• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

1 Juni 1945 Bukan Lahirnya Pancasila: Sebuah Penyesatan Sejarah

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
May 31, 2025
in Feature, Sejarah
0
1 Juni 1945 Bukan Lahirnya Pancasila: Sebuah Penyesatan Sejarah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prihandoyo Kuswanto-Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila

Penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan hari libur nasional oleh pemerintah adalah sebuah kesalahan sejarah yang harus diluruskan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sebagai institusi yang bertanggung jawab atas narasi kebangsaan, seharusnya memiliki keberanian untuk mengoreksi kekeliruan ini. Sebab jika tidak, kesalahan ini akan terus diwariskan dari generasi ke generasi, menyesatkan pemahaman rakyat Indonesia tentang jati diri konstitusional bangsanya.

Berdasarkan kajian mendalam yang dilakukan oleh Rumah Pancasila, kami menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara tidak lahir pada tanggal 1 Juni 1945. Pancasila sebagai dasar negara resmi ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945, yakni saat Undang-Undang Dasar 1945 disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Rumusan Pancasila yang sah secara hukum dan konstitusional adalah yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, bukan rumusan Bung Karno dalam pidatonya tanggal 1 Juni yang sifatnya masih berupa gagasan awal.

Rumusan Pancasila 1 Juni yang kemudian dikenal dengan “Gotong Royong” tidak memuat sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sila pertama, melainkan menempatkan Ketuhanan pada urutan terakhir. Hal ini berpotensi mereduksi nilai fundamental Pancasila sebagai dasar negara yang berketuhanan. Sebaliknya, rumusan final yang diterima seluruh elemen bangsa menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama, menegaskan pondasi spiritual bangsa Indonesia.

Rakyat Indonesia, melalui para pendiri bangsa, telah memilih rumusan Pancasila yang final dan sah, yang tertera dalam Pembukaan UUD 1945. Maka menjadikan 1 Juni sebagai “hari lahir Pancasila” tidak hanya bertentangan dengan fakta sejarah, tetapi juga menyesatkan pemahaman publik terhadap proses kelahiran dasar negara.

Kajian Rumah Pancasila Menyimpulkan Hal-Hal Berikut:

  1. Menurut Hans Nawiasky, Pancasila adalah norma dasar (staatsfundamentalnorm) tertinggi dalam hierarki hukum Indonesia. Ia menjadi sumber dari segala sumber hukum, sehingga tidak boleh dijadikan setara atau disubordinasikan dalam bentuk peraturan seperti RUU HIP atau eksistensi BPIP.
  2. Menurut Hans Kelsen, norma dasar (Grundnorm) adalah sumber tertinggi dari keabsahan norma-norma hukum. Memasukkan Pancasila ke dalam RUU HIP atau menjadikannya subordinat dari lembaga tertentu, adalah upaya menghancurkan otoritas Pancasila sebagai dasar hukum tertinggi.
  3. Pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 adalah representasi dari nilai-nilai Pancasila yang final, bersifat mengikat, dan menjadi dasar dalam penjabaran seluruh hukum positif di Indonesia.
  4. Konsensus pendiri bangsa menyepakati bahwa Pancasila yang sah adalah rumusan yang terdapat dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, bukan pidato 1 Juni Bung Karno yang bersifat konseptual dan belum difinalisasi.
  5. Dalam pidatonya pada 17 Agustus 1963, Bung Karno sendiri menegaskan bahwa Proklamasi dan Pembukaan UUD 1945 adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, dan merupakan cerminan filosofi serta cita hukum bangsa Indonesia. Bung Karno menyatakan bahwa teks Pembukaan UUD 1945 adalah representasi batin bangsa yang terdalam.
  6. Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 serta Ketetapan MPR No. III/MPR/2000 menegaskan posisi Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum, bukan sebagai produk hukum itu sendiri. Oleh karena itu, upaya merumuskan ulang atau menafsirkan ulang Pancasila melalui UU seperti RUU HIP adalah pelanggaran terhadap prinsip dasar konstitusi.
  7. Rumusan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 bersifat final. Upaya memeras, mereduksi, atau menyusun kembali menjadi bentuk lain—seperti menjadikannya sekadar “gotong royong”—merupakan penyelewengan terhadap kesepakatan historis bangsa.

Kesimpulan:

Rumusan Pancasila yang sah sebagai dasar negara Indonesia adalah rumusan yang disahkan pada 18 Agustus 1945, bukan rumusan gagasan 1 Juni 1945. Menjadikan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila adalah bentuk penyimpangan sejarah yang membingungkan generasi bangsa. Peringatan 1 Juni seharusnya ditempatkan dalam konteksnya sebagai pidato konseptual Bung Karno tentang dasar negara, bukan sebagai tanggal lahir resmi Pancasila. Kebenaran sejarah harus ditegakkan, demi keutuhan konstitusi dan kesadaran kebangsaan yang murni.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Komunikasi Arogan Kepala Daerah Muda

Next Post

Terlambat dan Tidak Mendasar: Pramono Anung dan Retorika yang Kehilangan Momen

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa
Feature

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat
Feature

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Next Post
Terlambat dan Tidak Mendasar: Pramono Anung dan Retorika yang Kehilangan Momen

Terlambat dan Tidak Mendasar: Pramono Anung dan Retorika yang Kehilangan Momen

BBM Pertamina Naik, Berikut Perbandingannya dengan SPBU Shell, Vivo, dan BP

Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai 1 Juni 2025

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Arab Saudi Beri Kuota 1 Juta Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini, Simak Ketentuannya

Hasil Hisab Tim Kemenag: Idul Adha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026

May 17, 2026
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...