• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Contributor

TUHAN DAN ILMU PENGETAHUAN

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
December 17, 2021
in Contributor, Feature, News
0
TUHAN DAN ILMU PENGETAHUAN
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Tujuan sains adalah mencari hukum yang mengatur alam semesta. Mengapa alam harus punya hukum, atau prinsip2 yang teratur? Tidak lain karena para ilmuwan mengasumsikan bahwa alam semesta tidak sembarangan, melainkan sesuatu yang cerdas. Hanya bila alam itu  cerdas maka ia bisa mempunyai hukum dan menegakkannya.

Dengan mengetahui hukum alam, manusia mengetahui apakah tindakannya benar atau tidak. Kebenaran yang paling abadi, yang bisa diketahui oleh manusia, ya hanya itu: kebenaran hukum alam. Bertindak secara serasi dengan hukum alam menjadikan manusia merasa “berada di atas jalan yang benar”, “di jalan keabadian”. 

Untuk mengetahui hukum alam dan pengetahuan2 lainnya manusia harus menggunakan pikirannya. Mereka itu nanti disebut kaum ilmuwan. Di luar mereka itu ada yang disebut kaum fatalis, yang menganggap pengetahuan cukup dari pengalaman, buku suci, dan perilaku orang2 suci jaman dulu. Kaum fatalis itu tahu (dari pengalaman) bahwa bila orang meloncat dari atas pohon kelapa akibatnya fatal.  Fatalisme mengatakan, “Jangan loncat dari pohon kelapa, karena Tuhan tidak menghendaki.” Fatalisme itu memang menolong orang banyak, sehingga tidak ada orang meloncat dari pohon kelapa, tetapi kehidupan menjadi statis. Sebab fatalisme menolak orang berpikir, merasa cukup dengan melontar alasan “karena Tuhan menghendaki”, “begitu kata kitab suci”, “begitu kata ulama jaman dulu”.

Jadi sains, sejak zaman Copernicus dan Galileo, pada dasarnya adalah pemberontakan kepada fatalisme. (Tentu saja menjadi pemberontakan kepada pemuka agama juga, sebab fatalisme kebanyakan berasal dari sana). Sains berkembang di dua ranah: ilmu2 alam yang deterministik dan ilmu2 humaniora yang non deterministik. Perkembangannya di Dunia Barat dianggap telah membongkar awan gelap yang menyelubungi kebodohan manusia, maka disebut sebagai Masa Pencerahan.  

Enggan memakai jawaban-semua-soalan “Karena Tuhan Menghendaki”, ilmuwan mencari tahu alasan sesungguhnya  mengapa orang tidak boleh meloncat dari pucuk pohon kelapa. Dari situ ketemu hukum gravitasi. (Saya menggunakan temuan Galileo ini sebagai metafora, jangan dipikir terlalu eksak). Dengan mengetahui ada hukum gravitasi yang bekerja dalam “loncatan” itu menjadikan manusia maju selangkah lagi, ia bisa berpikir cara mengatasinya. Itulah yang membimbing manusia kemudian membikin pesawat terbang. 

Maka melalui “pembebasan pikiran” manusia menyadari bahwa ia bisa memperluas batas-batas kemungkinan kehidupannya. Ia bisa bergerak secepat angin, bisa terbang seperti burung, bisa menyelam seperti ikan. Semua itu diraih melalui pengetahuan tentang hukum2 alam.

Apakah manusia bisa meraih itu semua tanpa melalui “pembebasan pikiran”? Pembebasan yang dimaksudkan di sini sebetulnya adalah pembebasan dari dogma agama. Di Dunia Barat, dogma agama telah menghalangi sains. Untuk membuka jalan bagi sains, orang Barat melawan dogma itu melalui slogan “kebebasan berpikir”. Andai saja doktrin agama tidak menghalangi kebebasan berpikir, slogan itu tentu tidak ada.

Memperalat agama untuk menghalangi sains tidak dilakukan oleh Pemuka Kristen saja tetapi juga oleh Ulama Islam. Seribu tahun yang lalu Al-Ghazali mengkritik filsafat melalui bukunya, “Tahafut al-Falasiyah”. Kritik Al-Ghazali biasa saja dalam tradisi keilmuan. Persoalannya menjadi lain ketika kritik itu diangkat ke dalam politik di suatu masyarakat yang kebetulan terbelah ke dalam golongan yang mengutamakan ketaatan dan golongan yang mendorong kebebasan (berpikir). 

Yang terjadi kemudian, pikiran Al-Ghazali dipergunakan untuk memberangus golongan yang disebutkan terakhir. Pemberangusan itu masih berlangsung sampai sekarang. Pemberangusan itulah yang menyebabkan masyarakat Islam sangat terlambat dalam penguasaan sains dan teknologi.

Jadi perlu dicatat, konflik agama vs sains terjadi karena politik. Bukan karena agama itu sendiri berlawanan dengan sains. Pemuka2 agama tidak tahan terhadap efek kebebasan berpikir yang (dengan sendirinya) menggoyang kepercayaan2 yang berlaku pada saat itu. Bila kepercayaan2 itu runtuh mereka khawatir kekuasaan mereka pun akan jatuh. Itulah yang terjadi ketika kaum Protestan mempertanyakan hak gereja mengeluarkan surat pengampunan dosa. Surati itu diciptakan bukan lantaran gereja memang memiliki kuasa mengambpuni dosa manusia. Surat itu dibikin agar gereja bisa mengumpulkan uang; uang itu perlu untuk membiayai kegiatan2 penguasa gereja.

Agama seharusnya tidak kuatir kepada sains. Alasan pokoknya telah dikemukakan di awal tulisan ini. Intinya, sains pun percaya bahwa alam itu cerdas karena itu bisa menciptakan hukum alam dan menegakkannya. Apa dan siapakah alam itu, kenapa bisa secerdas itu? Sains tidak mampu menjawabnya karena persoalan itu berada di bawah alam sadarnya. Filsafat sains pun tidak menjawab pertanyaan itu. Filsafat sains hanya mempersoalkan metodologi sains, yaitu asumsi2 yang berada dibalik paradigma yang ada (normal science). 

Orang boleh saja mengatakan bahwa alam itulah Tuhan, bayangan Tuhan atau cermin Tuhan. Pandangan-pandangan itu tidak ada artinya bagi sains, tidak mengubah apa-apa dalam praktek dan cara kerja sains. Kalau ada sains atau saintis, seperti Richard Dawkins, yang mengatakan bahwa Tuhan tidak ada, sebetulnya ia sedang mempraktekkan pseudo-science. Kata Popper, pseudo-science tidak bisa difalsifikasi. Tidak bisa dibuktikan salah, tidak pula bisa dibuktikan benar.

Jadi sains itu tidak bisa membuktikan Tuhan ada, tidak juga bisa membuktikan Tuhan tidak ada. Usaha sains itu paling jauh adalah membuat dirinya berguna. Ia tidak bisa membongkar asal-usulnya sendiri. Kepuasan tertinggi seorang ilmuwan terejawantah ketika ia merasa sangat dekat dengan alam, mengetahui betul sifat dan karakteristik alam. Dalam hal tersebut seorang non-relijius akan makin mencintai alam. Kalau ia seorang yang relijius, ia akan makin mencintai Tuhannya.—

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SDM di Era Digital

Next Post

Strategi Manajemen Talenta

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG
Bencana

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG
Feature

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026
Next Post
Strategi Manajemen Talenta

Strategi Manajemen Talenta

TUHAN, KEBEBASAN BERBICARA DAN HABIB RIZIK SHIHAB

TUHAN, KEBEBASAN BERBICARA DAN HABIB RIZIK SHIHAB

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026
Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

January 25, 2026
Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist