• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Abu Hanifah: Jika sebuah hadist tidak dapat diterima oleh akal, tinggalkanlah.

Ali Syarief by Ali Syarief
July 18, 2025
in Feature, Spiritual
0
Abu Hanifah: Jika sebuah hadist tidak dapat diterima oleh akal, tinggalkanlah.
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews  – Di sebuah masa ketika dunia riuh oleh dalil, dan kerasnya suara dianggap lebih benar daripada kejernihan pikiran, lahirlah sebuah bisikan dari lorong waktu. Ia tidak meledak seperti petir, tidak menggema seperti pengeras suara. Ia pelan, tapi teguh. Dan justru karena itu, ia abadi.

“Jika sebuah hadist tidak dapat diterima oleh akal, tinggalkanlah.”

Bukan, itu bukan suara pembangkang. Itu adalah suara kehati-hatian yang datang dari lubuk ilmu dan perenungan. Ucapan itu milik Imam Abu Hanifah—ulama besar dari Kufah, pendiri mazhab Hanafi, yang hidup pada abad ke-8 Masehi. Seorang ahli fikih yang tidak hanya hafal hukum, tapi juga menjunjung tinggi nalar.

Bagi Abu Hanifah, agama bukanlah rantai yang membelenggu jiwa, melainkan cahaya yang membebaskan manusia dari gelapnya takhayul dan tirani rasa takut. Dan dalam sunyi yang ia ciptakan lewat kebijaksanaannya, terdengarlah pesan yang masih relevan hingga hari ini: akal sehat adalah cahaya agama, bukan musuhnya.


Kita bisa menghafal ribuan hadist, membacanya hingga habis tinta. Tapi Abu Hanifah mengajarkan bahwa tidak semua teks suci datang dengan kesucian dalam transmisi. Hadist bisa keliru. Bisa terdistorsi oleh waktu, niat, bahkan kekuasaan. Maka akal diperlukan—bukan sebagai pembangkang teks, melainkan penjaganya.

Dalam pandangan Abu Hanifah, akal bukan lawan iman. Ia adalah jembatan menuju kedalaman makna. Ia bukan pengganti wahyu, tapi cahaya yang membantu kita menafsirkan pesan Tuhan dengan utuh dan manusiawi.

Ia menolak hadist yang menyalahi keadilan, menodai kasih sayang, atau menghina kemanusiaan. Ia lebih memilih ijtihad daripada kepatuhan yang membuta. Karena ia tahu, Tuhan yang sama yang menurunkan wahyu adalah Tuhan yang menitipkan nalar.


Namun di zaman ini, keberanian seperti itu dianggap subversif. Kita hidup dalam era taqlid, di mana mengikuti dianggap lebih mulia daripada memahami. Di mana mempertanyakan teks dianggap setara dengan melawan Tuhan.

Padahal Rasulullah sendiri, dalam kebijaksanaannya, bersabda:
“Kalian lebih tahu urusan dunia kalian.”
Itu bukan pelepasan tanggung jawab, tapi pemberian ruang bagi akal untuk hidup dan berperan.

Jika Rasul saja memberi ruang bagi akal, mengapa kita menutupnya dengan rapat?


Abu Hanifah meninggal di penjara, bukan karena kejahatan, tetapi karena ia menolak menjadi corong kekuasaan. Ia menolak menjual fatwanya demi jabatan. Tapi yang lebih tragis dari nasibnya adalah nasib akal sehat dalam dunia beragama setelahnya.

Kita lebih cepat mencela daripada merenung. Lebih suka marah daripada berpikir. Kita menjadikan agama sebagai pagar yang tinggi, bukan taman yang meneduhkan.

Padahal esensi agama bukan pada jumlah larangan, atau kerasnya ancaman. Tapi pada ajakannya untuk berpikir—tentang kasih, tentang keadilan, tentang arti hidup dan kemanusiaan.

Agama yang sehat tidak mengorbankan akal di altar ketaatan. Tapi memberi tempat baginya untuk bertanya, meragukan, dan akhirnya—meyakini dengan jiwa yang utuh.


Itulah warisan Abu Hanifah yang paling indah. Ia tidak membangun tembok dari teks, tapi membuka jendela menuju cahaya pemahaman. Ia tidak menyuruh umatnya takut, tapi berani berpikir. Ia tidak menakuti manusia dengan kata-kata Tuhan, tapi memuliakan manusia sebagai makhluk yang diberi kemampuan untuk menimbang dan memahami.

Dan hari ini, dalam zaman yang dipenuhi oleh ceramah tanpa perenungan, oleh klaim kebenaran tanpa dialog, mungkin yang paling kita butuhkan bukan lagi suara lantang, melainkan keberanian untuk berpikir waras.

Karena akal sehat bukan akhir dari agama.

Ia adalah awalnya.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tanah untuk Ormas: Revisi Reforma Agraria atau Agenda Politik?

Next Post

Shinkansen: Simfoni Kecepatan dan Ketenangan dalam Budaya Jepang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Shinkansen: Simfoni Kecepatan dan Ketenangan dalam Budaya Jepang

Shinkansen: Simfoni Kecepatan dan Ketenangan dalam Budaya Jepang

Artifak Pasar Pramuka – Membumi Hanguskan Istana Integritas keilmuan UGM

Rektor UGM Dipanggil Prabowo: Benarkah Ada yang Disembunyikan soal Ijazah Jokowi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist