• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Absuditas Politik Indonesia: Dari Rivalitas hingga Koalisi Kepentingan

Ali Syarief by Ali Syarief
October 22, 2024
in Feature, Politik
0
Absuditas Politik Indonesia: Dari Rivalitas hingga Koalisi Kepentingan
Share on FacebookShare on Twitter

Absurd, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan dinamika politik di Indonesia beberapa tahun belakangan. Salah satu contoh paling mencolok adalah kisah Jokowi dan Prabowo, dua tokoh besar yang pernah berseteru dengan sengit dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Kampanye keduanya dipenuhi retorika tajam, tudingan, hingga perpecahan di tengah masyarakat. Namun, usai tempur pada panggung Pilpres, pemandangan politik berubah drastis. Jokowi, yang telah terpilih kembali sebagai presiden, justru mengundang Prabowo, rival sengitnya, untuk bergabung dalam pemerintahannya sebagai Menteri Pertahanan.

Ini menjadi salah satu absurditas politik yang membingungkan. Bagaimana mungkin dua musuh bebuyutan yang saling menyerang secara ideologis dan personal, tiba-tiba menjadi rekan kerja di kabinet yang sama? Tentu saja, publik bertanya-tanya apakah perjuangan mereka sebelumnya sungguh-sungguh didasarkan pada perbedaan visi atau hanya bagian dari permainan politik.

Absurdnya politik ini tak berhenti pada Jokowi dan Prabowo. Cak Imin, Ketua Umum PKB, yang kini menjadi Menteri Koordinator di kabinet Prabowo, juga menunjukkan betapa dinamisnya rivalitas politik di Indonesia. Pada awal tahun 2024, Cak Imin dan Prabowo saling kritik dan bahkan mencoba menjegal satu sama lain dalam persaingan Pilpres 2024. Namun, situasi berubah drastis ketika Prabowo akhirnya terpilih, dan Cak Imin pun diundang untuk menjadi bagian dari pemerintahannya. Dalam hitungan bulan, musuh politik bisa menjadi kawan. Ini menggambarkan betapa cair dan pragmatisnya politik Indonesia—sebuah fenomena yang sering kali membingungkan rakyat biasa.

Fenomena serupa juga terjadi di tingkat partai politik. Dalam Pemilu Legislatif (Pileg), partai-partai bersaing sengit, saling serang dan kritik. Namun, ketika Pilpres tiba, mereka justru berkoalisi demi mencapai kekuasaan. Koalisi yang dibangun tanpa landasan ideologi yang kuat membuat publik sulit membedakan mana musuh, mana kawan. Ketika kepentingan pragmatis mengambil alih, pertarungan sengit di masa kampanye ternyata hanya sementara. PSI (Partai Solidaritas Indonesia), misalnya, pada tahun 2019 memberikan penghargaan “Kebohongan dan Terlebay Sepanjang Tahun” kepada Prabowo. Namun, di bawah kepemimpinan Raja Juan, sekjen PSI, partai ini kini justru berada di kabinet yang dipimpin Prabowo.

Kesadaran akan absurditas ini tidak hanya menggambarkan kegagalan para tokoh politik dalam menjaga konsistensi prinsip, tapi juga mencerminkan adanya masalah yang lebih mendalam dalam sistem politik kita. Salah satu akar dari situasi ini adalah aturan Presidential Threshold 20%, yang membuat partai-partai terpaksa berkoalisi demi memenuhi syarat pencalonan presiden. Aturan ini, pada dasarnya, merusak sistem demokrasi kita dengan memaksa partai-partai yang seharusnya bersaing ideologis untuk bersatu hanya demi mencapai syarat formal. Inilah yang menjadi cikal bakal absurdnya pola kehidupan politik di Indonesia. Perseteruan dan perdebatan panas di panggung kampanye sering kali hanya bersifat sementara, karena akhirnya para politisi harus merapat ke kekuasaan yang lebih besar.

Jika Prabowo serius ingin membawa perubahan di masa kepemimpinannya, salah satu PR besar yang harus segera dituntaskan adalah reformasi sistem politik yang menciptakan situasi absurd ini. Jika tidak, politik Indonesia akan terus dimanfaatkan oleh segelintir elite untuk meraih kekuasaan, tanpa memperhatikan aspirasi rakyat yang sebenarnya.

Sampai kapan kita akan terus terjebak dalam sirkus politik semacam ini? Pertanyaan ini harus terus kita tanyakan, agar absurditas dalam politik Indonesia bisa segera diakhiri, dan demokrasi yang sesungguhnya bisa ditegakkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Yusril Tegaskan: Peristiwa 1998 Bukan Pelanggaran HAM Berat, Fokus ke Masa Depan

Next Post

Israel Bakar RS Indonesia di Gaza

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Kemlu Bantah RS Indonesia di Gaza Dijadikan Perisai Oleh Hamas

Israel Bakar RS Indonesia di Gaza

Prof Abdul Mu’ti Geser Nadiem, Diharapkan Tak Cuma Ganti Nama Juga Ideologi

Mendikdasmen Akan Evaluasi Kurikulum Merdeka Belajar, PPDB Zonasi, dan Peniadaan UN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist