• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Absurditas Presidential Threshold 20% dan Dampaknya pada Pilpres 2024

fusilat by fusilat
January 2, 2025
in Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ketentuan Presidential Threshold (PT) 20% yang awalnya dimaksudkan untuk menyederhanakan kontestasi politik justru melahirkan berbagai absurditas dalam praktiknya. Koalisi besar tanpa arah yang jelas, pencalonan presiden berdasarkan hasil pemilu lima tahun lalu, hingga munculnya figur seperti Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden, menjadi bukti nyata bagaimana aturan ini mencederai semangat demokrasi. Di balik angka 20% tersebut, tersimpan potret politik pragmatis yang semakin jauh dari kehendak rakyat.

Sistem politik Indonesia saat ini diwarnai oleh ketentuan Presidential Threshold (PT) 20%, sebuah aturan yang mengharuskan partai politik atau koalisi partai memiliki minimal 20% kursi di parlemen atau 25% suara nasional untuk mencalonkan pasangan presiden dan wakil presiden. Meskipun tujuan utamanya adalah menyederhanakan kontestasi dan meningkatkan stabilitas politik, implementasi aturan ini justru menciptakan sejumlah absurditas yang mengancam kualitas demokrasi kita.

Absurditas 1: Koalisi Tidak Dibatasi Secara Wajar

PT 20% memaksa partai-partai untuk membentuk koalisi besar demi memenuhi syarat pencalonan. Akibatnya, koalisi dibangun bukan berdasarkan visi, misi, atau ideologi yang sejalan, melainkan semata-mata untuk mengejar angka 20%. Koalisi semacam ini sering kali rapuh dan tidak memiliki keselarasan programatik, sehingga menciptakan pemerintahan yang kurang solid.

Ironisnya, dengan tidak adanya batasan maksimum, koalisi menjadi semakin besar dan sulit dikelola. Hal ini tidak hanya melemahkan checks and balances di parlemen tetapi juga menciptakan perpecahan internal yang berujung pada instabilitas politik. Sistem ini memperlihatkan bahwa ambang batas yang dimaksudkan untuk menyaring kandidat justru menjadi alat kompromi tanpa arah yang jelas.

Absurditas 2: Pemilu 2024 Ditentukan oleh Hasil Pemilu 2019

Salah satu dampak langsung PT 20% adalah ketergantungan proses pencalonan pada hasil Pemilu 2019. Dalam situasi ini, calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2024 diusulkan berdasarkan peta kekuatan politik yang sudah usang. Hal ini bertentangan dengan semangat demokrasi, yang seharusnya memberi ruang kepada aspirasi rakyat yang aktual dan relevan pada tahun pemilu berlangsung.

Selain itu, pelaksanaan pemilu serempak memperparah absurditas ini. Keterkaitan antara hasil pemilu legislatif dan eksekutif menciptakan situasi di mana partai-partai lebih fokus pada perhitungan matematis kekuatan parlemen daripada mendengarkan suara rakyat secara langsung. Akibatnya, proses pencalonan terasa terputus dari kehendak rakyat.

Absurditas 3: Perkongsian Jangka Pendek yang Melahirkan Gibran Rakabuming Raka

Efek domino dari koalisi pragmatis dan sistem pemilu serempak adalah lahirnya pasangan calon yang didasarkan pada kalkulasi elektoral jangka pendek. Salah satu contoh mencolok adalah pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden. Gibran, yang relatif minim pengalaman di panggung politik nasional, muncul sebagai representasi dari kalkulasi pragmatis koalisi.

Penunjukan Gibran menggambarkan bagaimana sistem yang ada mendorong politisi muda tanpa rekam jejak yang memadai untuk mengambil posisi strategis demi keuntungan elektoral instan. Bukannya membangun kepemimpinan berbasis kompetensi, sistem ini justru merusak esensi demokrasi dengan memperdagangkan jabatan sebagai bagian dari strategi koalisi.

Menuju Demokrasi yang Lebih Sehat

Ketiga absurditas ini menegaskan bahwa PT 20% lebih banyak menciptakan masalah daripada solusi. Demokrasi yang sehat membutuhkan sistem yang mampu merepresentasikan suara rakyat secara nyata, bukan hasil kompromi elite yang terputus dari realitas. Menghapus PT 20% atau setidaknya merevisinya menjadi lebih fleksibel dan proporsional adalah langkah penting untuk memulihkan integritas demokrasi kita.

Selain itu, pemisahan antara pemilu legislatif dan eksekutif dapat mengurangi ketergantungan proses pencalonan pada hasil pemilu yang usang. Sistem pemilu yang lebih dinamis akan memungkinkan partai-partai untuk fokus pada kompetisi programatik dan kualitas kandidat, bukan sekadar angka-angka parlemen.

Dengan melakukan reformasi ini, kita dapat menciptakan politik yang lebih sehat, stabil, dan mampu mencerminkan kehendak rakyat secara utuh. Sebab, demokrasi yang sejati adalah tentang rakyat, bukan sekadar angka atau kalkulasi kekuasaan semata.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dihapuskannya PT 20%: Menyongsong Era Baru Demokrasi Presidensial – “Peluang Gibran Pupus Sudah”

Next Post

Absurditas Presidential Threshold 20% dan Dampaknya pada Pilpres 2024

fusilat

fusilat

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Paslon Prabowo – Gibran Kumpulkan Advokad Kondang untuk Menangkan PHPU di MK

Absurditas Presidential Threshold 20% dan Dampaknya pada Pilpres 2024

Putusan MK: Pejabat Negara Jadi Capres Tak Perlu Mundur, Cukup Persetujuan Presiden

MK Hapus Presidential Threshold, Anwar Usman dan Daniel Yusmic Jadi Sorotan dengan Dissenting Opinion

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...