Jakarta-Fusilatnews. – Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Capim) dan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan masing-masing 20 nama yang lolos asesmen profil pada Rabu (11/9/2024). Dari 20 nama yang diumumkan sebagai calon pimpinan KPK, tidak terdapat nama Sudirman Said atau mantan pegawai KPK yang pernah dipecat oleh mantan Ketua KPK Firli Bahuri karena tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Nama-nama yang lolos dalam seleksi tersebut sebagian besar berasal dari kalangan internal KPK, pejabat kepolisian, jaksa, dan sejumlah profesional lain. Tim Panitia Seleksi (Pansel) KPK akan melanjutkan proses dengan tes kesehatan jasmani dan rohani yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 20 September 2024.
Ketua Pansel Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK, Muhammad Yusuf Ateh, menjelaskan bahwa sebelumnya ada 40 nama yang mengikuti asesmen profil pada 28-29 Agustus 2024. “Dari jumlah peserta asesmen tersebut, yang dinyatakan lulus masing-masing sebanyak 20 orang calon pimpinan KPK dan 20 orang calon Dewas KPK,” ujar Yusuf dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta.
Adapun daftar 20 nama yang lolos asesmen profil untuk calon pimpinan KPK meliputi beberapa nama dari berbagai latar belakang, seperti:
- Agus Joko Pramono (mantan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan)
- Ahmad Alamsyah Saragih (mantan Anggota Ombudsman RI)
- Didik Agung Widjanarko (anggota kepolisian, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK)
- Djoko Purwanto (Kapolda Kalimantan Tengah)
- Fitroh Rohcahyanto (jaksa fungsional di Kejaksaan Agung, mantan jaksa KPK)
- Harli Siregar (Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung)
- I Nyoman Wara (auditor Badan Pemeriksa Keuangan)
- Ibnu Basuki Widodo (hakim)
- Ida Budhiati (mantan Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu)
- Johan Budi Sapto Prabowo (mantan Juru Bicara KPK, mantan anggota Komisi III DPR)
- Johanis Tanak (komisioner KPK aktif)
- Michael Rolandi Cesnanta Brata (Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta)
- Muhammad Yusuf
- Pahala Nainggolan (Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK aktif)
- Poengky Indarti (Komisioner Komisi Kepolisian Nasional)
- Sang Made Mahendrajaya (Purnawirawan, Pejabat Gubernur Bali)
- Setyo Budiyanto (mantan penyidik KPK dari korps kepolisian)
- Sugeng Purnomo (jaksa fungsional, Plt Deputi III Kemenko Polhukam)
- Wawan Wardiana (Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK)
- Yanuar Nugroho (mantan staf khusus Presiden Joko Widodo)
Dari 20 nama tersebut, tidak ada lagi nama Sudirman Said, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang sempat didorong oleh kalangan masyarakat sipil untuk mendaftar dalam proses seleksi Capim KPK. Dukungan terhadap Sudirman Said untuk maju dalam seleksi Capim KPK sebelumnya disuarakan oleh berbagai kalangan, termasuk Ketua IM57+ Institute Praswad Nugraha dan Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari.
Praswad Nugraha, mantan penyidik KPK, pada bulan Juli lalu menjadi salah satu yang mendorong Sudirman Said mendaftar. “Kita ingat bagaimana beliau tak takut dicopot dari jabatannya untuk melawan Setya Novanto dalam skandal ‘Papa Minta Saham’. Tak berselang lama, KPK menetapkan Setnov jadi tersangka,” ujar Praswad.
Feri Amsari juga menyatakan dukungannya terhadap Sudirman Said untuk membenahi KPK dan menilai mantan Menteri ESDM itu memiliki integritas serta keberanian yang dibutuhkan untuk memimpin lembaga antikorupsi ini ke arah yang lebih baik.




















