• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Menggugat Arah Kekerasan Aparat: Saat Polisi Kehilangan Rakyat dan Tentara Kehilangan Musuh

Ali Syarief by Ali Syarief
April 7, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Menggugat Arah Kekerasan Aparat: Saat Polisi Kehilangan Rakyat dan Tentara Kehilangan Musuh
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di negeri yang katanya damai ini, ironi justru hadir lewat sorotan tajam terhadap aparat keamanan—baik polisi maupun tentara—yang semakin kehilangan orientasi. Polisi yang sejatinya mengayomi rakyat justru menebar ketakutan di tengah masyarakat. Tentara yang tugas utamanya menjaga kedaulatan dan pertahanan negara justru kerap ditemukan memamerkan ototnya di hadapan warga sipil yang tak bersenjata. Kekerasan demi kekerasan mewarnai beragam pemberitaan dari berbagai pelosok Indonesia: penggusuran, demonstrasi, konflik agraria, hingga persoalan sepele di jalan raya, semua bisa berubah menjadi ajang pamer kekuasaan yang brutal.

Pertanyaannya, mengapa aparat yang semestinya menjadi pelindung justru tampil sebagai penindas?

Ada krisis mendasar dalam hal pendidikan dan penempatan peran. Polisi, sebagai wajah terdepan negara yang bersentuhan langsung dengan rakyat, sejatinya harus hidup dalam empati dan pengertian. Namun, empati tidak bisa dibentuk dari sekadar teori di ruang kelas atau jargon “presisi” yang dielu-elukan tanpa makna. Ia tumbuh dari pengalaman konkret—dan salah satu gagasan yang mungkin terdengar sederhana tapi sarat makna adalah mewajibkan anggota polisi memiliki binatang piaraan.

Memelihara binatang adalah pendidikan kasih sayang yang konkret. Dari memberi makan, merawat saat sakit, hingga memahami ekspresi non-verbal dari seekor makhluk hidup, seorang polisi akan belajar tentang tanggung jawab dan cinta yang tak bersyarat. Ketika seseorang mampu menyayangi makhluk lemah yang tidak bisa membalas budi dengan kekuasaan, maka ia akan lebih mudah menyayangi manusia yang tak berdaya. Polisi yang menyatu dengan rakyat bukanlah polisi yang dekat secara administratif, melainkan secara emosional—ia hadir bukan sekadar menegakkan hukum, tapi juga menegakkan kemanusiaan.

Contohlah Jepang. Di sana, keberadaan polisi tidak mengancam, tapi menenteramkan. Polisi Jepang tinggal di lingkungan masyarakat dalam sistem yang disebut kōban, yaitu pos kecil yang berada di tengah permukiman warga. Mereka mengenal warganya, tahu siapa yang baru pindah, dan rutin melakukan kunjungan ke rumah-rumah untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan. Interaksi ini membentuk kedekatan emosional dan rasa saling percaya. Seorang anak kecil yang tersesat pun tak segan mendekati polisi. Ini hanya mungkin terjadi ketika polisi benar-benar hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan di atasnya.

Sebaliknya, tentara harus kembali pada orientasi sejatinya: mempertahankan kedaulatan dari musuh luar. Persoalan kita hari ini, banyak prajurit TNI ditempatkan di ranah sipil yang bukan hanya membuat tumpang tindih kewenangan, tetapi juga membentuk karakter yang salah. Tentara menjadi tidak tajam kepada musuh negara, tapi malah menjadi ganas terhadap rakyat sendiri. Seharusnya, tentara ditempatkan di daerah-daerah perbatasan, medan-medan latihan berat, atau kawasan rawan infiltrasi asing. Di situlah watak militan dibentuk dan difokuskan kepada ancaman yang sebenarnya.

Ambil pelajaran dari Amerika Serikat. Tentara Amerika tidak punya peran dalam urusan sipil. Mereka tidak terlibat dalam pengamanan unjuk rasa, penggusuran, atau mengatur lalu lintas. Militer Amerika ditempatkan di pangkalan-pangkalan strategis, dalam dan luar negeri, dengan misi utama: menjaga supremasi teritorial dan geopolitik negara mereka. Interaksi mereka dengan rakyat sipil sangat terbatas dan diatur ketat oleh hukum, termasuk Posse Comitatus Act yang melarang keterlibatan militer dalam penegakan hukum sipil. Hal ini menjaga agar militer tetap fokus sebagai alat pertahanan negara, bukan alat represi domestik.

Jauhkan tentara dari interaksi sipil yang tidak perlu. Jangan biarkan mereka ikut mengatur pasar, membubarkan demonstrasi, atau menjadi aktor politik. Biarkan mereka fokus menjadi tembok penjaga negara. Dengan cara itu, kita bisa menyelamatkan karakter tentara sebagai alat pertahanan, bukan alat kekuasaan.

Esai ini bukan seruan utopis, melainkan panggilan untuk mendesain ulang cara kita membentuk karakter aparat negara. Sudah cukup banyak korban, cukup banyak air mata, dan cukup banyak luka yang tak sembuh hanya karena aparat kehilangan arah.

Sudah waktunya kita mendidik polisi untuk menyayangi, dan membentuk tentara untuk benar-benar menakuti musuh. Bukan sebaliknya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gabah Apa Adanya: Antara Kepentingan Petani dan Tanggung Jawab Bulog

Next Post

Wartawan, Tak Putus Dirundung Malang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026
Feature

Ketika Ilmu Dipisahkan Dari Agama (bagian 2 dari 3 tulisan) Mencari Jalan Keluar: Dari Islamisasi Ilmu hingga Sintesa Semu

May 28, 2026
Papua dalam Sorotan Dunia
Feature

Papua dalam Sorotan Dunia

May 28, 2026
Next Post
Wartawan, Tak Putus Dirundung Malang

Wartawan, Tak Putus Dirundung Malang

Dua Menko Mengaku Ada Rencana Anggaran Makan Bergizi Gratis Menjadi Rp7500,-

Pemerintah Tak Tertarik Tetapkan  kebijakan pembalasan terhadap kebijakan Tarif Impor  Asal Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan Dari Agama (bagian 2 dari 3 tulisan) Mencari Jalan Keluar: Dari Islamisasi Ilmu hingga Sintesa Semu

May 28, 2026
Papua dalam Sorotan Dunia

Papua dalam Sorotan Dunia

May 28, 2026
PSN PIK 2 Terindikasi Dugaan Korupsi

Prabowo Tidak Berani Mengembalikan Ke UU KPK Yg Awal – Mengejar Koruptor Hingga ke Antartika: Omon-Omon Belaka?

May 28, 2026
Dari Dwifungsi Menuju Omnipresen: Ketika Tentara Mengurus Semuanya

Dari Dwifungsi Menuju Omnipresen: Ketika Tentara Mengurus Semuanya

May 28, 2026
Harapan Rakyat Kandas di Janji Prabowo

Harapan Rakyat Kandas di Janji Prabowo

May 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan Dari Agama (bagian 2 dari 3 tulisan) Mencari Jalan Keluar: Dari Islamisasi Ilmu hingga Sintesa Semu

May 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...