• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

4 Faktor yang Buat Anak Jadi Pencuri

fusilat by fusilat
November 21, 2022
in Feature
0
4 Faktor yang Buat Anak Jadi Pencuri

Ilustrasi anak sedang berbicara dengan kedua orangtuanya.(our-team/ Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr. Naomi Soetikno, M.Pd., Psikolog (Dosen Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara) | Felita Oktaviani (Mahasiswa Psikologi Profesi Jenjang Magister, Universitas Tarumanagara)

Setiap orangtua tentu ingin memiliki anak yang dapat berkembang dan berperilaku baik. Namun demikian, tidak jarang seorang anak melakukan perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial, di mana salah satunya adalah perilaku mencuri. Menurut data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS, 2021), kejahatan pencurian merupakan jenis kejahatan yang banyak terjadi di Indonesia, yaitu sekitar 11 persen, 42-73 persen, dan 76 persen dari total desa/kelurahan di masing-masing provinsi pada tahun 2018. Total kasus pencurian yang terjadi di Indonesia pada tahun 2018 adalah sebanyak 37.778 kasus.

Oleh karena itu, perilaku mencuri pada anak perlu ditangani sedini mungkin, sehingga tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar hingga terjerat hukum. Namun, sebelum menangani perilaku mencuri, penting juga untuk mengetahui berbagai faktor yang dapat menyebabkan seorang anak untuk melakukan pencurian. Setidaknya terdapat 4 faktor penyebab anak melakukan pencurian.

1. Tingkat sosial ekonomi

Ketika seorang anak berada pada keluarga dengan tingkat sosial ekonomi yang rendah, anak memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk melakukan perbuatan kriminal, termasuk perilaku mencuri (Prayetno, 2013). Hal ini dapat terjadi karena keluarga mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan hal-hal materi lainnya, sehingga anak berusaha untuk mendapatkan hal-hal yang diinginkannya dengan cara mencuri uang atau benda milik orang lain.

Tingkat sosial ekonomi yang rendah juga berkaitan dengan adanya kecemburuan sosial atau rasa iri hati yang dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya pencurian (Prayetno, 2013).

Ketika seorang anak memiliki rasa iri hati terhadap orang lain, maka dia memiliki potensi untuk melakukan pencurian. Misalnya, ketika anak melihat seorang temannya yang memiliki uang jajan yang lebih banyak, atau barang-barang yang dianggap lebih bagus, anak dapat memiliki rasa iri hati hingga memiliki keinginan untuk mengambil uang atau barang tersebut.

2. Pola asuh

Keluarga berperan dalam penanaman nilai-nilai moral dan norma sosial pada anak. Di mana hal tersebut merupakan hal penting yang perlu dimiliki oleh anak (Astuti, 2011). Ketika anak belum atau kurang memahami norma yang ada di lingkungan sosial, maka dia akan kesulitan untuk mengetahui dan membedakan perilaku yang baik atau buruk. Kurangnya pemahaman norma juga dapat membuat seorang anak melakukan pencurian karena anak tidak memahami bahwa perilaku tersebut merupakan perilaku yang salah. Kemudian, anak juga perlu diberikan konsekuensi yang konsisten apabila melakukan pelanggaran, termasuk ketika melakukan pencurian (Astuti, 2011).

Tidak jarang orangtua membiarkan perilaku tersebut dan memaklumi anaknya, karena merasa bahwa anak belum paham mengenai apa yang dilakukannya. Namun demikian, anak perlu belajar dan mengetahui norma dan aturan yang ada. Apabila anak tidak diberikan konsekuensi yang konsisten atau bahkan dibiarkan saja, maka anak tidak memahami bahwa perbuatannya itu salah dan akan mengulangi perbuatannya lagi. Terdapat beberapa konsekuensi yang dapat diberikan kepada anak ketika mecuri, seperti meminta maaf kepada orang yang barangnya dicuri, mengembalikan barang tersebut, serta memberikan pemahaman kepada anak bahwa ia tidak boleh mengambil barang orang lain tanpa izin. Anak juga dapat diberikan konsekuensi dengan segala hal yang pernah dilakukannya, seperti saat mencuri.

3. Meniru orang lain

Berdasarkan teori belajar sosial (Bandura dalam Feist, Feist, & Roberts, 2013), anak dapat belajar dengan mengamati, mengingat, dan meniru perilaku maupun sikap orang lain. Anak yang dibesarkan pada lingkungan yang banyak melakukan perilaku mencuri, ataupun melihat tontonan terkait pencurian, maka anak juga dapat mempelajari perilaku tersebut dan menirunya (Wulandari, 2014).

Anak juga dapat terus melakukan perilaku yang ditirunya, karena anak mendapatkan kesenangan setelah melakukan perilaku tersebut, misalnya seperti merasa senang karena bisa membeli jajanan setelah mencuri. Oleh karena itu, penting juga untuk mengetahui lingkungan sekitar anak dalam masa pertumbuhannya.

4. Kontrol diri

Kemampuan kontrol diri pada anak juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perilaku mencuri (Karlina, 2020). Anak yang kesulitan untuk mengontrol dirinya akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk melakukan pelanggaran pada suatu aturan, termasuk mencuri. Meskipun anak memiliki pemahaman akan norma dan aturan, anak dengan kemampuan kontrol diri yang rendah akan kesulitan untuk menahan dorongan untuk mencuri. Oleh karena itu, penting juga untuk mengetahui kemampuan kontrol diri yang dimiliki oleh anak dan meningkatkan kemampuan tersebut. Setelah mengetahui berbagai faktor penyebab dari perilaku mencuri, orangtua dapat mengevaluasi kondisi anak-anak yang melakukan pencurian dan melakukan penanganan pada anak.

Apapun penyebabnya, perilaku mencuri tetap merupakan perilaku yang salah dan tidak boleh dilakukan oleh anak. Apabila orangtua merasa kesulitan untuk menangani perilaku tersebut dan anak tetap terus melakukannya, maka orangtua dapat mempertimbangkan untuk mencari bantuan profesional, seperti psikolog. Jangan malu untuk mencari pertolongan bagi anak Anda.

Andaru Psikologi Untar | Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara
Kolom bincang masalah mahasiswa bersama Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara. Andaru memiliki makna yang sarat akan kebahagiaan. Kolom ini mengajak pembaca membahas masalah seputar kehidupan mahasiswa, baik terkait akademik maupun non-akademik. Bagi pembaca yang ingin berkonsultasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Pusat Bimbingan & Konsultasi Psikologi (PBKP) Untar melalui kontak: 081292926276, email layanan: [email protected] Fakultas Psikologi Untar memiliki program sarjana, magister, dan profesi. Lokasi: Jl. Letjen S. Parman No.1, Jakarta Barat. Website: http://untar.ac.id

Dikutip Kompas.com, Minggu 20 November 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kekosongan Hukum Kasus Indra Kenz

Next Post

Pembukaan Piala Dunia FIFA 2022 : Tuan rumah Qatar Dipermalaukan oleh Ekuador 0-2

fusilat

fusilat

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Pembukaan Piala Dunia FIFA 2022 : Tuan rumah Qatar Dipermalaukan oleh Ekuador 0-2

Pembukaan Piala Dunia FIFA 2022 : Tuan rumah Qatar Dipermalaukan oleh Ekuador 0-2

Resmi Terima SK Kemenkumham, Partai Buruh Rencanakan Demo May Day 14 Mei

Menaker Sebut Kenaikan UMP 2023 Tak Boleh Lebih dari 10 Persen, Kenapa?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist