• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Agung Rai dari Rakyat Kembali ke Rakyat: No Post Power Syndrome

fusilat by fusilat
August 20, 2024
in Feature, Pojok KSP, Tokoh
0
Agung Rai dari Rakyat Kembali ke Rakyat: No Post Power Syndrome
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – Kehidupan bak roda pedati yang terus berputar. Dalam terminologi Jawa disebut Cakra Manggilingan. Kadang posisi kita di atas, kadang di bawah. Yang “abadi” adalah posisi di as atau sumbu roda. Dan as itu adalah hati nurani.

Demikianlah prinsip hidup yang diyakini I Gusti Agung Rai Wirajaya SE MM, sehingga anggota DPR RI dari PDI Perjuangan ini tetap santai dan “enjoy” kendati masa pensiun sudah membayang di depan mata.

Bersama 574 anggota DPR RI lainnya, per 1 Oktober 2024 nanti Agung Rai harus hengkang dari Senayan karena masa bakti DPR RI periode 2019-2024 telah paripurna atau habis.

Kecuali bagi yang mencalonkan diri lagi di Pemilu 2024 dan terpilih, mereka akan lanjut lagi berkantor di Kompleks DPR/DPD/MPR RI di Senayan, Jakarta Pusat.

Agung Rai yang sudah empat periode menjadi wakil rakyat dari Bali, yakni periode 2004-2009, 2009-2014, 2014-2019 dan 2019-2024 memilih tidak maju lagi di Pemilu 2024. Lalu apa alasannya?

“Supaya ada regenerasi. Kita beri kesempatan kader-kader muda untuk membawa bendera estafet di Senayan,” kata Agung Rai di Jakarta, Selasa (20/8/2024).

Ataukah mengapa ia tidak melanjutkan pengabdian di Senayan dengan maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Pemilu 2024 lalu jika memang bermaksud memberikan kesempatan kepada kader-kader muda partainya?

“Saya orang partai, dan saya kira sudah cukup pengabdian saya di Senayan. Mengabdi bisa di mana saja. Di partai, di masyarakat, atau di mana saja. Ibaratnya dari rakyat kembali ke rakyat,” cetus politikus “low profile” kelahiran Bali 16 Desember 1965 ini, meskipun berasal dari kasta tertinggi di struktur sosial agama Hindu, sehingga nama depannya menggunakan I Gusti.

“Apalagi periode sebelumnya saya juga sudah di DPRD Provinsi Bali,” cetusnya.

Dengan kembali menjadi rakyat biasa, bukan anggota Dewan atau wakil rakyat, maka Agung Rai serasa kembali ke habitatnya, yakni rakyat. Tak ada “post power syndrome”.

“Jabatan itu kan amanah dan sementara. Yang tidak sementara adalah menjadi rakyat. Kalau amanah sudah harus dikembalikan, ya kita kembalikan. Saya akan terus membersamai rakyat, bukan sekadar wakil rakyat. ‘No post power syndrome’,” tukasnya.

Bersyukurnya, kata Agung, selama menjadi wakil rakyat baik di DPRD Provinsi Bali maupun DPR RI, dirinya bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, baik tugas dari partai yakni menyuarakan kepentingan PDIP, maupun tugas dari rakyat, yakni menyuarakan aspirasi rakyat atau konstituen yang diwakilinya di parlemen.

Dengan empat periode berturut-turut terpilih menjadi anggota DPR RI, hal itu menjadi bukti bahwa Agung Rai dapat menjalankan tugas dari partai dan konstiruennya dengan sebaik-baiknya. “Saya juga bersyukur karena bisa mengakhiri pengabdian di Senayan dengan akhir yang baik (husnul khatimah, red),” ungkapnya.

Karena sadar kehidupan ini bak roda pedati yang terus berputar, atau Cakra Manggilingan, maka ketika berada di atas Agung Rai tidak merasa di atas angin atau jemawa. Begitu pun ketika berada di bawah, menjadi rakyat biasa, ia tidak akan minder atau berkecil hati.

“Itu karena kita selalu menempatkan diri pada as, dan as itu adalah hati nurani. Kalau kita senantiasa menggunakan hati nurani, mudah-mudahan kita akan selamat di mana pun,” terangnya.

Apalagi berkiprah di dunia politik yang menurut Agung Rai bak hutan belantara, tidak jelas siapa kawan dan siapa lawan, suatu saat bisa saling menjatuhkan, dengan prinsip “homo homini lupus” (manusia adalah serigala bagi manusia lainnya), sehingga yang berlaku adalah hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang menang.

“Nah, untuk menghadapi dan menyiasati itu semua, kuncinya adalah tetap berpegang teguh pada hati nurani, karena suara hati nurani adalah suara Tuhan, tak seorang pun bisa mengalahkannya,” tandasnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Reaksi Anies Baswedan: Mengutip Rene de Clercq Saat Ambisinya Terkubur oleh Koalisi KIM Plus

Next Post

Ģus Yahya Bersumpah Tak Akan Berhenti Sàmpai Kembalinya PKB ke Pangkuan PB NU

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Feature

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Next Post
Legenda Aji Saka di Balik Perseteruan Cak Imin vs Gus Yahya

Ģus Yahya Bersumpah Tak Akan Berhenti Sàmpai Kembalinya PKB ke Pangkuan PB NU

Ketua MK Suhartoyo Umumkan Pembatasan Kuasa Hukum dan Saksi dalam Sidang PHPU

Putusan MK: Kebangkitan Hukum dan Pembuktian Kemandirian Demokrasi di Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...