Untuk menjaga kedaulatan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia dari gangguan kapal -kapal China yang mengklaim ZEE Indonesia sebagai wilayah perairan miliknya Panglima TNI menugaskan TNI AL dan TNI AL mengerahkan 4 kapal perang dan 1 pesawat pengintai untuk berpatroli menjaga kedaulatan RI diperaiaran ZEE Indonesia di perairan Natuna
“Jadi kita tetap menjaga kedaulatan dan tetap menyiapkan minimal ada 3 atau 4 KRI di Natuna. Kemudian ada 1 pesawat patroli maritim,” Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali kepada para reporter dari atas KRI Banda Aceh-593. usai peringatan Hari Dharma Samudera di Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (16/1).
Menurut KSAL TNI AL juga dibantu oleh TNI AU yang akan mengerahkan drone UAV dan pesawat tempur nirawak (UCAV).KSAL juga menjelaskan tentang situasi di perairan Natuna kondusif aaman dan damai
“Sampai sekarang tidak ada masalah dan tidak ada hal-hal yang menimbulkan provokasi-provokasi baru. Jadi tetap aman,” kata Ali.
Mengenai kapal coast guard atau penjaga pantai milik China hanya lalu-lalang di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna
. “Jadi untuk lalu lalang atau lalu lintas kapal yang berada di sana itu diperbolehkan berdasarkan hukum laut internasional. Jadi itu ada freedom of navigation di sana,” ujar Ali.
Berdasarkan Hukum Laut PBB Zona Ekonomi Eksklusive hanya boleh dilewati oleh kapal-kapal internasional baik sipil maupun militer tatapi untuk segala sumberdaya alam yang berada di ZEE Indonesia sepenuhnya menjadi hak ekonomi eksklusive Indonesia termasuk ikan.
Menurut KSAL sebagaimana yang disampaikan kepada Reuters Kapal China itu tidak melakukan aktivitas yang mencurigakan. Namun perlu kita pantau karena sudah lama berada di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia,” Kata KSAL
Data pelacakan kapal menunjukkan kapal China, CCG 5901, telah berlayar di Laut Natuna dan khususnya dekat dengan ladang gas Blok Tuna Indonesia dan ladang minyak dan gas Chim Sao Vietnam sejak 30 Desember, kata Inisiatif Keadilan Kelautan Indonesia kepada Reuters.
CCG 5901 China adalah kapal penjaga pantai terbesar di dunia dan dijuluki “monster” karena ukurannya. Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) memberikan hak navigasi kapal melalui ZEE.
Kehadiran kapal China yang terkenal itu mungkin menandakan peningkatan ketegasan China setelah Vietnam dan Indonesia menyelesaikan kesepakatan tentang batas-batas ZEE kedua negara di wilayah laut Natuna.
Indonesia juga baru-baru ini menyetujui rencana pengembangan ladang gas Tuna, yang melibatkan perkiraan investasi lebih dari $3 miliar untuk memulai produksi. .


























