UE mengumumkan daftar teknologi sensitif yang harus dijauhkan dari para pesaingnya, seiring dengan langkah-langkah lebih lanjut yang diambil Uni Eropa untuk menghadapi kebijakan perdagangan agresif China.
Komisi Eropa menerbitkan daftar empat teknologi paling penting yang diyakini harus dipantau Eropa dengan lebih hati-hati. Tidak disebutkan secara langsung mengenai China atau Rusia, namun target dalam daftar tersebut jelas.
UE mengumumkan daftar teknologi sensitif yang harus dijauhkan dari para pesaingnya, seiring dengan langkah-langkah lebih lanjut yang diambil Uni Eropa untuk menghadapi kebijakan perdagangan agresif China.
Brussels sedang membangun kebijakan perdagangan untuk melindungi blok tersebut dari tindakan negara-negara pesaing, setelah guncangan rantai pasokan mengguncang perekonomian Eropa selama pandemi Covid-19, dan krisis energi yang terjadi setelah serangan Rusia terhadap Ukraina.
Ini mencakup alat yang disetujui oleh Parlemen Eropa pada hari Selasa yang bertujuan untuk menghukum negara-negara yang berusaha memberikan tekanan pada salah satu negara anggotanya.
Komisi Eropa menerbitkan daftar empat teknologi paling penting yang diyakini harus dipantau Eropa dengan lebih hati-hati karena teknologi tersebut berpotensi membahayakan keamanan blok tersebut jika berada di tangan yang salah.
Tekhnologi itu adalah semi-konduktor canggih yang digunakan untuk banyak barang listrik yang digunakan sehari-hari; kecerdasan buatan termasuk komputasi awan; teknologi kuantum; dan bioteknologi termasuk teknik modifikasi genetik
Tugas beresiko
Komisi tersebut akan melakukan penilaian risiko dengan negara-negara anggota pada akhir tahun ini untuk menentukan tindakan tindak lanjut yang harus diambil, yang dapat mencakup pengendalian ekspor.
“Kita perlu terus memantau teknologi-teknologi penting kita, menilai paparan risiko kita dan –– jika diperlukan mengambil langkah-langkah untuk menjaga kepentingan strategis dan keamanan kita,” kata komisioner pasar internal UE, Thierry Breton.
Eropa “mengakhiri era kenaifan”, Breton menambahkan dalam sebuah pernyataan.
Tidak disebutkan secara langsung mengenai China atau Rusia, namun target dalam daftar tersebut jelas.
Amerika Serikat telah mengambil beberapa langkah dalam beberapa tahun terakhir untuk mengekang akses Beijing terhadap teknologi, termasuk membatasi penjualan chip komputer canggih ke China.
Meskipun Uni Eropa mengatakan pihaknya berupaya mempertahankan dialog dengan Beijing, Brussels telah meningkatkan upayanya untuk membatasi perdagangan penting dengan China
‘Membela pekerjaan di UE’
Hal ini merupakan bagian dari strategi “pengurangan risiko” namun bukan “pemisahan” dari China, yang dipelopori oleh Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Dia telah berulang kali menekankan perlunya Eropa untuk memproduksi lebih banyak produk di benua tersebut dan bekerja sama dengan negara-negara sahabat untuk menjamin “keamanan ekonomi”, sebuah ungkapan yang sering digunakan sejak serangan Rusia terhadap Ukraina dimulai tahun lalu.
Von der Leyen meluncurkan doktrin strategi keamanan pada bulan Juni untuk lebih melindungi kepentingan UE dan menugaskan komisi tersebut untuk menyiapkan proposal mengenai investasi keluar yang dapat membatasi pendanaan luar negeri oleh perusahaan-perusahaan Eropa.
Parlemen juga memberikan persetujuan akhir terhadap mekanisme yang memungkinkan blok tersebut mengenakan tarif, membatasi investasi dan membatasi akses terhadap kontrak publik bagi negara-negara yang dianggap terlibat dalam pemerasan ekonomi.
Hal ini merupakan respons terhadap perselisihan dengan China mengenai pembatasan perdagangan yang diberlakukan pada anggota Uni Eropa, Lithuania, setelah negara tersebut memperkuat hubungan dengan Taiwan.
“Ini adalah alat yang diperlukan yang akan membantu melindungi kepentingan UE dan negara-negara anggotanya dari paksaan ekonomi,” kata komisaris perdagangan UE Valdis Dombrovskis dalam debat parlemen di Strasbourg pada hari Senin.
“Instrumen baru ini memberi kita sarana untuk membela lapangan kerja dan industri UE,” katanya.
Anggota Parlemen Eropa menanyai Dombrovskis pada hari Selasa tentang hubungan UE dengan Beijing setelah kunjungannya ke China bulan lalu.
Dalam kunjungannya tersebut ia mengangkat isu defisit perdagangan Eropa dengan China yang membengkak, yang menurutnya telah mencapai $420 miliar.
UE sudah menyiapkan undang-undang untuk mengurangi ketergantungannya pada China untuk bahan mentah penting, yang digunakan dalam produk seperti mobil listrik dan telepon pintar.
China sudah mengambil tindakan pada bulan Juli untuk membatasi akses terhadap dua logam langka yaitu galium dan germanium merupakan logam penting untuk pembuatan semi-konduktor.
Dalam serangan terbaru terhadap China, Brussels bulan lalu membuka penyelidikan terhadap subsidi mobil listrik China setelah adanya klaim bahwa hal tersebut menyebabkan persaingan tidak sehat di pasar UE.
Investigasi tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya perang dagang dengan Beijing, karena UE dapat memutuskan untuk mengenakan tarif pada mobil listrik China di atas tarif standar UE sebesar 10 persen jika mereka menyimpulkan adanya praktik yang tidak adil.























