• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

AGRICOLA MEDAL FAO

by
September 3, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
AGRICOLA MEDAL FAO
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

DetikFinance merilis, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima penghargaan Agricola Medal dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agriculture Organization/FAO). Penghargaan tertinggi FAO itu diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu di Istana Merdeka, Jakarta. Penghargaan Agricola Medal diberikan kepada para pemimpin dunia yang dinilai memiliki upaya dan dukungan besar pada tujuan mendasar FAO dalam mencapai ketahanan pangan global.

Dirjen FAO menyebutkan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia menunjukkan perkembangan pesat dalam transformasi sistem pertanian dengan menerapkan prinsip pengembangan pertanian permanen/ berkelanjutan, bahkan di saat dunia sedang menghadapi berbagai tantangan global, seperti pandemi COVID-19.

Pada masa pandemi COVID-19, sektor pertanian telah menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan pertumbuhan 2,2 persen. Tingkat kemiskinan di Indonesia juga terus menurun secara konsisten. Penghargaan Agricola Medal menjadi bukti dari upaya Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kehidupan masyarakat yang lebih baik, tanpa ada satupun warga yang terabaikan.

Indonesia telah menunjukkan kerjasama dan kolaborasi yang kuat dalam mencapai tujuan bersama di bidang ketahanan pangan global. Seperti tersirat dalam Undang Undang No.18/2012 tentang Pangan, bertumpu pada upaya mencapai swasembada pangan, Pemerintah bertekad kuat untuk mengokohkan ketahanan pangan guna menggapai kemandirian dan kedaulatan pangan.

Apa yang telah digarap oleh Pemerintahan Jokowi selama 10 tahun, kelihatannya, bakal terus dikembangkan oleh Pemerintahan baru masa bakti 2024-2029. Prabowo/Gibran dengan tegas menyatakan, salah satu program prioritas yang perlu diwujudkan adalah mencapai swasembada pangan, energi dan air. Khusus pencapaian swasembada pangan, terekam banyak hal yang bakal digarapnya.

Salah satu kebijakan yang dipilih dan tampil menjadi tugas pokok dan fungsi Kementerian Pertanian adalah menggenjot produksi beras setinggi-tingginya menuju swasembada. Program nyata yang dilakukan adalah dengan mengembangkan lahan rawa sebesar 1 juta hektar. Lalu, program pompanisasi guna menjangkau 500 ribu hektan dan program tanam sisipan padi gogo sebesar 300 ribu hektar.

Selain itu, Pemerintah juga tahu persis, setidaknya ada 10 penyebab utama, mengapa bangsa ini mengalami penurunan produksi beras dengan angka cukup terukur dan signifikan. Ke 10 penyebab tersebut adalah pertama adalah volume pupuk subsidi dikurangi 50 persen. Amran mencatat alokasi pupuk subsidi pada 2021 sebanyak 8,78 juta ton. Namun tiap tahun alokasi pupuk turun hingga hanya 4,73 juta ton tahun ini.

Kedua adalah sebanyak 17 hingga 20 persen petani tidak bisa menggunakan Kartu Tani. Ketiga adalah petani hanya diberi pupuk satu kali tanam. Keempat Lembaran Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Jawa mencatat 30 juta orang tidak boleh menerima pupuk. Kelima, alsintan (alat dan mesin pertanian) sudah tua. Keenam adalah kekeringan akibat El Nino.

Ketujuh adalah saluran irigasi 60 persen kondisinya perlu direhabilitasi. Kedelapan, jumlah petugas penyuluh lapangan (PPL) hanya 50 persen dari kebutuhan. Kesembilan bibit unggul berkurang. Dan kesepuluh anggaran turun. Inilah 10 titik lemah dari proses pembangunan pertanian di negeri tercinta. Diluar ini, tentu akan ada masalah lain yang tak kalah menarik untuk dijadikan bahan diskusi.

Dua masalah serius yang butuh penanganan cerdas dan bernas adalah soal alih fungsi lahan/alih kepemilikan lahan dan alih generasi petani padi. Ke dua problem ini ibarat bom waktu yang sewaktu-waktu dapat meledak dengan sendirinya. Alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi non pertanian, sepertinya butuh pengendalian yang lebih baik, agar tidak semakin menjadi-jadi.

Alih generasi petani padi pun, kini perlu mendapat prioritas dalam penanganannya. Sebab, dengan semakin banyaknya kaum muda yang enggan berprofesi sebagai petani padi, atau lebih senang bermigrasi ke kota-kota besar, maka bangsa ini akan kesulitan untuk mendapatkan kaum muda yang mau turun langsung ke sawah untuk bercocok-tanam.

Agricola Medal FAO, jelas bukan program yang dirancang untuk membuat para penerimanya senang dan riang gembira. Agricola Medal, tentu disiapkan sedemikian rupa oleh FAO, supaya orang-orang yang menerima penghargaan ini, menjadi semakin giat dalam mewujudkan ketahanan pangan global seperti yang digambarkan oleh Dirjen FAO diatas.

Catatan kritisnya adalah apakah FAO akan memberi perhatian ekstra terhadap beberapa Kepala Negara yang telah diberi kehormatan untuk semakin giat menumbuhkan ketahanan pangan berkualitas ? Atau tidak, karena yang jadi semangat FAO dalam memberi Agricola Medal ini, memang baru sampai pada pemberian penghargaan semata. Sedihnya, setelah penghargaan diterima, hal ini menjadi tanggungjawab masing-masing.

Dasar pertimbangan FAO memberi Agricola Medal kepada beberapa Kepala Negara, tentu bukan hanya berbasis pada kemampuan para petani padi dalam negeri dalam menggenjot produksi padi, sehingga tahun 2022 lalu Indonesia mampu memproklamirkan diri sebagai negara yang mampu meraih swasembada beras, namun hal ini pun dilengkapi oleh kondisi ketahanan pangan bangsa dan negara yang semakin baik.

Semoga pemberian Agricola Medal FAO ini, akan menjadi bekal Prabowo/Gibran dan Kabinetnya dalam melanjutkan kisah sukses pembangunan pangan di negeri ini. Ayo kita genjot produksi dan rem konsumsi pangan masyarakat. Ke arah sanalah sebaiknya kita melangkah. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Makassar Juara Umum di Peringatan Harganas ke-31 Tingkat Provinsi Sulsel

Next Post

Dugaan Perundungan di PPDS Undip Berlanjut ke Proses Hukum.

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Dugaan Perundungan di PPDS Undip Berlanjut ke Proses Hukum.

Dugaan Perundungan di PPDS Undip Berlanjut ke Proses Hukum.

Jangan Biarkan Jokowi Merusak Sistem Demokrasi demi Dinasti Politik dan Nepotisme

Sebelum Kaesang dan Erina, KPK Terlebih Dulu Periksa Gibran dan Boyamin

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...