• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Agenda TPUA Sambangi UGM: Prabowo Demokrat Sejati, Mengalah kepada Rakyat, Bukan kepada Jokowi

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
April 10, 2025
in Feature, Politik
0
Agenda TPUA Sambangi UGM: Prabowo Demokrat Sejati, Mengalah kepada Rakyat, Bukan kepada Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Dalam kerangka konstitusi, jabatan Presiden RI memiliki tanggung jawab fundamental, salah satunya memimpin sektor penegakan hukum yang pasti dan berkeadilan tanpa diskriminasi (equal before the law). Oleh karena itu, Prabowo Subianto (PS) sebagai Presiden, secara prinsipil tidak dapat bersikap anomali terhadap supremasi hukum. Ia wajib tunduk sepenuhnya kepada konstitusi, termasuk ketika penegakan hukum menyentuh sosok Presiden sebelumnya, yang oleh banyak pihak dinilai telah menunjukkan watak brutal, manipulatif, dan memiliki jejak kelicikan politik yang menggerus norma-norma hukum selama satu dekade kekuasaannya—yakni Joko Widodo (Jokowi).

Namun demikian, meskipun Jokowi secara formal telah kehilangan kekuasaan, realitas hukum di bawah kepemimpinan Prabowo masih memperlihatkan tanda-tanda pengaruh eks Presiden tersebut. Ini terlihat dari mandeknya penegakan hukum terhadap dugaan ijazah palsu yang digunakan Jokowi saat mencalonkan diri sebagai pejabat publik. Dugaan ini bukan hanya isu politik biasa, melainkan sudah masuk ranah delik umum, yang berarti proses penyelidikan seharusnya dapat dimulai tanpa perlu adanya laporan masyarakat.

Kasus serupa juga menyentuh Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi, yang oleh publik dituding sebagai pemilik akun “fufu fafa” di Kaskus, yang memuat konten vulgar dan menghina dirinya serta keluarganya. Namun anehnya, Gibran tidak pernah membantah secara hukum atau menempuh jalur pelaporan sebagai pihak terhina (delik aduan). Justru, hal ini seperti dibiarkan begitu saja.

Tentu Prabowo lebih memahami alasan di balik sikap diam dan ketidakjelasan arah hukum ini. Namun dari perspektif publik, kondisi ini membutuhkan sinyal transparansi agar tidak menyisakan kecurigaan dan spekulasi. Apalagi, kasus ini sangat strategis secara politik dan berpotensi memperluas dukungan terhadap Prabowo jika ditangani secara adil dan terbuka, mengingat ketidaksukaan publik terhadap figur Jokowi dan Gibran yang dinilai memiliki gaya kepemimpinan otoriter dan memanipulasi hukum demi kekuasaan.

Prabowo sebenarnya cukup mengisyaratkan kepada Kapolri atau Jaksa Agung untuk memulai pemeriksaan keabsahan ijazah Jokowi. Bahkan secara prerogatif, ia dapat mencopot jabatan mereka bila ada indikasi pembangkangan terhadap perintah hukum. Sayangnya, hingga hari ini tidak tampak tanda-tanda adanya proses hukum yang berjalan.

Akibat ketidakjelasan ini, masyarakat yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) berencana melakukan “sambang hukum” ke Rektorat UGM di Yogyakarta dan ke domisili Jokowi di Solo, pada 15 dan 16 April 2025. Mereka ingin mencari kejelasan atas dugaan ijazah palsu Jokowi—apakah isu ini hanya hoaks politik, atau justru merupakan fakta hukum yang selama ini ditutupi?

Besar kemungkinan agenda TPUA ini akan memantik kehadiran masyarakat luas, tidak hanya dari Yogyakarta dan Solo, tetapi juga dari luar Pulau Jawa. Sebab, isu ini sudah mengglobal, terutama sejak lembaga investigasi internasional OCCRP menyebut Jokowi sebagai finalis pemimpin terkorup nomor dua di dunia. Ditambah lagi gelar “Jokowi The King of Lip Service” yang disematkan oleh mahasiswa, semakin menegaskan bahwa integritas mantan presiden ini sedang dipertanyakan publik secara serius.

Dugaan ini dikuatkan oleh keterangan dua ahli teknologi informasi—Dr. Roy Suryo dan Dr. Rismon H. Sianipar. Rismon bahkan menyatakan dengan keyakinan bahwa ijazah Jokowi adalah “100 miliar persen palsu”, dan ia secara terbuka menantang Jokowi serta pihak UGM untuk membuktikan sebaliknya lewat jalur hukum. Namun, alih-alih menjawab tantangan ilmiah ini, Jokowi justru mengeluarkan bantahan dengan kalimat singkat yang menyebut tuduhan itu sebagai “fitnah murahan”—tanpa menunjukkan dokumen asli atau mempersilakan UGM memberikan klarifikasi resmi. Ini menimbulkan asumsi baru bahwa sangkalan tersebut tidak bersifat ilmiah dan justru semakin memperkuat kecurigaan publik.

Kini, pertanyaannya: sebagai Presiden, apakah Prabowo akan tetap diam, atau akan bertindak untuk meredam potensi konflik horizontal yang bisa muncul dari agenda TPUA ini?

Jika negara melalui aparat keamanan bersikap represif terhadap kunjungan TPUA ke UGM—lembaga pendidikan milik negara yang notabene milik rakyat—dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak yang lebih besar. Terlebih jika ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang menyusup dan memprovokasi, atau jika kunjungan tersebut dihalangi secara apriori dengan dalih “melindungi Jokowi” tanpa dasar hukum yang jelas.

Padahal, laporan atas dugaan ijazah palsu ini sudah masuk ke Mabes Polri, namun belum ada perkembangan proses hukum yang transparan. Ini menunjukkan kegagalan Polri dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sekaligus memperlihatkan kelemahan Prabowo sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam penegakan hukum.

Oleh sebab itu, demi menjaga stabilitas nasional, kepercayaan publik, dan integritas hukum, Presiden perlu bersikap arif dan tegas. Solusinya sederhana: instruksikan Kapolri agar menyatakan secara terbuka bahwa penyidik Bareskrim akan menindaklanjuti laporan TPUA sesuai hukum yang berlaku.

Jika Prabowo gagal mengambil sikap presisi dalam situasi ini, maka bukan tidak mungkin ia akan dicap sebagai pelindung kejahatan masa lalu yang dilakukan Jokowi, termasuk dalam kasus dugaan ijazah palsu. Ini akan menjadi noda tambahan dalam transisi sejarah hukum bangsa, dan mengingatkan kita kembali pada era 1998-1999—ketika ketidakjelasan hukum dan kekuasaan yang tidak akuntabel menjadi biang kerok runtuhnya rezim.

Prabowo harus memilih: menjadi demokrat sejati yang berpihak kepada rakyat dan hukum, atau menjadi simbol keberlanjutan kebobrokan kekuasaan era Jokowi.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Trump Naikkan Tarif Impor produk China 125 Persen Ditengah Jeda 90 hari

Next Post

Konsumsi Makanan ini Agar Mata Tetap Sehat Terutama Sering Natap Layar Monitor dan Ponsel

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026
Feature

Ketika Ilmu Dipisahkan Dari Agama (bagian 2 dari 3 tulisan) Mencari Jalan Keluar: Dari Islamisasi Ilmu hingga Sintesa Semu

May 28, 2026
Papua dalam Sorotan Dunia
Feature

Papua dalam Sorotan Dunia

May 28, 2026
Next Post
Konsumsi Makanan ini Agar Mata Tetap Sehat Terutama Sering Natap Layar Monitor dan Ponsel

Konsumsi Makanan ini Agar Mata Tetap Sehat Terutama Sering Natap Layar Monitor dan Ponsel

Presiden Lantik Pengurus Lengkap Danantara. Joko Widodo dan S B Y Ditunjuk Jadi Dewan Pengarah

Presiden Prabowo Merasa Bertanggungjawab Atas Komunikasi Pemerintah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan Dari Agama (bagian 2 dari 3 tulisan) Mencari Jalan Keluar: Dari Islamisasi Ilmu hingga Sintesa Semu

May 28, 2026
Papua dalam Sorotan Dunia

Papua dalam Sorotan Dunia

May 28, 2026
PSN PIK 2 Terindikasi Dugaan Korupsi

Prabowo Tidak Berani Mengembalikan Ke UU KPK Yg Awal – Mengejar Koruptor Hingga ke Antartika: Omon-Omon Belaka?

May 28, 2026
Dari Dwifungsi Menuju Omnipresen: Ketika Tentara Mengurus Semuanya

Dari Dwifungsi Menuju Omnipresen: Ketika Tentara Mengurus Semuanya

May 28, 2026
Harapan Rakyat Kandas di Janji Prabowo

Harapan Rakyat Kandas di Janji Prabowo

May 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan Dari Agama (bagian 2 dari 3 tulisan) Mencari Jalan Keluar: Dari Islamisasi Ilmu hingga Sintesa Semu

May 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...