• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Papua dalam Sorotan Dunia

Investigasi Laporan Internasional tentang Kekerasan, Impunitas, dan Pembatasan Informasi di Papua

fusilatnews by fusilatnews
May 28, 2026
in Feature, Human Rights
0
Papua dalam Sorotan Dunia
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Pada 28 Maret 2024, Komite HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan pernyataan yang jarang terjadi terhadap Indonesia. Dalam laporannya, panel tersebut mengaku “khawatir” atas berbagai laporan pembunuhan di luar hukum dan penghilangan paksa terhadap masyarakat adat Papua yang dinilai belum diusut secara memadai.

Pernyataan itu memperpanjang daftar kritik internasional terhadap situasi HAM di Papua selama dua dekade terakhir. Amnesty International, Human Rights Watch, hingga sejumlah pelapor khusus PBB secara konsisten melaporkan dugaan penggunaan kekuatan berlebihan, penyiksaan, kriminalisasi aktivis, serta pembatasan akses terhadap jurnalis dan pemantau independen di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

Pemerintah Indonesia membantah adanya pelanggaran HAM sistematis di Papua dan menegaskan operasi keamanan dilakukan untuk menghadapi kelompok separatis bersenjata. Namun berbagai laporan internasional menunjukkan pola kekerasan yang berulang dan minim akuntabilitas hukum.

Pola Pembunuhan di Luar Hukum

Pada Juli 2018, Amnesty International menerbitkan laporan berjudul “Don’t Bother, Just Let Him Die”. Laporan itu mendokumentasikan sedikitnya 69 kasus dugaan pembunuhan di luar hukum oleh aparat keamanan di Papua dan Papua Barat sepanjang Januari 2010 hingga Februari 2018.

Dalam laporan tersebut, Amnesty menyebut sedikitnya 95 orang tewas. Sebagian besar korban merupakan warga sipil. Amnesty juga menilai investigasi terhadap kasus-kasus tersebut “jarang dilakukan” dan lebih jarang lagi berujung pada penghukuman pelaku.

Temuan serupa kembali muncul dalam laporan Amnesty International tahun 2020 yang menyebut Papua mengalami pelanggaran hak sipil dan politik secara terus-menerus, termasuk pembunuhan di luar hukum, penangkapan sewenang-wenang, pembatasan kebebasan berekspresi, dan pengungsian paksa.

Data Amnesty International Indonesia menunjukkan eskalasi kekerasan belum berhenti. Dalam temuan yang dipublikasikan pada 2024, organisasi tersebut mencatat 128 kasus pembunuhan di luar hukum dengan sedikitnya 236 korban sipil sejak Januari 2018 hingga Juni 2024.

Paniai dan Impunitas yang Berulang

Kasus Paniai menjadi salah satu simbol paling menonjol dalam kritik internasional terhadap penegakan HAM di Papua.

Peristiwa itu terjadi pada Desember 2014 ketika aparat keamanan melepaskan tembakan ke arah demonstran di Enarotali, Kabupaten Paniai. Lima remaja tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Komnas HAM menetapkan kasus tersebut sebagai pelanggaran HAM berat. Namun proses hukumnya berjalan lambat selama bertahun-tahun dan menuai kritik dari kelompok HAM internasional.

Kasus Paniai memperlihatkan pola yang kerap disebut dalam laporan internasional: kekerasan aparat terjadi berulang, tetapi penyelesaian hukum berjalan terbatas dan tidak menyentuh rantai komando yang lebih tinggi.

Papua dan Pembatasan Informasi

Selain kekerasan fisik, perhatian internasional juga tertuju pada pembatasan akses informasi di Papua.

Human Rights Watch pada 2018 menilai pemerintah Indonesia secara konsisten membatasi akses jurnalis asing dan pemantau HAM internasional ke Papua. Organisasi itu menyebut pembatasan tersebut bertentangan dengan janji Presiden Joko Widodo pada 2015 yang menyatakan Papua terbuka bagi media asing.

Dalam sejumlah kasus, pembatasan akses itu menyulitkan verifikasi independen terhadap dugaan pelanggaran HAM.

Situasi tersebut kembali menjadi perhatian saat pemerintah membatasi akses internet di Papua pada kerusuhan 2019. Amnesty International menilai pemutusan internet menghambat dokumentasi pelanggaran HAM serta akses publik terhadap informasi.

Organisasi HAM internasional juga menilai minimnya akses independen membuat Papua menjadi salah satu wilayah dengan pengawasan internasional paling terbatas di Asia Tenggara.

Konflik Bersenjata dan Pengungsian Sipil

Konflik bersenjata antara aparat keamanan Indonesia dan kelompok pro-kemerdekaan Papua meningkat tajam sejak 2018, terutama di wilayah Nduga, Intan Jaya, dan Pegunungan Tengah.

Laporan Reuters pada Maret 2024 menyebut Komite HAM PBB menyoroti berbagai laporan pembunuhan di luar hukum, penyiksaan, penghilangan paksa, dan penahanan sewenang-wenang terhadap masyarakat adat Papua. PBB meminta Indonesia mengusut seluruh dugaan pelanggaran HAM dan mengakhiri impunitas aparat keamanan.

Sementara itu, Amnesty International menyatakan operasi keamanan di Papua menyebabkan pengungsian internal dalam jumlah besar. Dalam beberapa kasus, warga sipil dilaporkan meninggalkan kampung mereka akibat baku tembak antara aparat dan kelompok bersenjata.

Laporan Human Rights Monitor tahun 2025 juga menunjukkan peningkatan kasus pembunuhan di luar hukum sejak 2019. Organisasi tersebut mencatat puncak kasus terjadi pada 2023 dan 2024, terutama dalam operasi keamanan yang menargetkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Tuduhan Penyiksaan dan Diskriminasi Rasial

Isu lain yang berulang dalam laporan internasional adalah dugaan penyiksaan terhadap warga Papua.

Human Rights Watch dan Amnesty International beberapa kali menyoroti video maupun kesaksian korban yang memperlihatkan penyiksaan saat penangkapan atau operasi keamanan.

Organisasi HAM juga mengaitkan konflik Papua dengan diskriminasi rasial terhadap masyarakat adat Papua. Dalam beberapa kasus, aparat keamanan disebut menggunakan penghinaan rasial terhadap warga Papua saat proses penahanan maupun interogasi.

Pemerintah Indonesia membantah tuduhan adanya kebijakan diskriminatif sistematis terhadap masyarakat Papua.

Respons Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia secara konsisten menyatakan Papua merupakan bagian sah dari NKRI dan menolak tuduhan pelanggaran HAM sistematis.

TNI dan Polri menyebut operasi keamanan dilakukan untuk melindungi masyarakat sipil dari serangan kelompok separatis bersenjata. Pemerintah juga menekankan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan sebagai prioritas utama di Papua.

Dalam beberapa kasus, aparat keamanan memang diproses hukum. Reuters mencatat Mahkamah Agung Indonesia pernah menguatkan hukuman terhadap enam aparat penegak hukum dalam kasus pembunuhan empat warga Papua di Timika. Namun Komite HAM PBB menyebut informasi mengenai penyelesaian kasus lain masih sangat terbatas.

Pemerintah Indonesia juga menilai sebagian laporan internasional mengenai Papua tidak sepenuhnya menggambarkan situasi di lapangan dan sering mengabaikan kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata pro-kemerdekaan.

Papua di Persimpangan

Berbagai laporan internasional menunjukkan bahwa persoalan Papua tidak hanya terkait keamanan, tetapi juga menyangkut akuntabilitas hukum, kebebasan sipil, akses informasi, dan perlindungan masyarakat adat.

Selama konflik bersenjata terus berlangsung dan akses independen tetap terbatas, Papua kemungkinan akan tetap menjadi salah satu isu HAM paling sensitif dalam politik Indonesia modern.

Di tengah pembangunan besar-besaran dan peningkatan kehadiran aparat keamanan, pertanyaan yang terus muncul dari komunitas internasional tetap sama: sejauh mana negara mampu memastikan keamanan tanpa mengorbankan hak-hak sipil warga Papua.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Tidak Berani Mengembalikan Ke UU KPK Yg Awal – Mengejar Koruptor Hingga ke Antartika: Omon-Omon Belaka?

fusilatnews

fusilatnews

Related Posts

PSN PIK 2 Terindikasi Dugaan Korupsi
Birokrasi

Prabowo Tidak Berani Mengembalikan Ke UU KPK Yg Awal – Mengejar Koruptor Hingga ke Antartika: Omon-Omon Belaka?

May 28, 2026
Dari Dwifungsi Menuju Omnipresen: Ketika Tentara Mengurus Semuanya
Birokrasi

Dari Dwifungsi Menuju Omnipresen: Ketika Tentara Mengurus Semuanya

May 28, 2026
Harapan Rakyat Kandas di Janji Prabowo
Feature

Harapan Rakyat Kandas di Janji Prabowo

May 28, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Papua dalam Sorotan Dunia

Papua dalam Sorotan Dunia

May 28, 2026
PSN PIK 2 Terindikasi Dugaan Korupsi

Prabowo Tidak Berani Mengembalikan Ke UU KPK Yg Awal – Mengejar Koruptor Hingga ke Antartika: Omon-Omon Belaka?

May 28, 2026
Dari Dwifungsi Menuju Omnipresen: Ketika Tentara Mengurus Semuanya

Dari Dwifungsi Menuju Omnipresen: Ketika Tentara Mengurus Semuanya

May 28, 2026
Harapan Rakyat Kandas di Janji Prabowo

Harapan Rakyat Kandas di Janji Prabowo

May 28, 2026
PII DKI Jakarta Lantik Pengurus Baru 2026–2028, Dorong Inovasi dan Penguatan Kaderisasi Pelajar

PII DKI Jakarta Lantik Pengurus Baru 2026–2028, Dorong Inovasi dan Penguatan Kaderisasi Pelajar

May 28, 2026
Paradoks Kurban Presiden untuk Se-Nusantara – Uang Rakyat untuk Rakyat atas Nama Prabowo

Paradoks Kurban Presiden untuk Se-Nusantara – Uang Rakyat untuk Rakyat atas Nama Prabowo

May 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Papua dalam Sorotan Dunia

Papua dalam Sorotan Dunia

May 28, 2026
PSN PIK 2 Terindikasi Dugaan Korupsi

Prabowo Tidak Berani Mengembalikan Ke UU KPK Yg Awal – Mengejar Koruptor Hingga ke Antartika: Omon-Omon Belaka?

May 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...