• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

68,25 Persen Penduduk Indonesia Hidup dalam Kemiskinan

Pemerintah sibuk mengutak-atik definisi, bukan memperbaiki kenyataan.

Ali Syarief by Ali Syarief
June 13, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
68,25 Persen Penduduk Indonesia Hidup dalam Kemiskinan
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews –  Bank Dunia baru saja mengganti kaca spion kemiskinan global—dan pemandangan Indonesia di dalamnya makin muram. Lewat pembaruan metode penghitungan Purchasing Power Parities (PPP) 2021 yang diumumkan dalam June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform (PIP), Indonesia disebut memiliki 194,6 juta penduduk miskin pada 2024, atau 68,25 persen dari total populasi 285,1 juta jiwa.

Angka ini melonjak drastis dari sebelumnya karena ambang batas kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah atas—kategori Indonesia sejak 2023—naik dari US$ 6,85 menjadi US$ 8,30 per hari, atau sekitar Rp 139.440 per orang per hari (kurs Rp 16.800/US$).

Statistik yang Menipu, Rakyat yang Menderita

Pemerintah Indonesia, seperti biasa, tidak gegas menyambut kenyataan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buru-buru menegaskan bahwa pemerintah punya standar sendiri. Garis kemiskinan nasional versi Badan Pusat Statistik (BPS) masih bertengger di Rp 595.242 per bulan, atau hanya Rp 19.840 per hari.

Dengan kata lain, menurut negara, selama Anda bisa hidup dengan kurang dari Rp 20 ribu per hari, Anda bukan orang miskin. Sebuah standar yang lebih cocok untuk statistik, bukan untuk manusia.

LBH Jakarta dalam pernyataan terkininya mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan revisi garis kemiskinan nasional, namun langkah tersebut menunggu restu dari Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Penundaan ini memperjelas satu hal: politik lebih menentukan angka kemiskinan daripada realitas di lapangan.

Menghindari Cermin, Menolak Malu

Indonesia kini berada di peringkat kedua terbanyak dalam kemiskinan di Asia Tenggara, hanya kalah dari Laos. Namun alih-alih mengakui dan mengambil langkah korektif, negara justru terjebak pada permainan definisi dan pelabelan. Ketika garis kemiskinan ditentukan sepihak, kemiskinan menjadi semu dalam laporan, tapi nyata di piring-piring kosong rakyat.

Perubahan metode Bank Dunia dari PPP 2017 ke PPP 2021 adalah bentuk penyesuaian logis terhadap naiknya biaya hidup secara global. Tetapi alih-alih ikut menyesuaikan, pemerintah Indonesia justru memperkuat sikap defensif—mempertahankan garis kemiskinan rendah agar angka terlihat “bagus.”

Realita yang Ditolak, Beban yang Diabaikan

Dengan garis kemiskinan baru senilai Rp 139.440 per hari, maka fakta bahwa dua dari tiga penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan bukan lagi asumsi—melainkan kenyataan yang terang-benderang. Ini berarti sebagian besar rakyat Indonesia tak memiliki daya beli layak, tak mampu menabung, dan rentan jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem jika dihantam guncangan sedikit saja.

Lebih dari itu, angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi selama satu dekade terakhir gagal mengangkat kesejahteraan mayoritas rakyat. Pertumbuhan yang timpang, subsidi yang tak tepat sasaran, dan politik anggaran yang lebih sibuk melayani oligarki ketimbang rakyat bawah, menjadi penyebab mendasarnya.

Berani Mengakui, Baru Bisa Memperbaiki

Pemerintah—termasuk presiden terpilih Prabowo Subianto—punya pilihan: terus membungkus kenyataan dengan statistik palsu, atau mulai jujur pada diri sendiri dan rakyat. Jika garis kemiskinan nasional tidak segera direvisi dan disesuaikan dengan realitas kebutuhan hidup layak, maka seluruh program pengentasan kemiskinan hanya akan menjadi kosmetik belaka.

Negara tak boleh terus bermain dengan angka dan menghindar dari cermin, sementara 194 juta rakyatnya bertahan hidup dari upah yang tak cukup untuk makan tiga kali sehari.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

A Journey That Never Reached Its Destination —A goodbye that never came.

Next Post

KOPERASI ADALAH DEMOKRASI YANG BEKERJA DI DAPUR-DAPUR RUMAH RAKYAT

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ketika Pernikahan dan Kematian Datang Bersamaan – Ujian Paling Sunyi Seorang Anak

March 5, 2026
Eric Trump: Pewaris Senyap di Bayang Imperium Ayahnya
Feature

Segitiga Geopolitik: Amerika–Israel, Iran, dan Indonesia yang Kehilangan Daya Tawar

March 5, 2026
Memulai Agama dari Akal Waras
Feature

Menanti Pencerahan Nuzulul Qur’an: Saatnya Al-Qur’an Ditafsirkan oleh Para Ilmuwan

March 5, 2026
Next Post

KOPERASI ADALAH DEMOKRASI YANG BEKERJA DI DAPUR-DAPUR RUMAH RAKYAT

Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum

Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal
News

Bohong Soal Usul Inisiatif, Jokowi Punya Agenda Terselubung Bunuh KPK, Petrus Beber Fakta-faktanya

by Karyudi Sutajah Putra
March 1, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahwa dirinya setuju dengan pernyataan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham...

Read more
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

February 25, 2026
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Pernikahan dan Kematian Datang Bersamaan – Ujian Paling Sunyi Seorang Anak

March 5, 2026
DPP PSII Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

DPP PSII Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

March 5, 2026
Eric Trump: Pewaris Senyap di Bayang Imperium Ayahnya

Segitiga Geopolitik: Amerika–Israel, Iran, dan Indonesia yang Kehilangan Daya Tawar

March 5, 2026
Memulai Agama dari Akal Waras

Menanti Pencerahan Nuzulul Qur’an: Saatnya Al-Qur’an Ditafsirkan oleh Para Ilmuwan

March 5, 2026
Istana Mendadak Penuh Nasihat: Prabowo Dengar Kritik Jokowi, SBY hingga JK di Tengah Gejolak Timur Tengah

Istana Mendadak Penuh Nasihat: Prabowo Dengar Kritik Jokowi, SBY hingga JK di Tengah Gejolak Timur Tengah

March 5, 2026
Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Bandung, Belasan Pohon Tumbang di Sejumlah Titik

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Bandung, Belasan Pohon Tumbang di Sejumlah Titik

March 5, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Pernikahan dan Kematian Datang Bersamaan – Ujian Paling Sunyi Seorang Anak

March 5, 2026
DPP PSII Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

DPP PSII Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei

March 5, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist