• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Tanah untuk Ormas: Revisi Reforma Agraria atau Agenda Politik?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 18, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ketika Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mengumumkan bahwa negara telah mengamankan 1,4 juta hektare tanah telantar yang siap dibagikan ke organisasi kemasyarakatan (ormas), publik menyambut dengan beragam reaksi. Di satu sisi, langkah ini tampak sebagai terobosan dalam memanfaatkan lahan yang terbengkalai. Namun di sisi lain, ia menyalakan alarm kewaspadaan: siapa yang akan menerima, untuk apa, dan atas dasar apa?

“Tanah telantar itu totalnya 1,4 juta hektare secara nasional,” ujar Nusron dalam sebuah forum Rakernas PB IKA-PMII, 13 Juli lalu. Ia tidak menyebutkan daftar ormas penerima, tidak menjelaskan mekanisme distribusi, dan tidak menyampaikan bagaimana pengawasan akan dilakukan.

Dalam demokrasi yang sehat, ketertutupan semacam ini adalah undangan bagi kecurigaan.


Dari Reforma Agraria ke Rekayasa Kekuasaan?

Reforma agraria, yang sejak era Sukarno hingga Jokowi selalu menjadi janji manis, sejatinya ditujukan untuk mendistribusikan tanah kepada rakyat kecil—petani tak bertanah, masyarakat adat, dan komunitas lokal yang termarjinalkan.

Namun, distribusi kepada ormas membuka potensi distorsi atas prinsip keadilan agraria. Menurut Dewi Sartika, Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), skema ini berpotensi mengabaikan kelompok-kelompok rentan yang selama ini paling membutuhkan lahan untuk kelangsungan hidup.

“Bukan soal ormas atau bukan, tapi soal siapa yang selama ini benar-benar berjuang hidup dari tanah. Ini soal keadilan struktural, bukan sekadar pembagian jatah,” tegasnya saat dihubungi.


Ormas dan Simpul Kekuasaan

Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa distribusi sumber daya ke organisasi sering kali diselubungi motif politik. Misalnya, pada era Orde Baru, banyak ormas dan organisasi pemuda yang diberi hak kelola aset negara sebagai bentuk balas jasa atas dukungan politik mereka.

Kini, menjelang Pemilu 2029, publik tak bisa menutup mata bahwa sebagian ormas telah menjadi simpul-simpul kekuasaan yang loyal terhadap penguasa. Jika tidak ada mekanisme audit dan seleksi terbuka, tanah negara bisa berubah menjadi “imbalan sunyi” atas loyalitas politik.

Bayangkan jika distribusi tanah ini hanya jatuh ke tangan ormas-ormas besar yang memiliki afiliasi dengan elite partai atau penguasa. Publik tak lagi menyaksikan reforma agraria, tapi rekayasa kekuasaan.


Menagih Transparansi dan Uji Publik

Lembaga seperti WALHI dan Indonesia Corruption Watch (ICW) telah sejak lama mendorong agar setiap kebijakan menyangkut sumber daya publik—khususnya tanah—wajib melalui uji publik dan pengawasan masyarakat sipil. Mereka juga menyoroti absennya data terbuka soal lokasi dan status hukum tanah yang disebut-sebut “telantar” itu.

“Apakah tanah itu benar-benar telantar? Atau justru sedang dalam proses sengketa antara masyarakat dengan korporasi?” tanya Dwi Sawung dari WALHI.

Kekhawatiran itu masuk akal. Di berbagai daerah, banyak konflik agraria muncul akibat klaim sepihak pemerintah bahwa suatu lahan “tidak dimanfaatkan”, padahal telah diolah turun-temurun oleh petani lokal atau masyarakat adat tanpa dokumen formal.


Simpulan: Kepada Siapa Negara Berpihak?

Pertanyaan mendasarnya: apakah tanah negara akan diberikan kepada yang membutuhkan atau kepada yang mendekat ke kekuasaan?

Di atas kertas, program ini mungkin terlihat mulia. Tapi jika implementasinya mengabaikan prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas, maka yang terjadi bukanlah distribusi tanah, melainkan redistribusi kekuasaan.

Rakyat punya hak untuk tahu: siapa saja ormas penerima? Berapa luas lahan yang dibagikan? Apa bentuk pertanggungjawabannya?

Dan yang lebih penting: apakah rakyat kecil benar-benar menjadi prioritas?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi yang Harus Membuktikan Ijazahnya: Analisis Hukum Pembuktian Atas Pernyataan Nilai IPK, Jurusan dan Pembimbing Skripsi

Next Post

Abu Hanifah: Jika sebuah hadist tidak dapat diterima oleh akal, tinggalkanlah.

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Abu Hanifah: Jika sebuah hadist tidak dapat diterima oleh akal, tinggalkanlah.

Abu Hanifah: Jika sebuah hadist tidak dapat diterima oleh akal, tinggalkanlah.

Shinkansen: Simfoni Kecepatan dan Ketenangan dalam Budaya Jepang

Shinkansen: Simfoni Kecepatan dan Ketenangan dalam Budaya Jepang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist