• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

7 Negara Bangkrut Gagal Bayar Utang di Dunia

fusilat by fusilat
April 6, 2022
in Feature
0
7 Negara Bangkrut Gagal Bayar Utang di Dunia

Sumber : VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

Share on FacebookShare on Twitter

Meskipun gagal bayar utang negara relatif jarang, negara-negara dapat dan secara berkala melakukan default atas utang negara mereka sendiri . Ini terjadi ketika pemerintah suatu negara tidak mampu atau tidak mau membayar kreditur. Argentina, Lebanon, dan Ukraina adalah beberapa di antara negara-negara yang telah gagal membayar utang mereka, dalam beberapa tahun terakhir. Penyebab default dapat berkisar dari beban utang yang tinggi dan stagnasi ekonomi hingga ketidakstabilan politik atau krisis perbankan. Menentukan apa yang merupakan default bukanlah masalah sederhana. Kesalahan pembayaran dapat merupakan kegagalan teknis tanpa konsekuensi yang bertahan lama, sementara restrukturisasi utang yang menimbulkan kerugian besar pada pemegang obligasi dapat membuat default hukum tidak diperlukan.

Hadirnya pandemi Covid-19 semakin membuat ekonomi sejumlah negara jadi berantakan, termasuk Indonesia sendiri. Bahkan, sebelum merebaknya virus Covid-19 yang menimpa setiap negara, perekonomian Indonesia tidak stabil, sehingga harus menambah utang dengan jumlah yang tidaklah sedikit. Namun, pada saat ini utang Indonesia nilainya semakin membengkak lantaran, diterpanya wabah virus Covid-19 yang menghantam perekonomian dari dua sisi yakni pasokan dan permintaan. Utang negara kita semakin menanjak dengan nilai yang nyaris mencapai level angka Rp 7.000 triliun.  Sontak saja, karena hal tersebut menimbulkan kecemasan dari berbagai pihak, seharusnya pemerintah dapat belajar dari beberapa negara yang bangkrut karena terlilit utang. Lantas, negara apa sajakah itu? Daripada berlama-lama, simak selengkapnya berikut ini deretan negara bangkrut gagal bayar utang.

1. Yunani

Utang merupakan salah satu hal yang sangat krusial lantaran negara mengalami kebangkrutan karena tidak mampu membayarnya. Seperti salah satunya negara satu ini yang dikenal melahirkan budaya dunia barat yang diketahui bangkrut karena utang yang menumpuk dan membengkak. Melansir dari berbagai sumber, ternyata Yunani tidak mampu membayar utangnya yang sudah mencapai 183 miliar US Dollar atau sama dengan 1987 triliun rupiah  pada tahun 2012.  Yunani dinotbakan sebagai negara yang bangkrut pada 2015 lalu, lantaran lonjakan utang yang mencapai senilai 360 miliar us dollar atau sebesar 5184 triliun rupiah. Sontak saja hal ini membuat jumlah tunawisma meningkat, jumlah orang miskin naik drastis dan meningkatnya pengangguran sebanyak 26,5 % pada 2014. Namun ternyata negara para dewa ini kembali muncul di pasar obl.   Pada 2020 Yunani telah menerbitkan obligasi bertenor 7 tahun, 10 tahun hingga 15 tahun. Dan tidak hanya itu, negara para dewa itu pun berhasil mendapatkan dana segar sebanyak 12 miliar. Diprediksi rasio utang Yunani adalah 188,8% dengan nilai utang 337 miliar euro.

2. Argentina

Ternyata negara sekelas Argentina pun pernah mengalami krisis ekonomi hingga merasakan bangkrut yang begitu banyak. Salah satu penyebabnya Argentinya menjadi negara bangkrut karena adanya kriris ekonomi yang merajalela. Negara yang terkenal tempat asalnya pemain sepakbola, Lionlel Messi dinotbakan sebagai salah satu negara bangkrut gagal bayar utang negara sebanyak 100 miliar di Australia. Dengan bangkrutnya Argentina membuat beberapa dampakpun bermunculan. Mulai dari tingkat pengangguran yang melonjak sebanyak 25% dan terdapat Rp40.000 tunawisma baru yang hidupnya miris yaitu mengais sampah. Argentina gagal membayar utang ke kredita, situasi tersebut terjadi dari adanya kebijakan pemerintah yang menerapkan 1 US dollar senilai dengan satu peso Argentina. 

3. Venezuela

Antara September 2014 dan Januari 2015, ketiga perusahaan pemeringkat kredit utama menurunkan peringkat kredit Venezuela. Moody’s mengutip jatuhnya harga bahan bakar sebagai faktor utama dalam penurunan peringkat. Hampir 94% pendapatan ekspor Venezuela berasal dari minyak. Akibatnya, risiko gagal bayar negara meningkat secara substansial karena harga bahan bakar turun. Minyak mentah naik dari rata-rata $88,42 per barel sepanjang tahun 2014 menjadi hanya $54,03 per barel pada bulan Desember 2014. Moody’s memperkirakan bahwa neraca akun Venezuela akan bergeser dari surplus 2% dari PDB pada tahun 2014 menjadi defisit 2% dari PDB pada tahun 2015 Meskipun serangkaian penurunan peringkat, Presiden Bank Sentral Nelson Merentes menyatakan optimisme bahwa ekonomi Venezuela akan tumbuh pada tahun 2015. Meskipun dikenal dengan sebuah negara yang kaya akan SDA, utang dan kebangkrutan berhasil melindas kejayaan ekonomi negara yang dahulunya sejahtera ini. Menurut berbagai sumber, banyak warganya yang memutuskan pindah negara dan negaranya mengalami keterpurukan. Kebanyakan dari mereka pindah ke Kolombia, Ekuador, Peru, Chili, Amerika Serikat dan Meksiko. Turunnya ekspor minyak, utang melilit, salah mengambil kebijakan ekonomi, korupsi hingga inflasi yang naik tajam, buat negara ini harus meratapi kebangkrutannya. Kota ini diduga memiliki utang di sejumlah negara, mulai dari Cina dan Rusia. 

4. Ekuador

Negara ini harus merasakan pedihnya kebangkrutan. Negara eksportir pisang terbesar tersebut mudah bangkrut karena mewarisi banyak utang dair hasil korupsi pemerintahan di masa lalu. Ekuador mengalami depresi ekonomi. Standar kehidupan masyarakat di Ekuador pun berkurang. Ekuador tidak mau membayar utang 2008 karena pemerintah mengatakan utang headphone dari Amerika Serikat tidak bermoral.. Hal ini bukan karena tak mampu, melainkan Ekuador tak ingin membayar utang dengan sengaja. Ekuador sebenarnya mampu untuk membayar utang yang mencapai US$10 miliar atau Rp144 triliun. Sementara, Ekuador mendapatkan pinjaman sebesar US$643 juta atau Rp9,25 triliun dari IMF pada 2020. Dana itu digunakan untuk biaya darurat dalam menangani Covid-19.

5. Jamaika

Jamaika pada saat itu menyederhanakan pengajuan pengembalian pajaknya, mereformasi insentif pajak, dan menerapkan pajak bisnis minimum. Menurut Moody’s, membaiknya iklim usaha mendukung investasi swasta dan kepercayaan terhadap perekonomian. Namun, beban utang Jamaika yang tinggi secara konsisten, ditambah dengan tingkat suku bunga yang tinggi, telah melemahkan peringkat kredit. Utang negara tetap di atas 140% dari PDB setiap tahun dari 2009 hingga 2014, ketika itu tertinggi ketiga dibandingkan dengan negara lain. Utang pemerintah turun sedikit tahun ini menjadi sekitar 133% dari PDB. Namun, ini masih lebih tinggi dari semua kecuali tiga negara lain.

6. Nauru

Juga dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan yang melimpah, namun kini harus mengalami negara yang miskin. Nauru dulu dikenal sebagai negara penghasil fosfat terbesar di dunia. Pada tahun 2022 Nauru tidak mampu membayar utang sebanyak 239 juta dollar Australia karena devaluasi mata uang negeri kanguru tersebut. 

7. Zimbabwe

Negara ini mengalami hiperinflasi. Harga semua barang melonjak, sehingga tak lagi terjangkau oleh masyarakat. Hal ini membuat uang menjadi tak berarti bagi masyarakat. Mereka lebih memilih sistem barter dalam membeli barang. Zimbabwe tercatat sempat memiliki utang hingga US$4,5 miliar atau Rp64,8 triliun pada 2008. Hal ini sejalan dengan jumlah pengangguran di Zimbabwe yang naik hingga 80 persen.

Sumber

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mendagri Akui Tak Bisa Beri Sanksi Kepala Desa yang Dukung Jokowi 3 Periode

Next Post

Demokrat Sebut Risiko Utang Pemerintahan Jokowi Sangat Mengkhawatirkan

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Demokrat Sebut Risiko Utang Pemerintahan Jokowi Sangat Mengkhawatirkan

Demokrat Sebut Risiko Utang Pemerintahan Jokowi Sangat Mengkhawatirkan

Utang Pemerintah Meroket Jadi Rp 7.000 T, Begini Rinciannya

Utang Pemerintah Meroket Jadi Rp 7.000 T, Begini Rinciannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist