FusilatNews- Kasus tewasnya Brigadir J menjadi malapetaka bagi Polri karena terkait pertaruhan nama baik, terbaru, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dipanggil Jokowi ke istana, menanyakan langsung perkembangan kasus kematian Brigadir J. Presiden mengharapkan terselesaikan supaya citra Polri tidak babak belur.
Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengatakan ujian terberat bagi Kapolri saat ini berkaitan dengan tanggapan atas surat pengunduran diri Sambo sebagai polisi, Bambang mengatakan akan salah jika Listyo menyetujui surat pengunduran diri tersebut, karena akan menunda proses persidangan pelanggaran kode etik Sambo. Selain itu sikap ragu-ragu dalam pengungkapan kasus Sambo memunculkan pertanyaan tentang nasib Listyo sebagai Kapolri
“Listyo ini orangnya model peragu, maju mundur, konsistensinya masih diragukan. Kayak kemarin dia menyampaikan FS [Ferdy Sambo] sudah mengajukan pengunduran diri, kalau mundur artinya tidak ada PTDH [pemberhentian tidak dengan hormat],” ujar Bambang dikutip CNNIndonesia.com, Kamis (25/8).
“Kalau [sidang] etik nanti tidak merekomendasikan PTDH dan Listyo menerima pengunduran diri Sambo artinya Sambo diberhentikan dengan hormat dan dapat pensiun, artinya [Listyo] blunder lagi,” unkapnya.
Komisi Kode Etik Polri (KKEP) telah menjatuhkan sanksi pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Sambo dini hari tadi.
Ferdy Sambo dinilai terbukti melakukan sejumlah pelanggaran kode etik terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Ia dianggap merekayasa hingga menghalangi penyidikan kasus tersebut. Ia mengakui Listyo telah mendapatkan dukungan politik dari DPR dalam rapat dengar pendapat yang berlangsung sekitar 10 jam pada Rabu (24/8).
Bambang menegaskan dukungan dari berbagai pihak itu akan sia-sia bila Listyo terus bersikap ragu-ragu dalam menuntaskan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Sebaliknya, menurutnya, Listyo akan otomatis mendapatkan kembali kepercayaan Polri bila konsisten melakukan pembenahan Polri dan mengambil langkah yang bukan bertujuan untuk menyelamatkan diri sendiri.
“Kemarin dapat dukungan DPR, wong kemarin seperti paduan suara. Sekarang tinggal Listyo sendiri konsisten atau tidak terkait berbagai komitmennya. Kalau tidak, berat untuk mengembalikan kepercayaan publik pada Polri,” ucap Bambang.
“Kalau Listyo konsisten benahi Polri, Listyo sebagai Kapolri akan otomatis dapat kepercayaan. Tapi kalau sekadar selamatkan pribadi, yang dikorbankan ya institusinya,’ imbuh dia.
























