• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Utang Kampanye dan “Dark Money”

fusilat by fusilat
February 14, 2023
in Feature
0
Kebijakan BLT Minyak Goreng Panen Kritik, Ada Apa?

KOMPAS.com/NURWAHIDAH

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Doddy Salman Dosen

DALAM kabar yang beredar di media sosial, mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan disebut berutang kepada Sandiaga Uno saat kampanye pada Pilda DKI 2017.  Jumlah utangnya Rp 50 miliar. Sandiaga merupakan calon wakil Anies dalam Pilkada DKI 2017 itu. Dalam perkembangan terbaru, sebagaimana diberitakan Kompas.com, beredar foto surat pengakuan utang senilai Rp 92 miliar Anies kepada Sandi. Anies Baswedan, melalui Hendri Satrio menyebutkan, bahwa isi perjanjian tersebut hanya sebatas harus mengembalikan uang apabila kalah dalam Pilkada DKI 2017. Sebaliknya, jika menang, perjanjian dianggap telah selesai dan Anies tidak perlu membayar utang tersebut (Kompas.com). Anies dan Sandiaga menang dalam Pilkada DKI 2017. Utang itu pun, menurut Hendri, dengan sendirinya dinyatakan terhapuskan.

Tulisan ini ingin membahas persoalan utang kampanye para politisi secara lebih luas dengan membandingkannya dengan praktik di Amerika Serikat (AS), negara yang mengaku paling demokrasi sejagat. Situs salon.com (situs berita politik progresif/liberal AS yang didirikan tahun 1995) pada tahun 2013 membuat daftar para kandidat presiden AS yang memiliki utang kampanye. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, ada 14 orang! Di antaranya ada Presiden Bill Clinton, Presiden Barack Obama, dan mantan Wali Kota New York Rudy Giulani. Clinton berutang 100 ribu dolar atau sekitar Rp 1,5 miliar (dengan nilai kurs 1 dolar = Rp 15.000). Clinton berutang untuk kampanye presiden tahun 1996. Utang tersebut untuk membayar jasa firma konsultasi dan dan lembaga polling. Barack Obama berutang di antaranya kepada perusahaan telepon, konsultan media, kantor asuransi, perusahaan komputer, dan pengacara.

Semuanya dilakukan dalam rangka kampanye presiden tahun 2012. Jumlah totalnya adalah 3 juta atau sekitar Rp 45 miliar. Rudy Giulani berutang 1,7 juta dolar (sekitar Rp 25 miliar) untuk biaya kampanye jadi wali bkota New York tahun 2008. Di antara para politisi AS yang mungkin yang paling besar utangnya adalah Newt Gingrich. Mantan Ketua DPR AS asal Partai Republik itu berutang 4,6 juta (nyaris Rp 72 miliar) untuk kampanye pemilihan presiden tahun 2012. Gingrich berutang kepada lebih dari 100 vendor yang mendukung kampanyenya di bidang penerbangan, organisasi acara, kehumasan dan jasa keamanan. Besarnya utang kampanye para politis AS itu seiring dengan besarnya pesta demokrasi negara itu. Pesta demokrasi Amerika tahun 2020 menghabiskan biaya 14 miliar dolar (sekitar Rp 211 triliun) dan tercatat sebagai pesta demokrasi paling mahal dalam sejarah demokrasi AS atau dua kali lebih mahal dibandingkan pesta demokrasi sebelumnya (opensecrets.org). Joe Biden (yang memenangkan pilpres) mencatatkan sejarah sebagai capres yang berhasil mengumpulkan donasi sebanyak 938 juta dolar atau hampir Rp 15 triliun. Sebuah jumlah mencengangkan karena pilpres dilakukan saat pandemi Covid-19 sedang melanda AS dan dunia.  

Dark Money

Dengan biaya supermahal tersebut, bagaimana para kandidat membiayai kampanye politiknya? Apakah donasi para pendukung sudah mencukupi? Tidakkah ada donasi tersembunyi yang tidak tercatat dan tidak dimunculkan serta dilaporkan kepada Federal Election Commision, sebagai KPU-nya Amerika? Situs opensecret.org menduga ada aliran uang yang tidak tercatat dari hasil donasi lembaga-lembaga tertentu di Amerika yang jumlahnya sangat banyak. Uang sumbangan gelap itu diistilahkan sebagai “dark money” alias uang gelap. “Uang gelap” mengacu pada pengeluaran yang dimaksudkan untuk mempengaruhi hasil politik di mana sumber uang tidak diungkapkan. Lembaga-lembaga sosial nirlaba diduga kuat sebagai penyetor ”dark money” di pesta demokrasi Amerika.   Selain itu perusahaan-perusahaan dengan struktur hukum PT (perseroan terbatas)) melakukan sejumlah fungsi bisnis yang diperlukan. Namun, struktur unik mereka dapat dengan mudah disalahgunakan atau digunakan untuk menyembunyikan aktivitas yang mungkin tidak patut atau tidak etis. Dalam politik, perusahaan-perusahaan tersebut kadang-kadang didirikan untuk membantu menyamarkan identitas donor atau sumber uang yang dihabiskan atas nama kandidat politik.

Termasuk juga perusahaan-perusahaan cangkang (shell companies). Perusahaan cangkang sering disebut sebagai perusahaan kotak surat, perusahaan depan, perusahaan investasi pribadi atau perusahaan bisnis internasional yang hanya tertera alamatnya tetapi tidak jelas aktivitas bisnisnya. Bagaimana dengan biaya kampanye pemilihan presiden di Indonesia? Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, pernah menyebut bahwa biaya pilpres di Indonesia tahun 2024 memerlukan dana logistik sebesar Rp 8 triliun. Dari mana seorang capres-cawapres memperoleh biaya sebesar itu? Jika melalui donasi para pendukung apakah akan mencukupi? Bagaimana jika tidak mencukupi? Apakah “dark money” alias uang gelap juga terjadi di Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti ini layak untuk diperbincangkan. Namun dari segi aturan hukum, undang-undang terkait pembiayaan kampanye atau sejenisnya layak untuk diwujudkan jika ingin pesta demokrasi 2024 yang berbiaya Rp 76,6 triliun itu berjalan adil dan beradab.

Doddy Salman Dosen Mengajar di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara Jakarta

Dikutip Kompas.com, Senin 13 Februari 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Utang Perusahaan Pelat Merah Tembus Rp1.640T Sepanjang 2022, Kok Bisa?

Next Post

Dianggap Tak Sejalan Dengan Moratorium Eksekusi Mati, Kontras Kritik Putusan Hakim

fusilat

fusilat

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Ketua IPW: Banding, Sambo akan Divonis Lebih Rendah

Dianggap Tak Sejalan Dengan Moratorium Eksekusi Mati, Kontras Kritik Putusan Hakim

Partai Ummat Siap Jalin Kerjasama, Bahkan dengan Partai Penjegal Pemilu 2024

Partai Ummat Bermanuver

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist