• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

2026: Jangan Terperosok Lagi ke Jebakan Impor Beras!

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
January 11, 2026
in Birokrasi, Feature
0
“DEMURRAGE” BERAS BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Ada yang menyebut tahun 2025 layak dikenang sebagai Tahun Perberasan Nasional. Setidaknya, ada tiga alasan kuat yang membuat klaim itu masuk akal.

Pertama, dari sisi produksi. Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,77 juta ton, angka yang menandai lonjakan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kedua, peningkatan produksi tersebut berbanding lurus dengan menguatnya cadangan beras pemerintah. Bulog mencatat stok beras pemerintah mencapai 3,7 juta ton. Ini hampir mendekati rekor psikologis 4 juta ton—sebuah capaian yang jarang terjadi dalam sejarah perberasan nasional.

Ketiga, kebijakan penghentian impor beras medium. Tahun 2025, pemerintah secara resmi menyetop impor beras medium. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang panjang, Indonesia berani mengambil keputusan tegas: berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan pangan pokok.

Dari ketiga fakta tersebut, wajar bila pemerintah memproklamasikan bahwa Indonesia kembali meraih swasembada beras. Prestasi ini patut diapresiasi, bukan hanya sebagai pintu menuju swasembada pangan, tetapi juga sebagai simbol kebangkitan kedaulatan pangan nasional.

Namun euforia tidak boleh membius kewaspadaan.

Indonesia memang memiliki potensi besar dalam industri perberasan. Akan tetapi, fondasi swasembada kita belum sepenuhnya kokoh. Penurunan luas panen, infrastruktur pertanian yang belum merata, serta ketergantungan lama pada impor pangan masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso, pernah mengingatkan bahwa pada 2024 Indonesia masih mengimpor sekitar 4 juta ton beras. Baru pada 2025 impor itu bisa dihentikan karena produksi dalam negeri berhasil digenjot melalui teknologi pertanian, subsidi pupuk, serta perbaikan irigasi.

Artinya, keberhasilan 2025 adalah buah kerja keras, tetapi sekaligus peringatan awal. Sebab sejarah mencatat, swasembada beras Indonesia kerap bersifat on trend—datang sebentar, lalu hilang kembali ketika produksi melemah atau kebijakan lengah.

Tantangan sesungguhnya justru terbentang di tahun 2026:
Bagaimana memastikan swasembada beras menjadi berkelanjutan, bukan sekadar prestasi sesaat?

Setidaknya ada lima langkah strategis yang perlu ditempuh:

  1. Intensifikasi pertanian modern melalui teknologi, irigasi efisien, dan varietas padi unggul.
  2. Ekstensifikasi lahan dengan mengoptimalkan lahan tidur dan non-produktif.
  3. Perlindungan petani lokal, melalui harga gabah yang stabil dan akses pembiayaan mudah.
  4. Pengurangan susut pasca panen lewat perbaikan penyimpanan dan pengolahan.
  5. Peningkatan kualitas benih agar tahan hama dan berproduktivitas tinggi.

Pemerintah sendiri telah menetapkan target besar: menghentikan impor beras secara permanen mulai 2025 dan seterusnya. Upaya yang dilakukan mencakup perbaikan irigasi, subsidi pupuk, jaminan harga gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram, serta penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kini melampaui 3 juta ton.

Kolaborasi dengan petani, perguruan tinggi, dan sektor swasta terus diperluas. Di sisi lain, pengawasan harga diperketat agar tidak ada spekulasi yang merugikan petani maupun konsumen.

Semua langkah itu bermuara pada satu tujuan besar:
Menutup pintu impor beras untuk selama-lamanya.

Sebab bila lengah, bukan tidak mungkin pada 2026 kita kembali tergelincir ke pola lama: produksi melemah, stok menipis, lalu impor kembali dibuka. Inilah yang saya sebut jebakan impor beras—perangkap klasik yang selama puluhan tahun menggerogoti kedaulatan pangan bangsa.

Karena itu, tahun 2026 bukan sekadar tahun lanjutan.
Ia adalah ujian keteguhan komitmen swasembada.

Kita sudah membuktikan mampu.
Kini saatnya memastikan keberhasilan itu tidak diputar balik oleh meja impor.

Stop impor beras sepanjang masa.

(Penulis adalah Anggota Dewan PSKAR DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pidato Megawati, Rocky Gerung, dan Politik yang Melampaui Praktik Kekuasaan

Next Post

Membaca Potret Buram Prabowo 2026

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Membaca Potret Buram Prabowo 2026

Surat Untuk Masa Depan Kita

Surat Untuk Masa Depan Kita

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...