RHB menurunkan proyeksi harga saham BFood sebesar 24 persen menjadi ke level 46 sen. Pada Rabu (6/12/2023), harga saham BFood masih bertengger di level 59,5 sen
KL – NewStraitsTimes – Fusilatnews – Dikutip dari New Straits Times pada pekan lalu starbucks mengalami penurunan pelanggan secara siginifikan, hal ini diketahui setelah RHB Research di Malaysia merekomendasikan jual untuk saham Berjaya Food Bhd.
RHB Research melakukan penelitian di gerai Starbucks yang menunjukkan 30 persen penurunan pengunjung. , anjloknya kunjungan tersebut adalah dampak dari boikot terhadap Starbucks yang terkait konflik Israel-Hamas.
Starbucks berkontribusi sebesar 91 persen terhadap pendapatan grup Berjaya Food. RHB. Starbuck menderita penurunan signifikan jumlah kunjungan di gerai Starbucks saat jam sibuk dan penurunan kunjungan itu terjadi meski pusat perbelanjaan tetap ramai dikunjungi konsumen
RHB Research dalam catatan kepada investornya melaporkan bahwa situasi telah menjadi lebih buruk dari ekspektasi. Menurut RHB terjadinya penurunan ini akan mendorong Starbucks memperkuat strategi promosi yang agresif dan justru akan menekan tingkat keuntungan perusahaan.
Selanjutnya RHB menurunkan proyeksi harga saham BFood sebesar 24 persen menjadi ke level 46 sen. Pada Rabu (6/12/2023), harga saham BFood masih bertengger di level 59,5 sen.
RHB juga menyoroti momentum boikot sangat menekan perusahaan karena pada akhir tahun seharusnya BFood bisa mendulang keuntungan dari periode liburan.
“Outlook kami untuk BFood menjadi lebih hati-hati karena boikot Starbucks Coffee dapat berlangsung lebih lama dari yang kami perkirakan jika tidak ada resolusi jangka pendek terhadap konflik Israel-Hamas,” ungkap RHB.
Starbucks Corporation adalah jaringan kedai kopi dan tempat pemanggangan multinasional Amerika yang berkantor pusat di Seattle, Washington. Ini adalah jaringan kedai kopi terbesar di dunia. Pada November 2022, perusahaan memiliki 35,711 toko di 80 negara, 15,873 di antaranya berlokasi di Amerika Serikat

























