Fusilatnews – ⁹Kemajuan Tekhnologi Informasi telah merambah segala bidang kehidupan manusia dan membentuk peradaban baru. Tak terkecuali dunia jurnalisme
Dunia jurnalisme kini dikejutkan oleh kemampuan kecerdasan buatan ( Artifisial Inteligentsi ) yang nampu membuat chatbot kecerdasan buatan (AI) LaMDA dan ChatGPT. Mungkinkah AI dapat menggantikan peran para pewarta berita?
Mampukah kecerdasan buatan (AI) dapat menggantikan para jurnalis? Pertanyaan ini mencuat setelah kemunculan chatbot AI LaMDA dan ChatGPT. Dengan menuliskan semacam kalimat tanya atau perintah, pengguna disajikan hasil teks buatan perangkat lunak yang dapat disalin dan diubah seturut kebutuhan.
Dalam konteks kerja jurnalistik, penggunaan AI sudah mulai diuji coba dalam pembuatan konten berita. CNET, perusahaan pers asal Amerika Serikat, pada awal November 2022 melakukan uji coba dengan merilis artikel finansial yang dituliskan AI. Di dalamnya, CNET juga memuat penafian berikut, ”Artikel ini dibuat oleh mesin AI, cek fakta dan editorial dilakukan editor berita.”
Setelah dua bulan melakukan uji coba, CNET menghentikan campur tangan AI dalam pembuatan artikel. Pasalnya, redaksi CNET merasa masih banyak temuan kekurangan dari penggunaan AI. ”Kami mengidentifikasikan banyaknya narasi berita yang membutuhkan koreksi substansial,” ungkap Pemimpin Redaksi CNET Connie Guglielmo pada 25 Januari 2023 di laman CNET.
Perusahaan pers Yle asal Rusia menggunakan teknologi bernama Voitto yang yang dijuluki robot jurnalis dan asisten berita cerdas (smart news assistant). Disebutkan bahwa Voitto telah menghasilkan 100 artikel dan 250 visualisasi dalam satu pekan. Teknologi ini ditanamkan dalam aplikasi berita berbayar Yle yang dapat diunduh dan diakses berdasarkan preferensi konten tiap audiens.
”Tampilan Voitto, nada suara, dan algoritma yang mendukungnya, semuanya dipandu nilai dan misi jurnalistik Yle,” kata Kepala AI dan Personalisasi di Yle News Lab, Jarno Koponen.























