Pujian dari AHY disampaikan usai menyantap bakso bersama Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di sebuah pusat perbelanjaan, di Samarinda, Kalimantan Timur pada Rabu (28/2/2024) malam.
Jakarta – Fusilatnews – Saat berada di kubu Koalisi pengusung Anies Baswedan, AHY merupakan satu diantara beberapa kekuatan oposisi yang selalu mengkritik keras kebijakan Presiden Jkowi dan kini setelah bergabung dengan koalisi pendukung paslon nomor 02 Prabowo – Gibran dan diangkat menjadi menteri ATR/BPN AHY berubah mennjadi pemuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemimpin yang dicintai oleh rakyat Indonesia
Pujian dari AHY disampaikan usai menyantap bakso bersama Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di sebuah pusat perbelanjaan, di Samarinda, Kalimantan Timur pada Rabu (28/2/2024) malam.
“Tentunya ini menunjukkan bahwa [Jokowi] pemimpin yang dicintai rakyat, yang dekat dengan rakyat, dan rakyat juga ingin selalu dekat dengan pemimpin, dengan presidennya,” kata AHY dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/2).
Masyarakat tua dan muda menurutnya antusias menyambut kedatangan Jokowi. AHY mengaku kagum dengan Jokowi yang menyempatkan waktu luangnya untuk bertemu dengan rakyat.
Ketua Umum Partai Demokrat itu juga menyampaikan rasa terima kasih lantaran sebagai menteri anyar namun ia sudah diajak dalam sejumlah kegiatan atau kunjungan kerja Jokowi.
“Walaupun kita tahu pasti kesibukannya, jadwal yang begitu padat dari satu titik ke titik lain. Tapi selalu menyempatkan diri mengajak para menterinya juga untuk menyapa rakyat. Dan inilah kekuatan seorang pemimpin,” ujar AHY.
AHY baru saja diangkat menjadi Menteri ATR/Kepala BPN oleh Presiden Jokowi pada Rabu (21/2) lalu. Ia menggantikan Hadi Tjahjanto yang kini diangkat menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) menggantikan Mahfud MD.
Beda AHY beda mantan Menko Polhukam paslon cawapres nomor 03 Mahfud MD yang mulanya selalu memuji dan membela Jokowi sekarang berubah menjadi pengkritik Jokowi Sebagai contoh saat mengkomentari Gelombang kritik dari perguruan tinggi kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus dilakukan. Menanggapi hal tersebut, cawapres nomor urut 3, Mahfud MD mengungkap ada operasi untuk menekan para rektor universitas.
Mahfud mengungkapkannya saat acara Tabrak Prof di Koat Kopi, Depok, Sleman, Senin (5/2/2024) malam. Awalnya Mahfud ditanya terkait adanya informasi bahwa ada intervensi dari pemerintah ke perguruan tinggi untuk menyuarakan demokrasi.
Menurut Mahfud, adanya intervensi mungkin saja terjadi. Namun, dia mengatakan perguruan tinggi tidak takut menyuarakan pendapat walaupun ada tekanan.Dan lebih banyak lagi kritik yang dilontarkan Mahfus setelah tak menjabat Menko Polhukam

























