• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Wartawan, Tak Putus Dirundung Malang

fusilat by fusilat
April 7, 2025
in Feature, News, Pojok KSP
0
Wartawan, Tak Putus Dirundung Malang
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Wartawan Senior

Jakarta – Anjing penjaga memang sering kali lebih galak daripada tuannya. Lihat saja apa yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (5/4/2025) lalu, saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau situasi arus balik di Stasiun Tawang.

Saat itu, seorang pengawalnya, entah ajudan atau pun tim pengamanan, bertindak arogan. Bahkan Makna Zaezar, seorang wartawan foto, menjadi korban pemukulan, dan beberapa wartawan lainnya mendapatkan ancaman kekerasan.

Listyo Sigit telah menyampaikan permintaan maafnya atas insiden yang melibatkan tim pengamanan, ia klaim bukan ajudan, itu. Namun, permintaan maaf saja tidak cukup. Oknum tim pengamanan itu harus diproses sesuai hukum yang berlaku, khususnya Pasal 18 Undang-Undang (UU) No 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang merupakan “lex specialis”, dengan ancaman hukuman dua tahun penjara atau denda 500 juta rupiah karena telah menghalang-halangi tugas pers.

Mediasi pun telah dilakukan antara Makna Zaezar dan oknum yang melakukan pemukulan itu. Akan tetapi, demi menciptakan efek jera atau “detterence effect” bagi yang bersangkutan, dan “shock therapy” atau terapi kejut bagi oknum polisi lainnya, maka sudah semestinya oknum bersangkutan diproses secara hukum.

Sebelum itu, Juwita (23), seorang wartawati di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tewas dibunuh oleh kekasihnya yang kebetulan seorang anggota TNI Angkatan Laut, Jumran.

Tidak itu saja. Situr Wijaya, seorang wartawan asal Palu, Sulawesi Tengah, ditemukan tewas di sebuah hotel di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, diduga akibat pembunuhan.

Wartawan memang sebuah profesi yang amat rentan dan sangat berisiko. Namun, gaji wartawan di Indonesia rata-rata setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau sekelas upah wartawan di Kamboja dan Vietnam. Maka hanya orang-orang yang punya idealisme saja yang memilih wartawan sebagai profesi atau pekerjaannya.

Kasus pembunuhan wartawan yang paling monumental adalah Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin di Bantul, DI Yogyakarta tahun 1996 lalu yang hingga kini siapa otak pelaku pembunuhan wartawan Bernas itu tak kunjung terungkap.

Sejak itu, kekerasan hingga pembunuhan terhadap wartawan terus terjadi. Wartawan tak pernah putus dirundung malang.

Udin dibunuh karena tilisan-tulisannya yang kerap menyerang Pemerintah Kabupaten Bantul, Pemerintah Pusat, bahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Belum lama ini seorang wartawan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sempurna Pasaribu bersama istri dan anaknya dibakar hidup-hidup bersama rumah kediaman mereka. Peristiwa pembakaran dan pembunuhan ini terkait tulisan sang wartawan tentang judi yang diduga melibatkan oknum TNI.

Mangapa wartawan banyak mengalami kekerasan bahkan pembunuhan?

Bagi pejabat dan mereka yang punya kuasa, wartawan adalah musuh yang sangat berbahaya. Nasib mereka ada di ujung pena. Maka wartawan, yang mereka anggap sebagai “common enemy” (musuh bersama), harus dilenyapkan. Kalau tidak, kepentingan mereka bisa terusik.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mencatat ada 73 kasus kekerasan terhadap jurnalis dan media sepanjang 1 Januari-31 Desember 2024.

Jika kasus kekerasan terhadap wartawan dalam kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Semarang itu tidak diproses secara hukum, maka jangan harap insiden serupa tak akan terulang kembali.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menggugat Arah Kekerasan Aparat: Saat Polisi Kehilangan Rakyat dan Tentara Kehilangan Musuh

Next Post

Pemerintah Tak Tertarik Tetapkan  kebijakan pembalasan terhadap kebijakan Tarif Impor  Asal Indonesia

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo
Birokrasi

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan
Crime

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026
Next Post
Dua Menko Mengaku Ada Rencana Anggaran Makan Bergizi Gratis Menjadi Rp7500,-

Pemerintah Tak Tertarik Tetapkan  kebijakan pembalasan terhadap kebijakan Tarif Impor  Asal Indonesia

Mulai siang ini Jumat 28 Maret 2025 jam 11.37 diberlakukan contra flows di Tol Japex

One Way Masih Diterapkan, Meski Arus Balik di Tol Cipali Mulai Menurun

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist