Oleh Achsin El-Qudsy
JAKARTA – FusilatNews.–Ketua Umum Generasi Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak pernah menyatakan lelah dalam membenahi Indonesia. Sebaliknya, menurutnya, berbagai pidato Presiden menunjukkan optimisme yang kuat terhadap masa depan bangsa serta komitmen untuk mempercepat reformasi di berbagai sektor.
Dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026), Habib Umar membantah narasi yang menyebut Presiden Prabowo mulai kehilangan semangat atau bersikap pesimistis terhadap kondisi Indonesia.
“Presiden Prabowo justru menunjukkan semangat juang yang sangat tinggi. Beliau tidak pernah menyatakan lelah membangun bangsa. Yang ada, beliau terus mengajak seluruh elemen negara bekerja keras dan bahkan menyindir pihak-pihak yang selalu melihat masa depan Indonesia secara pesimistis,” kata Habib Umar.
Ia mengatakan, pidato Presiden pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 menjadi salah satu bukti optimisme pemerintah dalam memandang masa depan Indonesia.
Menurut Habib Umar, dalam pidato tersebut, Presiden menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara yang makmur apabila seluruh komponen bangsa bekerja secara sungguh-sungguh. Presiden juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh narasi yang melemahkan optimisme terhadap masa depan bangsa.
“Pesan Presiden sangat jelas. Beliau mengajak rakyat Indonesia untuk optimistis. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang membuat masyarakat kehilangan harapan terhadap bangsa sendiri,” ujarnya.
Habib Umar menilai optimisme menjadi modal penting dalam menjalankan agenda pembangunan nasional, terutama ketika pemerintah tengah melakukan pembenahan di bidang ekonomi, hukum, birokrasi, hingga pemberantasan korupsi.
Selain itu, ia menyoroti ketegasan Presiden Prabowo terhadap aparatur negara. Menurutnya, Presiden tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi, tetapi juga mendorong reformasi menyeluruh terhadap lembaga penegak hukum dan institusi negara.
“Presiden secara tegas meminta TNI, Polri, Kejaksaan, Mahkamah Agung, dan seluruh aparatur negara untuk terus melakukan pembenahan. Beliau ingin setiap institusi membersihkan diri dari praktik penyimpangan, penyalahgunaan kewenangan, dan korupsi,” kata Habib Umar.
Ia menilai komitmen tersebut menunjukkan bahwa agenda pemerintahan Prabowo tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan integritas lembaga negara guna mengembalikan kepercayaan publik.
Habib Umar menambahkan, pemberantasan korupsi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh institusi negara tanpa pandang bulu.
“Presiden menginginkan pemerintahan yang bersih. Karena itu, setiap lembaga harus berani melakukan evaluasi internal dan memperbaiki sistem agar tidak ada ruang bagi korupsi maupun penyalahgunaan jabatan,” ujarnya.
Menurut Habib Umar, Presiden Prabowo juga berulang kali mengingatkan para birokrat bahwa jabatan merupakan amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan, serta seluruh fasilitas negara yang digunakan pejabat berasal dari uang rakyat sehingga wajib dibalas dengan pelayanan yang maksimal.
“Beliau selalu mengingatkan bahwa setiap pejabat bekerja karena mandat rakyat. Semua fasilitas yang mereka gunakan berasal dari rakyat. Karena itu, tidak boleh ada birokrat yang bekerja setengah hati atau memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Habib Umar mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung agenda pembenahan yang tengah dijalankan pemerintah dengan tetap menjaga optimisme dan persatuan nasional.
“Bangsa ini membutuhkan semangat gotong royong dan optimisme. Kritik tentu penting dalam demokrasi, tetapi jangan sampai berubah menjadi pesimisme yang melemahkan kepercayaan terhadap masa depan Indonesia. Presiden Prabowo telah menunjukkan komitmennya untuk terus bekerja dan membangun negeri ini. Mari kita kawal bersama agar cita-cita Indonesia yang maju, bersih, sejahtera, dan mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” ujarnya.






















