• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

KOPERASI ADALAH DEMOKRASI YANG BEKERJA DI DAPUR-DAPUR RUMAH RAKYAT

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
June 13, 2025
in Economy, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Di sebuah desa di lereng gunung, seorang ibu menyusun daftar belanja harian sambil menghitung sisa uang di celengan plastik. Ia bukan menteri, bukan ekonom. Tapi pagi itu, ia sedang mengambil keputusan anggaran. Ia sedang menimbang antara membeli beras atau membayar arisan koperasi. Sederhana dan sunyi, tapi demokratis.

Seseorang pernah berkata—entah siapa yang mula-mula menyusunnya—bahwa koperasi adalah demokrasi yang bekerja di dapur-dapur rumah rakyat. Kalimat ini tak tercetak dalam kitab klasik Montesquieu atau tertulis di dinding parlemen. Tapi ia mengandung kebenaran yang terlalu dalam untuk didebatkan. Ia hidup di pasar, di kantong para buruh tani, di kertas penghitungan sederhana yang mencatat simpanan harian.

Kita sering melihat demokrasi sebagai pawai. Ada suara nyaring, ada poster besar, ada pidato yang membahana. Demokrasi diasosiasikan dengan gedung tinggi bernama DPR atau dengan TPS di bawah tenda plastik. Tapi mungkin kita lupa bahwa demokrasi, pada dasarnya, bukan hanya tentang memilih pemimpin. Demokrasi adalah soal mengelola hidup bersama—dalam kesetaraan, dalam partisipasi, dalam rasa saling percaya.

Koperasi adalah bentuk paling senyap dari demokrasi. Ia bekerja dalam logika berbagi, bukan memperebutkan. Ia hidup dari kebersamaan, bukan kompetisi. Ia tumbuh dari kebiasaan saling mengandalkan, bukan saling mencurigai. Di dalam koperasi, keputusan diambil bersama. Satu suara, satu orang. Tidak berdasarkan saham, bukan berdasarkan modal, tapi berdasarkan partisipasi.

Muhammad Hatta, proklamator yang tak pernah merasa nyaman duduk di kursi kekuasaan, barangkali yang paling awal menyadari potensi koperasi sebagai alat perjuangan. Bagi Hatta, koperasi bukan sekadar alat ekonomi, tapi juga alat pendidikan politik. Rakyat yang belajar menabung bersama, menentukan harga bersama, mengelola risiko bersama, pada dasarnya sedang belajar berdaulat atas hidupnya sendiri.

Koperasi adalah cara untuk mengangkat demokrasi dari langit wacana ke bumi kenyataan. Ia tak butuh konstitusi untuk lahir. Ia tumbuh dari gotong royong, dari rasa malu bila tak menepati giliran pinjaman, dari rasa percaya bahwa uang yang disimpan hari ini akan kembali sebagai pinjaman besok.

Namun sayangnya, koperasi tak pernah menjadi bintang dalam langit politik kita. Ia kalah gaung dari konglomerat, tenggelam dalam kerumunan startup, atau dicurigai sebagai alat politik elektoral belaka. Padahal di balik koperasi, ada sejenis keheningan yang menandai kedewasaan. Karena dalam koperasi, rakyat tidak meminta-minta. Mereka mengatur diri mereka sendiri.

Hari ini, kita menyaksikan sistem ekonomi yang semakin menjauh dari nilai demokrasi. Pasar bebas mengandalkan egoisme. Negara terlalu sibuk melayani pemodal. Dan koperasi? Ia terpinggirkan, dianggap kuno, dianggap lamban. Padahal mungkin justru karena ia lambanlah, koperasi tidak terburu-buru membakar tanah, menebang hutan, atau memecah masyarakat.

Di banyak negara, koperasi menjadi tumpuan. Di Jepang, koperasi konsumen mengatur distribusi pangan dengan efisien dan adil. Di Skandinavia, koperasi perumahan menjamin tempat tinggal layak bagi rakyat. Di Kerala, India, koperasi perempuan menjalankan sistem ekonomi mikro yang menjangkau jutaan rumah tangga. Di negara-negara itu, demokrasi tidak hanya hadir di kotak suara, tapi juga di koperasi susu, koperasi kredit, koperasi anak muda digital.

Koperasi membentuk semacam publicness, ruang bersama yang tidak dikuasai negara, tetapi juga tidak diprivatisasi oleh pasar. Sebuah jalan ketiga. Sebuah alternatif.

Kita kerap bertanya, mengapa demokrasi terasa rapuh? Mungkin jawabannya ada di tempat yang tak pernah kita lihat. Di dapur. Di lembar tabungan koperasi. Di simpan-pinjam ibu-ibu kampung. Di titik-titik kepercayaan kecil yang membentuk jaringan besar solidaritas.

Demokrasi bukan dimulai dari pemilu. Demokrasi dimulai ketika orang belajar percaya pada orang lain. Ketika keputusan diambil bersama, bukan dipaksakan dari atas. Ketika orang belajar bertanggung jawab bukan hanya atas dirinya, tapi juga atas kelompoknya.

Dan koperasi, dengan segala kelemahan dan kesahajaannya, adalah laboratorium tempat itu berlangsung setiap hari.

Maka ketika kita mendengar ungkapan itu lagi—koperasi adalah demokrasi yang bekerja di dapur-dapur rumah rakyat—kita tidak harus mencari siapa yang mengatakannya. Kita hanya perlu membuka mata dan melihat bahwa barangkali, demokrasi tidak sedang mati. Ia hanya sedang beristirahat. Diam-diam bekerja. Di balik tumpukan buku simpanan, di antara tangan-tangan yang menghitung hasil panen, atau di sela pembicaraan kecil dalam rapat mingguan koperasi.

Di sanalah, barangkali, demokrasi masih hidup. Tanpa sorotan kamera. Tanpa panggung. Tapi nyata. Dan bekerja.===

Meikarta, 13 Juni 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

68,25 Persen Penduduk Indonesia Hidup dalam Kemiskinan

Next Post

Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Birokrasi

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026
Next Post
Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum

Amuba Dusta Jokowi: Warisan Moral yang Merusak, Urgensi Evaluasi Kesehatan demi Tanggung Jawab Hukum

Putusan MK: Pejabat Negara Jadi Capres Tak Perlu Mundur, Cukup Persetujuan Presiden

Gaji Naik 280%, Hakim Tak Bisa 'Dibeli", Prabowo Mengigau

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

JUMHUR HIDAYAT: AKTIVIS DI TENGAH PUSARAN PERTUMBUHAN DAN KEBERLANJUTAN

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...