Oleh: Karyudi Sutajah Putra
PEREMPUAN itu indah sebagai fiksi, namun berbahaya sebagai fakta (Rocky Gerung). Semakin cantik seorang wanita, semakin berbahaya dirinya (Novel To Liong To).
Sedemikian berbahayakah seorang wanita, apalagi yang cantik, sehingga Rocky Gerung dan novel To Liong To perlu menyampaikan “warning” (peringatan) semacam itu?
Tidak! Pada hakikatnya wanita adalah makhluk lemah, sehingga tidak berbahaya. Bahkan lembut dan mempesona.
Dengan demikian, ketika ada seorang wanita yang berbahaya, barangkali itu sebuah pengecualian dan mengingkari kodratnya sebagai seorang wanita.
Wanita juga ditakdirkan menjadi seorang ibu yang mengandung dan melahirkan anak, sehingga dengan sendirinya sudah membawa karakter seorang ibu yang sejuk dan damai. Apa pun kondisinya, seorang ibu tetaplah mulia di mata anaknya.
Namun, belakangan ada fenomena menarik. Apa itu? Ialah keberadaan wanita, cantik dan muda pula tentunya, dalam pusaran banyak kasus rasuah.
Sebut saja kasus korupsi atau rasuah yang melibatkan Ricky Ham Pagawak dan Hasbi Hasan.
Ricky Ham Pagawak adalah Bupati Memberamo Tengah, Papua, yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka suap/gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp200 miliar untuk memenangkan tender sejumlah proyek pembangunan di wilayahnya.
Adapun Hasbi Hasan adalah Sekretaris Mahkamah Agung (MA) yang ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi pengurusan perkara di MA.
KPK sudah mengungkap dugaan aliran uang Rp11,2 miliar ke Hasbi Hasan dan Dadan Tri Yudianto terkait pengurusan perkara Nomor: 326 K/Pid/2022 atas nama Budiman Gandi Suparman selaku Pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana.
Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara dugaan suap yang sebelumnya menyeret dua Hakim Agung, Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh.
KPK telah memeriksa presenter televisi Brigita P Manohara di kasus korupsi dan TPPU Ricky Ham Pagawak, Senin (5/6/2023) dan Juli 2022 lalu. Brigita pun telah mengembalikan aset dan uang ratusan juta rupiah ke KPK yang diterima dari Ricky Ham Pagawak.
Dalam kasus Hasbi Hasan, KPK telah memeriksa finalis Indonesian Idol 2014 Windy Yunita Ghemary alias Windy Idol yang diduga mengelola rumah Hasbi di Jakarta Selatan serta diduga menerima sejumlah uang.
Sebelumnya, dalam kasus korupsi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf juga ada seorang wanita bernama Fenny Steffy Burase, model cantik asal Manado, Sulawesi Utara, kelahiran 6 Mei 1983, yang kemudian menjadi istri Irwandi.
Juga ada empat artis cantik yang diperiksa KPK terkait kasus rasuah Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, suami mantan Walikota Tangerang Selatan, Banten, Airin Rachmi Diany, dan juga adik kandung bekas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Empat artis itu adalah Jennyfer Dunn, Rebbeca Heijman, Catherine Wilson dan Reni Yuliana.
Dalam kasus korupsi Simulator SIM yang melibatkan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Djoko Susilo, KPK juga sempat memeriksa dua istri mudanya, yakni Mahdiana dan Dipta Anindita.
Dalam kasus korupsi kuota impor sapi di Kementerian Pertanian yang melibatkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dan orang dekatnya Ahmad Fathanah, KPK juga memeriksa dua orang perempuan muda dan cantik, Darin Mumtazah dan Maharani Suciono.
Kekuasaan dan Seks
Terlepas dari apakah mereka yang terlibat rasuah ada transaksi seksual dengan wanita-wanita cantik di pusarannya itu atau tidak, fillsuf asal Prancis, Michel Foucault (1926-1984) berpendapat, kekuasaan dan seksualitas saling mengintervensi. Kekuasaan adalah seks, seks adalah kekuasaan. Hal ini berkelindan dengan Sindrom Cleopatra yang kerap menghantui kaum wanita.
Cleopatra, Ratu Mesir, lahir tahun 69 SM, adalah sosok yang menggunakan seks dan kecantikannya untuk berkuasa dan memenangi pertarungan politik. Agar tidak terbuang dari lingkaran elite Istana Mesir, dia menikah dengan Ptolemeus XIII, saudaranya.
Untuk mengatasi kudeta yang dirancang pendukung saudaranya, dia bersekutu dan menikah dengan Kaisar Romawi Julius Caesar. Setelah Caesar terbunuh oleh Senat Romawi, Cleopatra merasa harus mencari pelindung lain agar bisa tetap menjadi Ratu Mesir. Pilihannya jatuh pada Mark Antony, teman Julius Caesar, dan kapten pasukan kavaleri yang mengontrol seluruh wilayah Mediterania.
Ada adagium, laki-laki memberikan cinta untuk mendapatkan seks, perempuan memberikan seks untuk mendapatkan cinta.
Cinta dapat diwujudkan melalui pemberian materi. Materi berlimpah biasanya dimiliki oleh mereka yang punya kuasa, baik secara politik maupun ekonomi.
Masuk akal bila kemudian banyak wanita di pusaran kasus rasuah, sehingga dianggap berbahaya karena menjerumuskan. Padahal bisa jadi kaum wanita itu justru terkena abu panas dari pelaku rasuah.
Akan tetapi masa depan laki-laki hancur berantakan gegara seorang wanita juga banyak faktanya. Sebut saja Ferdy Sambo dan Mario Dandy Satriyo. Dus, peringatan Rocky Gerung dan novel To Liong To ada benarnya.
Apalagi, secara ilmiah, banyak penelitian yang membuktikan bahwa secara fisik dan mental sesungguhnya wanita jauh lebih kuat daripada laki-laki. Wanita lebih kuat menahan beban hidup, di satu sisi menjadi ibu rumah tangga, tapi di sisi lain ia bekerja bahkan mencari nafkah, misalnya.
Secara hormonal, wanita lebih kuat menahan rasa sakit, termasuk saat melahirkan, sehingga banyak wanita yang justru berumur lebih panjang daripada laki-laki. Itulah wanita!
Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).





















