terus Dorong Reformasi

July 17, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

Raja Juli dan Raja Jawa

July 17, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Trump Menawarkan Damai, Iran Menolak: Ambisi Strategis Dinilai Lebih Berharga daripada Ratusan Miliar Dolar

July 17, 2026

CARA PRABOWO MEMUTUS DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN

July 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

July 17, 2026

MALING TERIAK MALING

July 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...