FusilatNews– Paus Fransiskus mengatakan pada Minggu bahwa perjalanannya ke Kanada minggu depan akan menjadi “ziarah penebusan dosa”. Dikutip dari Tempo.co, Senin (18/7/2022), ia berharap lawatan itu dapat membantu mengoreksi kesalahan yang dilakukan terhadap penduduk asli oleh para imam dan biarawati Katolik Roma yang mengelola sejumlah sekolah asrama.
Perjalanan pada 24-30 Juli itu akan mencakup setidaknya lima pertemuan dengan penduduk pribumi ketika Fransiskus memenuhi janji untuk meminta maaf atas peran Gereja Katolik di sekolah-sekolah yang disetujui negara yang berusaha menghapus budaya pribumi.
“Sayangnya di Kanada banyak orang Kristen, termasuk beberapa anggota ordo keagamaan, berkontribusi dalam kebijakan pembauran budaya yang di masa lalu sangat merusak penduduk asli dengan berbagai cara,” kata Fransiskus dalam pidato mingguannya kepada warga di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Sekitar 150 ribu anak pribumi Kanada diambil dari rumah mereka. Banyak yang menjadi sasaran pelecehan, pemerkosaan, dan mengalami kekurangan gizi yang disebut Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Kanada pada 2015 sebagai “genosida budaya”.
Tujuan sekolah-sekolah itu, yang beroperasi antara 1831-1996, adalah untuk mengasimilasi anak-anak pribumi. Sejumlah sekolah itu dijalankan oleh denominasi Kristen atas nama pemerintah, sebagian besar oleh Gereja Katolik.
Sekolah-sekolah tersebut menjadi diskusi utama antara Bapa Suci dan penduduk pribumi di Vatikan pada Maret dan April. Mengingat pertemuan itu, Paus Fransiskus mengatakan dia telah menyatakan “rasa sakit dan solidaritas saya atas kejahatan yang mereka alami.”
“Saya akan melakukan ziarah penebusan dosa, yang saya harap dengan rahmat Tuhan dapat berkontribusi pada jalan penyembuhan dan rekonsiliasi yang sudah dimulai,” lanjutnya.
Paus berusia 85 tahun itu akan mengunjungi Edmonton, Maskwacis, Lac Ste Anne, Quebec, dan Iqaluit di wilayah Arktik Kanada. Dia dijadwalkan untuk menyampaikan sembilan homili dan pidato dan mengucapkan dua Misa.
Skandal sekolah yang berulang itu kembali pecah tahun lalu dengan ditemukannya sisa-sisa jasad 215 anak di bekas Sekolah Asrama Indian di Kamloops di provinsi British Columbia, Kanada Barat. Sekolah itu ditutup pada 1978.
Penemuan jasad itu membawa tuntutan baru untuk pertanggungjawaban. Ratusan tempat pemakaman tanpa tanda di Kanada telah ditemukan sejak itu. Fransiskus terpilih menjadi Paus hampir dua dekade setelah sekolah terakhir ditutup.






















